Cerita Seks Kurelakan Tubuhku Untuk Membayar Hutang Cerita Sex Istri Bayar Hutang Suami Dengan Tubuh Muda istri bayar hutang suami dengan vagina Indonesia porn Cerita SEX HOT Bayar Hutang Dengan Istri Cerita Mesum, Cerita18Plus, Cerita Hot Terbaru : Cerita Dewasa Diperkosa Gara Gara gak Bayar Hutang - Semua berawal ketika saya dan suamiku tak bisa membayar hutang ke BOS nya di kantor seketika saya dijadikan tumbal untuk diperkosa oleh Bosnya.. ini kisah ku..Berikut ini memang murni pengalaman pribadiku yang bermula dari keterpaksaan hingga menyebabkan rasa ketagihan. Aku menjadi semakin binal semenjak tragedi itu. Kenikmatan dari lelaki yang bukan suamiku menciptakan saya gila seks.
Perkenalkan, namaku ialah Nani umurku 29 tahun, saya ialah seorang istri dari seorang lelaki berjulukan Toni yang umurnya juga sama denganku. Aku hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan Toni bekerja hanya kalau sedang ada proyek saja. Kalau sedang tidak ada proyek maka Toni hanya membisu di rumah dan tidak berusaha untuk mencari pekerjaan tetap yang bisa menjamin hidup kami. Selama 3 tahun ijab kabul kami, Toni tidak pernah bekerja tetap di satu perusahaan. Entah untungnya atau sialnya kami hingga kini belum dikarunai seorang anak. Akibat dari Toni yang tidak memiliki pekerjaan tetap balasannya beliau memiliki hutang dimana-mana. Sampai suatu dikala ada orang yang tiba ke rumah kami dan marah-marah sebab Toni belum juga membayar hutangnya.
Pada dikala itu saya hanya bisa menemani Toni di sisinya menghadapi kata-kata berangasan orang yang dihutangi oleh Toni. Aku sendiri melihat gelagat yang gila dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arahku. Aku sendiri memang memiliki badan yang cukup manis menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk wanita lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36.
Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Toni selalu sanggup memuaskanku walaupun beliau ialah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja. Beberapa hari sehabis rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, saya melihat orang tersebut di jalan ketika saya mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya saya akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Toni pada orang tersebut, tapi ditengah jalan saya memiliki pikiran lain. Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya. Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi balasannya saya memiliki niat lain. Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu.
Setelah saya mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian saya memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut. Rumah orang itu memang sangat besar dan sangat mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku balasannya kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak usang kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir ialah pesuruh di rumah itu keluar.
“Nyari siapa bu?”
“Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut.
“Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.”
“Bilang aja dari istrinya pak Toni.”
Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak usang berselang beliau keluar lagi untuk membukakan pagar.
“Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku. Langsung saja saya menuju ke arah yang ditunjuknya.
Sebuah pintu dari kayu jati dengan goresan yang sangat cNanik. Belum juga saya hingga ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya ialah orang yang kucari. Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan menyeramkan yang ditunjukkannya pada dikala menagih hutang tidak ada sama sekali pada dikala saya datang. Justru saya menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia eksklusif menjabat tanganku sambil menyebut namanya. Ceita Sex Diperkosa BOS
“Brata. Mari masuk bu…”
“Nani” Jawabku eksklusif ketika melihat beliau kebingungan.
“Oh iya. Bu Nani silahkan masuk”
Aku eksklusif masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Brata eksklusif memersilakan saya untuk duduk.
“Mau minum apa bu Nani?”
“Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur.
Akhirnya Pak Brata menyuruh pembantunya untuk menyebarkan sirup.
Sambil menunggu minuman tiba pak Brata memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah beliau tahu kalau saya gugup dan grogi bertemu dengannya. Kuakui beliau ialah sosok yang bisa menciptakan pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga beliau tampaknya tidak pernah kehabisan materi omongan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru saya semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi. Obrolan kami sempat terhenti sebab pembantu pak Brata tiba membawakan minuman pesananan majikannya. Cerita Hot Gara Gara Hutang
“Silahkan diminum bu Nani”
“Oh iya pak. Terima kasih.” Tak usang eksklusif saja kuteguk minuman yang disuguhkan.
“Koq sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku unuk memulai dialog kembali.
“Istri saya sudah usang meninggal.”
