Cerita Cinta di Warnet Kampus | Cerita Dewasa Hot Enaknya Ngentot di Warnet | Cerita Hot Terbaru Cerita Seks Dewasa Cerita Dewasa Ngintip Pelajar Mesum Di Warnet | Posisi Sex Cerita Mesum Bercinta Dengan Polwan Di Warnet - Cerita Sex Cerita Mesum, Cerita18 Plus, Cerita Hot Terbaru : Cerita Dewasa Nikamti 3 ABG Mesum di Warnet Cerita DewasaCerita Dewasa TerbaruBlog Cerita DewasaCerita Hot TerbaruCerita Mesum Terbaru - Kisah positif !! utulah sedikit yang menceritakan perihal hal ini, saya dulu yang sebagai operator warnet akan menceritakan pertemuan ku dengan 3 ABG bagus dan melaksanakan sex dengannya.. mari kita simak woyoo...Sebelumnya saya akan memberitahu bahwa dongeng ini terjadi sebelum saya mengenal lebih dalam soal internet. Hanya luarnya saja. Ketika itu saya masih kursus di sebuah forum sebut saja ITK (bukan universitas). Saat itu saya masih belum begitu kenal dengan internet, dan saya masih dalam taraf pemula dan gres hingga dalam soal hardware.
Sejak berkenalan dengan seorang teman di ITK saya mulai mengenal apa itu internet. Dan saya suka sekali pergi ke warnet dan hampir tiap hari saya berada di sana. Semakin usang saya suka sekali ber-chatting ria hingga suka lupa waktu dan pulang malam hari.
Pada hari sabtu, saya ibarat biasa suka nongkrong di warnet mulai jam 18:00, dan saya pribadi mengecek e-mail. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Pada dikala itu hujan deras mengguyur seisi kota disertai angin. Cerita Sex Mesum di Warnet
Pada dikala saya membeli minuman (di dalam warnet), saya melihat dua orang gadis yg memasuki warnet. Mereka terlihat berair kuyup alasannya kehujanan, dan ketika itu mereka mengenakan kaos warna putih dan biru (cewek yg satunya), dan celana pendek. Dari balik kaos putih berair itu saya sanggup melihat sebuah BH warna merah muda, juga sepasang payudara molek agak besar.
Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Sambil menunggu jawaban dari chat, saya mencuri pandang pada dua gadis itu. Semakin usang saya lihat saya tidak sanggup konsentrasi, mungkin alasannya cara duduk mereka yg hanya mengenakan celana pendek itu, sehingga terlihat paha putih mulus dan juga sepasang buah dada dalam BH yg tercetak terang jawaban baju yg basah. Cerita Sex
Pada jam 20:00, listrik di warnet itu padam. Para penjaga warnet terlihat sibuk memberitahu bahwa listrik akan segera menyala dan meminta semoga netter sabar. Tetapi 30 menit berlalu dan tidak ada gejala bahwa listrik akan menyala sehingga sebagian netter merasa tidak sabar dan pulang. Sedangkan saya masih di dalam warnet dan ingin ikut pulang, tapi saya tidak sanggup alasannya di luar hujan masih deras dan saya hanya membawa motor. Cerita Hot Mesum di Warnet
Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak sanggup pulang alasannya hujan masih deras. Mereka hanya sanggup duduk di sofa yg disediakan pihak warnet (sofa yg digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat kurang jelas jawaban emergency light yg terlampau kecil, mungkin alasannya sudah malam dan takut tidak sanggup pulang.
Melihat bencana itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi hambar jawaban angin yg masuk dari lubang angin di atas pintu. Saya pun mendekati mereka dan duduk di sofa. Ternyata mereka yummy juga diajak ngobrol, dari situ saya mengetahui nama mereka adalah, Fira (baju putih) dan Rara (baju biru). Lagi enak-enaknya ngobrol kami dikejutkan oleh seorang cewek yg masuk ke dalam sambil tergesa-gesa.
Dari para penjaga yg saya kenal, cewek tadi ialah pemilik warnet. Saya agak terkejut alasannya pemilik warnet ini ternyata masih muda sekitar 25 tahun, bagus dan sexy. Cewek tadi menyuruh para penjaga pulang alasannya listrik tidak akan nyala hingga besok pagi.