“Oh maaf pak, saya gak tahu”
“Oh gak apa-apa. Oh iya bu Nani sudah berapa usang menikah dengan pak Toni?”
“Tiga tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Toni gak pernah punya kerjaan tetap. Makara makin usang makin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi hingga kini kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat sedikit ke pak Brata.
Setelah disinggung soal hutang, pak Brata balasannya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan beliau juga bercerita bahwa bersama-sama suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Brata. Jujur saja saya kaget, sebab selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Brata sudah menyimpan planning sendiri yang kurang lebih ibarat dengan rencanaku. Dan balasannya planning itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan saya mau diajak bercinta dengannya. Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap saya melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke setiap orangnya. Ini berarti saya harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya saya layani sepuluh kali. Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang ibarat itu, tapi demi melunasi hutang suamiku balasannya saya sanggupi permintaannya. Akhirnya saya disuruh kembali lagi keesokan harinya, sebab hari itu Pak Brata sudah memiliki akad dengan rekan bisnisnya. Sebelum pulang saya menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Brata berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya niscaya akan satu bunyi dengannya.
Akhirnya keesokan harinya saya tiba kembali ke rumah Pak Brata. Hari itu saya untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain. Aku tiba dengan pakaian tetap casual saja. Toh pikirku nNaninya pakaian ini juga tidak berkhasiat sebab ketika saya menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang terang saya mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama kalinya saya akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku. Dan yang terang saya juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas. Sesampainya di rumah Pak Brata saya disambut dengan hangat, Pak Brata mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung mendapatkan perlakuan yang diberikan kepadaku, sebab beliau bukan suamiku. Tetapi saya sendiri tidak pernah diperlakukan ibarat itu oleh suamiku. Saat itu saya merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak memperlihatkan bahwa beliau hawa nafsunya, tapi justru memperlihatkan perilaku seorang lelaki remaja yang membuatku sedikit “terbius” oleh perlakuannya.
Setelah sambutan hangatnya saya eksklusif diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup glamor bagiku. Dan rupanya Pak Brata telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya. Ketika saya masih terpesona dengan kamarnya yang glamor tiba-tiba beliau memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut menciptakan diriku agak memberontak. Tetapi beliau meyakinkan diriku untuk damai dan menikmati saja saat-saat tersebut. Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang terang membuatku terangsang. Lalu beliau membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan.
“Boleh kupanggil Nani saja?” tanyanya padaku.
“Hmm.. boleh aja pak”
“Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Brata. Supaya lebih mesra.”
“Iya Brata. Boleh aja kalau kau mau panggil saya Nani.” saya mulai menikmati keadaan.
“Hmm.. Nani. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.”
“Apa itu?”
Belum beliau menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka. Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu terang saja menciptakan saya kaget.
“Ini beliau kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita.”
“Tapi Brata…” “Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta.”
Sebenarnya saya agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi sebab suasana yang tercipta sudah kunikmati balasannya saya menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya. Temannya yang satu berjulukan Faisal, keturunan Arab memiliki dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya berjulukan Hans, keturunan Cina. Tapi yang terang ketiganya memiliki postur badan yang sama. Tinggi besar dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan memiliki badan yang tidak sebagus mereka. Jujur saja rahasia saya mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga. Cerita Mesum Gak Bayar Hutang
Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romNanis di kamar Pak Brata, tapi saya sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya. Tiba-tiba saja Pak Brata sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal terang terkejut, walaupun tidak usang dan eksklusif membalas ciuman dari Pak Brata. Tak usang berselang Faisal dan Hans eksklusif bergabung. Faisal tiba dari belakangku dan eksklusif menciumi leherku sedangkan Hans eksklusif ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini terang saja menciptakan nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan balasannya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku.
Setelah itu bajuku dan celana panjang yang saya pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang saya kenakan. Hal ini terang saja menciptakan mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku. Dan tak usang berselang bra dan cdku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga saya benar-benar bugil. Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan aib di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun. Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan saya benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua memiliki ukuran penis yang sangat besar bagiku. Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak sanggup membedakan secara niscaya punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang terang berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm. Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan ingin tau bercampur aduk di diriku. Takut sebab belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran sebab wanita mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis ibarat itu.
Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan sehabis itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergNanian. Lalu kulakukan ajakan itu dengan bahagia hati walaupun agak bersusah payah. Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka menciptakan saya agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama balasannya saya bisa menguasai keadaan juga. Ketika saya mengoral penis pak Brata kedua tanganku mengocok penis Hans dan Faisal, begitu seterusnya. Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku.
“Aarrrgghhh nikmat sekali seponganmu Nani” ucapan itu terlontar dari Faisal ketika menerima giliran dioral olehku. Hans menerima giliran terakhir untuk kuoral.
Dan ketika giliran Hans mereka membimbingku ke arah daerah tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Hans sambil terlentang sementara penis Hans berada di atas mulutku. Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Hans, tiba-tiba kurasakan rangsangan mahir di kedua payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Faisal sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku. Sedangkan Pak Brata berada di selangkanganku, beliau terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja saya mengoral Hans sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa sebab mulutku disumpal penis Hans) keenakan sebab perlakuan kedua orang tadi terhadap dua daerah sensitif di tubuhku. Tak usang kemudian Hans melepaskan penisnya dari mulutku kemudian bergabung dengan Faisal untuk menikmati payudaraku. Faisal menggarap payudara kiriku sedangkan Hans yang kanan pak Brata tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang mahir sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau. Cerita Sex Gara Gara hutang
“Aarrrrgghhh, nikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss”
Akhirnya saya hingga juga pada orgasmeku yang pertama. Tak usang kemudian saya mencicipi sesuatu melekat di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Brata sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku mencicipi penis pak Brata semakin usang semakin mendesak vaginaku. Aku merasa ibarat perawan lagi sebab begitu susahnya penis pak Brata memasuki vaginaku. Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Toni yang kini menjadi biasa bagiku. Terbantu oleh vaginaku yang sudah lembap balasannya penis pak Brata berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Brata mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku. “Arrrghhh Brata… terus… cepetin donkk.. ent*tin…” saya sudah meracau tak karuan sebab penis pak Brata yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa. Ditambah lagi Hans dan Faisal yang masih sibuk dengan kedua payudaraku.
Akhirnya sehabis dirasa lancar pak Bratapun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja saya sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Brata masih besar lengan berkuasa menggoyang penisnya. Makin usang makin cepat dan cepat hingga balasannya saya tak tahan dan hingga pada orgasme ku yang kesekekian kali. Setelah agak usang terasa goyangan pak Brata semakin cepat dan cepat kemudian hingga pada goyangan beliau yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. Dan saya bisa mencicipi kalau beliau orgasme. Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak usang berselang pak Brata mencabut penisnya dan saya didatangi oleh Hans dan Faisal yag tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Hans membawa baby oil. “Untuk apa?” tanyaku. “Sudahlah nikmati saja” begitu kata Hans.
Karena memang gairahku masih diatas balasannya saya tidak pedulikan lagi. Tak usang mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan saya iyakan saja toh saya juga terbiasa dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Hans menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya kemudian kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku. Tadinya saya ingin berontak, tetapi Faisal memegangi tubuhku dengan bersahabat supaya tidak berontak. Terasa sedikit sakit ketika penis Hans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian sehabis masuk terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina. Lalu Hans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan gres beberapa dikala Hans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan saya diatasnya. Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku.
Tak usang kemudian Faisal menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah bangun tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang. Akhirnya Faisal memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Hans beliau menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku. Sebuah pengalaman luar biasa yang belum saya alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Brata merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan yummy dipandang. Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, sebab rasa nikmat yang luar biasa. Dan balasannya Faisal dan Hans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Hans mengerluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Faisal di dalam vaginaku.
Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat. Setelah kami makan balasannya saya izin untuk pulang dan tidak lupa menciptakan akad untuk pertemuan berikutnya dengan mereka.
Setelah tragedi itu saya mencicipi tidak nafsu lagi dengan Toni ketika beliau mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja saya tidak merasa puas. Karena saya sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana. Dan sehabis semua hutang-hutang Toni lunas saya sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah hingga pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada balasannya akupun jujur kepada Toni wacana hal yang selama ini terjadi. Dia terkejut, tapi tak biasa murka sebab saya melaksanakan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah kutanyai apakah beliau ingin menuntut cerai diriku, beliau tidak mau menceraikanku dengan alasan beliau masih sayang. Aku memperlihatkan syarat kepada Toni yaitu, saya bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun saya mau tanpa harus dicemburui. Akhirnya Toni menyetujuinya, sebab masih menyayangiku.