Setelah semua penjaga pulang, cewek tadi menghampiri kami.
“Dik, Adik bertiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sekalian nemenin Mbak ya..” kata cewek yg punya nama Silla ini. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door.
“Saya bantu Mbak,” kataku.
“Oh, nggak usah repot-repot..” jawabnya. Tapi saya tetap membantunya, kan sudah di beri daerah berteduh. Setelah selesai saya menyisakan satu pintu kecil semoga kalau hujan reda saya sanggup lihat.
“Ditutup saja Dik, hambar di sini..” kata Silla, dan saya menutup pintu itu. Entah setan mana yg lewat di depanku, otak ini pribadi berpikir apa yg akan terjadi jikalau ada tiga cewek dan satu laki-laki dalam sebuah ruangan yg tertutup tanpa orang lain yg sanggup melihat apa yg sedang terjadi di dalam. Aku kembali duduk di sofa sambil berbincang dengan mereka bertiga jadi kini ada empat orang yg tidak tahu akan berbuat apa dalam keremangan selain berbicara. Cerita Mesum
“Sebentar ya Dik, saya ke atas dulu, ganti baju..” kata Silla.
Aku bertanya dengan nada menyelidik, “Mbak tinggal di sini ya?”
“Iya, eh kalian di atas aja yuk supaya lebih santai, lagian baterai lampu sudah mau habis, ya..” katanya.
Kami bertiga mengikuti Mbak Silla ke atas. Warnet itu terdapat di sebuah ruko berlantai tiga, lantai satu digunakan untuk warnet, lantai dua digunakan untuk gudang dan daerah istirahat penjaga, lantai tiga inilah rumah Silla.
Menaiki tangga ke lantai tiga, terdapat sebuah pintu yg akan menghentikan kita apabila pintu tidak dibuka, sehabis masuk kami tidak merasa berada di sebuah ruko tapi di rumah glamor yg besar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Silla bilang ia akan mandi dan menyalakan sebuah notebook semoga kami bertiga tidak bosan menunggu ia mandi.
Ternyata notebook itu tidak mempunyai game yg sanggup menciptakan kami senang. Tapi saya sempat melihat shortcut bertuliskan 17Thn (ketika itu masih 17tahun.zip), saya menduga ini ialah permainan, ketika kubuka ternyata isinya ialah dongeng yg menciptakan adikku berdiri. Fira dan Rara pun agak aib melihat cerita-cerita itu.
Tapi yg menciptakan saya tidak tahan ialah mereka tidak memperbolehkan saya menutup kegiatan itu dan mereka tetap membaca dongeng itu hingga habis. Aku pun hanya sanggup terbengong melihat mereka berada di kiri dan kananku. Setelah selesai membaca, Fira merapatkan duduknya dan saya sanggup mencicipi benda kenyal melekat di lengan kananku. Rara pun mulai menggosokkan telapak tangannya ke paha kiriku.
Sambil mereka melihat dongeng yg lain, saya mencicipi sakit di dalam celanaku. Aku sudah tidak sanggup konsentrasi pada dongeng itu, mereka semakin menjadi-jadi, bahkan Fira membuka kaosnya dengan alasan merasa panas, sedangkan Rara membuka kaosnya dengan alasan kaosnya berair dan takut masuk angin. Aku merasa panas juga melihat badan mereka, sambil membetulkan posisi adik, saya menyampaikan kalau hawanya memang panas dan saya membuka baju juga. Cerita Dewasa Mesum di Warnet
Kini tangan mereka berdua dirangkulkan di tengkukku, saya semakin panas alasannya lenganku merasa ada dua benda kenyal yg menghimpit tubuhku dari kiri dan kanan. Akhirnya jebol juga keyakinan ini, saya menaruh notebook itu di meja di depanku dan saya menciumi Fira dengan nafsu yg sudah memuncak, Fira pun tak mau kalah sama seranganku, ia membalas dengan liar.
Sedangkan Rara sibuk menciumi dan menjilati dadaku. Tangan kiriku kulingkarkan pada Rara dan mulai meremas buah dada yg masih tertutup BH itu, sedangkan tangan kananku kulingkarkan di badan Fira dan memasukkan ke dalam BH dan meremas buah dadanya. Rara mulai membuka celanaku dan menghisap k0ntol yg sudah tegang itu.