Pernah suatu dikala ketika Toni pulang ke rumah beliau mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga laki-laki tersebut. Ketika beliau akan pergi justru beliau dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Brata, Hans dan Faisal. Bahkan beliau juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melaksanakan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Toni dan memang penis Toni menjadi terlihat kecil sekali. Sebenarnya saya kasihan melihatnya diperlakukan ibarat itu. Tetapi sebab hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan beliau dan saya hana melayani penis-penis raksasa yang sanggup memuaskan vaginaku
itulah sekumpulan Cerita sex diperkosa dari mesumsex, semoga dengan itu kalian bisa mendapatkan hasrat yang lebih nikmat lagi woyooo...
Pada dikala itu saya hanya bisa menemani Toni di sisinya menghadapi kata-kata berangasan orang yang dihutangi oleh Toni. Aku sendiri melihat gelagat yang gila dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arahku. Aku sendiri memang memiliki badan yang cukup manis menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk wanita lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36.
Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Toni selalu sanggup memuaskanku walaupun beliau ialah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja. Beberapa hari sehabis rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, saya melihat orang tersebut di jalan ketika saya mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya saya akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Toni pada orang tersebut, tapi ditengah jalan saya memiliki pikiran lain. Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya. Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi balasannya saya memiliki niat lain. Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu.
Setelah saya mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian saya memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut. Rumah orang itu memang sangat besar dan sangat mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku balasannya kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak usang kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir ialah pesuruh di rumah itu keluar.
“Nyari siapa bu?”
“Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut.
“Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.”
“Bilang aja dari istrinya pak Toni.”
Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak usang berselang beliau keluar lagi untuk membukakan pagar.
“Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku. Langsung saja saya menuju ke arah yang ditunjuknya.
Sebuah pintu dari kayu jati dengan goresan yang sangat cNanik. Belum juga saya hingga ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya ialah orang yang kucari. Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan menyeramkan yang ditunjukkannya pada dikala menagih hutang tidak ada sama sekali pada dikala saya datang. Justru saya menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia eksklusif menjabat tanganku sambil menyebut namanya. Ceita Sex Diperkosa BOS
“Brata. Mari masuk bu…”
“Nani” Jawabku eksklusif ketika melihat beliau kebingungan.
“Oh iya. Bu Nani silahkan masuk”
Aku eksklusif masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Brata eksklusif memersilakan saya untuk duduk.
“Mau minum apa bu Nani?”
“Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur.
Akhirnya Pak Brata menyuruh pembantunya untuk menyebarkan sirup.
Sambil menunggu minuman tiba pak Brata memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah beliau tahu kalau saya gugup dan grogi bertemu dengannya. Kuakui beliau ialah sosok yang bisa menciptakan pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga beliau tampaknya tidak pernah kehabisan materi omongan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru saya semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi. Obrolan kami sempat terhenti sebab pembantu pak Brata tiba membawakan minuman pesananan majikannya. Cerita Hot Gara Gara Hutang
“Silahkan diminum bu Nani”
“Oh iya pak. Terima kasih.” Tak usang eksklusif saja kuteguk minuman yang disuguhkan.
“Koq sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku unuk memulai dialog kembali.
“Istri saya sudah usang meninggal.”
“Oh maaf pak, saya gak tahu”
“Oh gak apa-apa. Oh iya bu Nani sudah berapa usang menikah dengan pak Toni?”
“Tiga tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Toni gak pernah punya kerjaan tetap. Makara makin usang makin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi hingga kini kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat sedikit ke pak Brata.
Setelah disinggung soal hutang, pak Brata balasannya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan beliau juga bercerita bahwa bersama-sama suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Brata. Jujur saja saya kaget, sebab selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Brata sudah menyimpan planning sendiri yang kurang lebih ibarat dengan rencanaku. Dan balasannya planning itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan saya mau diajak bercinta dengannya. Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap saya melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke setiap orangnya. Ini berarti saya harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya saya layani sepuluh kali. Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang ibarat itu, tapi demi melunasi hutang suamiku balasannya saya sanggupi permintaannya. Akhirnya saya disuruh kembali lagi keesokan harinya, sebab hari itu Pak Brata sudah memiliki akad dengan rekan bisnisnya. Sebelum pulang saya menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Brata berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya niscaya akan satu bunyi dengannya.
Akhirnya keesokan harinya saya tiba kembali ke rumah Pak Brata. Hari itu saya untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain. Aku tiba dengan pakaian tetap casual saja. Toh pikirku nNaninya pakaian ini juga tidak berkhasiat sebab ketika saya menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang terang saya mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama kalinya saya akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku. Dan yang terang saya juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas. Sesampainya di rumah Pak Brata saya disambut dengan hangat, Pak Brata mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung mendapatkan perlakuan yang diberikan kepadaku, sebab beliau bukan suamiku. Tetapi saya sendiri tidak pernah diperlakukan ibarat itu oleh suamiku. Saat itu saya merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak memperlihatkan bahwa beliau hawa nafsunya, tapi justru memperlihatkan perilaku seorang lelaki remaja yang membuatku sedikit “terbius” oleh perlakuannya.
Setelah sambutan hangatnya saya eksklusif diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup glamor bagiku. Dan rupanya Pak Brata telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya. Ketika saya masih terpesona dengan kamarnya yang glamor tiba-tiba beliau memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut menciptakan diriku agak memberontak. Tetapi beliau meyakinkan diriku untuk damai dan menikmati saja saat-saat tersebut. Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang terang membuatku terangsang. Lalu beliau membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan.
“Boleh kupanggil Nani saja?” tanyanya padaku.
“Hmm.. boleh aja pak”
“Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Brata. Supaya lebih mesra.”
“Iya Brata. Boleh aja kalau kau mau panggil saya Nani.” saya mulai menikmati keadaan.
“Hmm.. Nani. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.”
“Apa itu?”
Belum beliau menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka. Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu terang saja menciptakan saya kaget.
“Ini beliau kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita.”
“Tapi Brata…” “Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta.”
Sebenarnya saya agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi sebab suasana yang tercipta sudah kunikmati balasannya saya menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya. Temannya yang satu berjulukan Faisal, keturunan Arab memiliki dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya berjulukan Hans, keturunan Cina. Tapi yang terang ketiganya memiliki postur badan yang sama. Tinggi besar dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan memiliki badan yang tidak sebagus mereka. Jujur saja rahasia saya mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga. Cerita Mesum Gak Bayar Hutang
Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romNanis di kamar Pak Brata, tapi saya sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya. Tiba-tiba saja Pak Brata sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal terang terkejut, walaupun tidak usang dan eksklusif membalas ciuman dari Pak Brata. Tak usang berselang Faisal dan Hans eksklusif bergabung. Faisal tiba dari belakangku dan eksklusif menciumi leherku sedangkan Hans eksklusif ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini terang saja menciptakan nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan balasannya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku.
Setelah itu bajuku dan celana panjang yang saya pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang saya kenakan. Hal ini terang saja menciptakan mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku. Dan tak usang berselang bra dan cdku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga saya benar-benar bugil. Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan aib di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun. Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan saya benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua memiliki ukuran penis yang sangat besar bagiku. Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak sanggup membedakan secara niscaya punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang terang berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm. Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan ingin tau bercampur aduk di diriku. Takut sebab belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran sebab wanita mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis ibarat itu.
Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan sehabis itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergNanian. Lalu kulakukan ajakan itu dengan bahagia hati walaupun agak bersusah payah. Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka menciptakan saya agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama balasannya saya bisa menguasai keadaan juga. Ketika saya mengoral penis pak Brata kedua tanganku mengocok penis Hans dan Faisal, begitu seterusnya. Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku.
“Aarrrgghhh nikmat sekali seponganmu Nani” ucapan itu terlontar dari Faisal ketika menerima giliran dioral olehku. Hans menerima giliran terakhir untuk kuoral.