“Ouhh.. mmhh.. yahh..” saya mulai menikmati jilatan Rara pada kepala k0ntolku. Fira pun jongkok di depanku dan menjilat telurku. Aku hanya sanggup pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Kemudian Silla keluar dari kamar dengan selembar handuk menutupi tubuh, ia menarik meja di depanku supaya ada cukup daerah untuk bermain.
Silla berlutut sambil membuka celana Fira. Setelah celana Fira lepas, ia mulai menghisap M3mek Fira.
“Ooohh.. Ssshh.. ahh..” Fira mendesah. Tak usang kemudian Fira membalikkan tubuhnya dan kini posisi Silla dan Fira menjadi “69”.
Aku pun sudah tak tahan lagi, segera kuangkat Rara dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. Setelah terbuka saya pribadi menghisap M3mek yg sedang merah itu. “Auuhh.. Ooohh.. Sayg..” desahan Rara semakin membuatku bernafsu.
Dengan segera saya mengarahkan k0ntolku ke M3mek Rara, dan mulai menusukkan secara perlahan. Rara merasa kesakitan dan mendorong dadaku, saya menghentikan k0ntolku yg gres masuk kepalanya itu.
Selang agak usang Rara mulai menarik pinggangku semoga memasukkan k0ntol ke M3meknya, sehabis masuk semua saya menarik perlahan-lahan dan memasukkannya kembali secara perlahan-lahan. “Ahh.. ayo Sayg.. ohh.. cepat..” Aku pun mulai mempercepat gerakanku. Dari tempatku terlihat Fira dan Silla saling menggesek-gesekkan M3mek mereka. Cerita Ngentot
“Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh..” desahan Rara menjelma teriakan histeris penuh nafsu. Foto Hot ABG mesum
Tak usang kemudian Rara mencapai orgasme, tapi saya terus menusukkan k0ntol ke arah M3mek Rara. “Gantian donk, saya juga pingin nih..” kata Fira sambil menciumi bibir Rara. Aku pun menarik k0ntolku dan mengarahkan ke M3mek Fira sehabis ia telentang.
Ketika k0ntolku masuk, M3meknya terasa licin sekali dan gampang sekali untuk masuk, rupanya ia telah mengalami orgasme bersama Silla. Tampaklah Rara dan Silla tertidur di lantai sambil berpelukan.
Sedangkan saya terus menggenjot badan Fira hingga kesudahannya Fira sudah mencapai puncak dan saya mencicipi akan ada sesuatu yg akan keluar. “Aahh..” bunyi yg keluar dari mulutku dan Fira. Akhirnya kami berempat tertidur dan pulang pada esok paginya.
Demikian dongeng ini apa adanya dongeng ini dibentuk untuk kalian yang suka Cerita Mesum di Warnet dengan ABG Binal seksi. woyoo..
Pada hari sabtu, saya ibarat biasa suka nongkrong di warnet mulai jam 18:00, dan saya pribadi mengecek e-mail. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Pada dikala itu hujan deras mengguyur seisi kota disertai angin. Cerita Sex Mesum di Warnet
Pada dikala saya membeli minuman (di dalam warnet), saya melihat dua orang gadis yg memasuki warnet. Mereka terlihat berair kuyup alasannya kehujanan, dan ketika itu mereka mengenakan kaos warna putih dan biru (cewek yg satunya), dan celana pendek. Dari balik kaos putih berair itu saya sanggup melihat sebuah BH warna merah muda, juga sepasang payudara molek agak besar.
Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Sambil menunggu jawaban dari chat, saya mencuri pandang pada dua gadis itu. Semakin usang saya lihat saya tidak sanggup konsentrasi, mungkin alasannya cara duduk mereka yg hanya mengenakan celana pendek itu, sehingga terlihat paha putih mulus dan juga sepasang buah dada dalam BH yg tercetak terang jawaban baju yg basah. Cerita Sex
Begitu juga dengan 2 gadis di depan saya, mereka sudah membayar uang sewa dan tidak sanggup pulang alasannya hujan masih deras. Mereka hanya sanggup duduk di sofa yg disediakan pihak warnet (sofa yg digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat kurang jelas jawaban emergency light yg terlampau kecil, mungkin alasannya sudah malam dan takut tidak sanggup pulang.
Melihat bencana itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi hambar jawaban angin yg masuk dari lubang angin di atas pintu. Saya pun mendekati mereka dan duduk di sofa. Ternyata mereka yummy juga diajak ngobrol, dari situ saya mengetahui nama mereka adalah, Fira (baju putih) dan Rara (baju biru). Lagi enak-enaknya ngobrol kami dikejutkan oleh seorang cewek yg masuk ke dalam sambil tergesa-gesa.
Dari para penjaga yg saya kenal, cewek tadi ialah pemilik warnet. Saya agak terkejut alasannya pemilik warnet ini ternyata masih muda sekitar 25 tahun, bagus dan sexy. Cewek tadi menyuruh para penjaga pulang alasannya listrik tidak akan nyala hingga besok pagi.
Setelah semua penjaga pulang, cewek tadi menghampiri kami.
“Dik, Adik bertiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sekalian nemenin Mbak ya..” kata cewek yg punya nama Silla ini. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door.
“Saya bantu Mbak,” kataku.
“Oh, nggak usah repot-repot..” jawabnya. Tapi saya tetap membantunya, kan sudah di beri daerah berteduh. Setelah selesai saya menyisakan satu pintu kecil semoga kalau hujan reda saya sanggup lihat.
“Ditutup saja Dik, hambar di sini..” kata Silla, dan saya menutup pintu itu. Entah setan mana yg lewat di depanku, otak ini pribadi berpikir apa yg akan terjadi jikalau ada tiga cewek dan satu laki-laki dalam sebuah ruangan yg tertutup tanpa orang lain yg sanggup melihat apa yg sedang terjadi di dalam. Aku kembali duduk di sofa sambil berbincang dengan mereka bertiga jadi kini ada empat orang yg tidak tahu akan berbuat apa dalam keremangan selain berbicara. Cerita Mesum
“Sebentar ya Dik, saya ke atas dulu, ganti baju..” kata Silla.
Aku bertanya dengan nada menyelidik, “Mbak tinggal di sini ya?”
“Iya, eh kalian di atas aja yuk supaya lebih santai, lagian baterai lampu sudah mau habis, ya..” katanya.
Kami bertiga mengikuti Mbak Silla ke atas. Warnet itu terdapat di sebuah ruko berlantai tiga, lantai satu digunakan untuk warnet, lantai dua digunakan untuk gudang dan daerah istirahat penjaga, lantai tiga inilah rumah Silla.
Menaiki tangga ke lantai tiga, terdapat sebuah pintu yg akan menghentikan kita apabila pintu tidak dibuka, sehabis masuk kami tidak merasa berada di sebuah ruko tapi di rumah glamor yg besar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Silla bilang ia akan mandi dan menyalakan sebuah notebook semoga kami bertiga tidak bosan menunggu ia mandi.
Ternyata notebook itu tidak mempunyai game yg sanggup menciptakan kami senang. Tapi saya sempat melihat shortcut bertuliskan 17Thn (ketika itu masih 17tahun.zip), saya menduga ini ialah permainan, ketika kubuka ternyata isinya ialah dongeng yg menciptakan adikku berdiri. Fira dan Rara pun agak aib melihat cerita-cerita itu.
Tapi yg menciptakan saya tidak tahan ialah mereka tidak memperbolehkan saya menutup kegiatan itu dan mereka tetap membaca dongeng itu hingga habis. Aku pun hanya sanggup terbengong melihat mereka berada di kiri dan kananku. Setelah selesai membaca, Fira merapatkan duduknya dan saya sanggup mencicipi benda kenyal melekat di lengan kananku. Rara pun mulai menggosokkan telapak tangannya ke paha kiriku.