Dan ketika giliran Hans mereka membimbingku ke arah daerah tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Hans sambil terlentang sementara penis Hans berada di atas mulutku. Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Hans, tiba-tiba kurasakan rangsangan mahir di kedua payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Faisal sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku. Sedangkan Pak Brata berada di selangkanganku, beliau terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja saya mengoral Hans sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa sebab mulutku disumpal penis Hans) keenakan sebab perlakuan kedua orang tadi terhadap dua daerah sensitif di tubuhku. Tak usang kemudian Hans melepaskan penisnya dari mulutku kemudian bergabung dengan Faisal untuk menikmati payudaraku. Faisal menggarap payudara kiriku sedangkan Hans yang kanan pak Brata tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang mahir sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau. Cerita Sex Gara Gara hutang
“Aarrrrgghhh, nikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss”
Akhirnya saya hingga juga pada orgasmeku yang pertama. Tak usang kemudian saya mencicipi sesuatu melekat di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Brata sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku mencicipi penis pak Brata semakin usang semakin mendesak vaginaku. Aku merasa ibarat perawan lagi sebab begitu susahnya penis pak Brata memasuki vaginaku. Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Toni yang kini menjadi biasa bagiku. Terbantu oleh vaginaku yang sudah lembap balasannya penis pak Brata berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Brata mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku. “Arrrghhh Brata… terus… cepetin donkk.. ent*tin…” saya sudah meracau tak karuan sebab penis pak Brata yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa. Ditambah lagi Hans dan Faisal yang masih sibuk dengan kedua payudaraku.
Akhirnya sehabis dirasa lancar pak Bratapun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja saya sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Brata masih besar lengan berkuasa menggoyang penisnya. Makin usang makin cepat dan cepat hingga balasannya saya tak tahan dan hingga pada orgasme ku yang kesekekian kali. Setelah agak usang terasa goyangan pak Brata semakin cepat dan cepat kemudian hingga pada goyangan beliau yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. Dan saya bisa mencicipi kalau beliau orgasme. Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak usang berselang pak Brata mencabut penisnya dan saya didatangi oleh Hans dan Faisal yag tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Hans membawa baby oil. “Untuk apa?” tanyaku. “Sudahlah nikmati saja” begitu kata Hans.
Karena memang gairahku masih diatas balasannya saya tidak pedulikan lagi. Tak usang mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan saya iyakan saja toh saya juga terbiasa dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Hans menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya kemudian kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku. Tadinya saya ingin berontak, tetapi Faisal memegangi tubuhku dengan bersahabat supaya tidak berontak. Terasa sedikit sakit ketika penis Hans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian sehabis masuk terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina. Lalu Hans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan gres beberapa dikala Hans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan saya diatasnya. Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku.
Tak usang kemudian Faisal menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah bangun tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang. Akhirnya Faisal memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Hans beliau menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku. Sebuah pengalaman luar biasa yang belum saya alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Brata merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan yummy dipandang. Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, sebab rasa nikmat yang luar biasa. Dan balasannya Faisal dan Hans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Hans mengerluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Faisal di dalam vaginaku.
Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat. Setelah kami makan balasannya saya izin untuk pulang dan tidak lupa menciptakan akad untuk pertemuan berikutnya dengan mereka.
Setelah tragedi itu saya mencicipi tidak nafsu lagi dengan Toni ketika beliau mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja saya tidak merasa puas. Karena saya sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana. Dan sehabis semua hutang-hutang Toni lunas saya sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah hingga pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada balasannya akupun jujur kepada Toni wacana hal yang selama ini terjadi. Dia terkejut, tapi tak biasa murka sebab saya melaksanakan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah kutanyai apakah beliau ingin menuntut cerai diriku, beliau tidak mau menceraikanku dengan alasan beliau masih sayang. Aku memperlihatkan syarat kepada Toni yaitu, saya bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun saya mau tanpa harus dicemburui. Akhirnya Toni menyetujuinya, sebab masih menyayangiku.
Pernah suatu dikala ketika Toni pulang ke rumah beliau mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga laki-laki tersebut. Ketika beliau akan pergi justru beliau dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Brata, Hans dan Faisal. Bahkan beliau juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melaksanakan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Toni dan memang penis Toni menjadi terlihat kecil sekali. Sebenarnya saya kasihan melihatnya diperlakukan ibarat itu. Tetapi sebab hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan beliau dan saya hana melayani penis-penis raksasa yang sanggup memuaskan vaginaku
itulah sekumpulan Cerita sex diperkosa dari mesumsex, semoga dengan itu kalian bisa mendapatkan hasrat yang lebih nikmat lagi woyooo...
0 Komentar untuk "Cerita Hitam Dongeng Seks Memalukan Saya Di Perkosa Gara Gara Banyak Hutang"