Sambil mereka melihat dongeng yg lain, saya mencicipi sakit di dalam celanaku. Aku sudah tidak sanggup konsentrasi pada dongeng itu, mereka semakin menjadi-jadi, bahkan Fira membuka kaosnya dengan alasan merasa panas, sedangkan Rara membuka kaosnya dengan alasan kaosnya berair dan takut masuk angin. Aku merasa panas juga melihat badan mereka, sambil membetulkan posisi adik, saya menyampaikan kalau hawanya memang panas dan saya membuka baju juga. Cerita Dewasa Mesum di Warnet
Kini tangan mereka berdua dirangkulkan di tengkukku, saya semakin panas alasannya lenganku merasa ada dua benda kenyal yg menghimpit tubuhku dari kiri dan kanan. Akhirnya jebol juga keyakinan ini, saya menaruh notebook itu di meja di depanku dan saya menciumi Fira dengan nafsu yg sudah memuncak, Fira pun tak mau kalah sama seranganku, ia membalas dengan liar.
Sedangkan Rara sibuk menciumi dan menjilati dadaku. Tangan kiriku kulingkarkan pada Rara dan mulai meremas buah dada yg masih tertutup BH itu, sedangkan tangan kananku kulingkarkan di badan Fira dan memasukkan ke dalam BH dan meremas buah dadanya. Rara mulai membuka celanaku dan menghisap k0ntol yg sudah tegang itu.
“Ouhh.. mmhh.. yahh..” saya mulai menikmati jilatan Rara pada kepala k0ntolku. Fira pun jongkok di depanku dan menjilat telurku. Aku hanya sanggup pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Kemudian Silla keluar dari kamar dengan selembar handuk menutupi tubuh, ia menarik meja di depanku supaya ada cukup daerah untuk bermain.
Silla berlutut sambil membuka celana Fira. Setelah celana Fira lepas, ia mulai menghisap M3mek Fira.
“Ooohh.. Ssshh.. ahh..” Fira mendesah. Tak usang kemudian Fira membalikkan tubuhnya dan kini posisi Silla dan Fira menjadi “69”.
Aku pun sudah tak tahan lagi, segera kuangkat Rara dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. Setelah terbuka saya pribadi menghisap M3mek yg sedang merah itu. “Auuhh.. Ooohh.. Sayg..” desahan Rara semakin membuatku bernafsu.
Dengan segera saya mengarahkan k0ntolku ke M3mek Rara, dan mulai menusukkan secara perlahan. Rara merasa kesakitan dan mendorong dadaku, saya menghentikan k0ntolku yg gres masuk kepalanya itu.
Selang agak usang Rara mulai menarik pinggangku semoga memasukkan k0ntol ke M3meknya, sehabis masuk semua saya menarik perlahan-lahan dan memasukkannya kembali secara perlahan-lahan. “Ahh.. ayo Sayg.. ohh.. cepat..” Aku pun mulai mempercepat gerakanku. Dari tempatku terlihat Fira dan Silla saling menggesek-gesekkan M3mek mereka. Cerita Ngentot
“Auuhh.. oouuhh.. iyahh.. yahh.. sshh.. hh..” desahan Rara menjelma teriakan histeris penuh nafsu. Foto Hot ABG mesum
Tak usang kemudian Rara mencapai orgasme, tapi saya terus menusukkan k0ntol ke arah M3mek Rara. “Gantian donk, saya juga pingin nih..” kata Fira sambil menciumi bibir Rara. Aku pun menarik k0ntolku dan mengarahkan ke M3mek Fira sehabis ia telentang.
Ketika k0ntolku masuk, M3meknya terasa licin sekali dan gampang sekali untuk masuk, rupanya ia telah mengalami orgasme bersama Silla. Tampaklah Rara dan Silla tertidur di lantai sambil berpelukan.
Sedangkan saya terus menggenjot badan Fira hingga kesudahannya Fira sudah mencapai puncak dan saya mencicipi akan ada sesuatu yg akan keluar. “Aahh..” bunyi yg keluar dari mulutku dan Fira. Akhirnya kami berempat tertidur dan pulang pada esok paginya.
Demikian dongeng ini apa adanya dongeng ini dibentuk untuk kalian yang suka Cerita Mesum di Warnet dengan ABG Binal seksi. woyoo..
0 Komentar untuk "Cerita Hitam Dongeng Mesum Asik Nya Menikmati 3 Meki Abg Di Warnet"