Kisah seks pacar ku, gairah seks ketika pacar di gauli org lain , dongeng mesum bergambar, dongeng bokep anak abg berilmu balig cukup akal - Ardi (23) dan pacarnya Lina (21) masih sama2 menempuh kuliah disebuah sekolah tinggi tinggi negeri populer dikota Malang.”Anjrit Di, pacar lo bener2 Toge Pasar dech..hahaha”, hampir semua teman2 Ardi bilang ibarat itu. Ya Lina memang memeliki dada dan pantat yang bisa dikatakan montok.
Tidak heran Banyak sahabat Ardi yang beropini ibarat itu. Setiap hari tertentu mereka sering menginap disebuah villa (atau lebih tepatnya losmen sebab bentuknya yg ibarat kamar2 kontrakan) favorit mereka didaerah wisata S********* dibilangan kota Batu.
Tanpa sadar setiap mereka menginap di villa itu ada sepasang mata yang selalu mengawasi mereka terutama Lina. Sebut saja Joko (45) suami dari Tarni (37) perawat villa yang biasa mengantarkan handuk higienis dan sabun setiap ada tamu yang datang. Joko berkerja sebagai penjaga gerbang divilla itu. Dan Joko sangat hafal hari dan jam berapa Ardi dan Lina datang. Sore itu Tarni sudah berkemas2 sebab ada keluarganya yang sakit di Surabaya. Namun sebab ada tamu tiba beliau ingin menyiapkan keperluan tamunya dulu. Disinilah niat jahat Joko muncul, Karena bersama-sama Joko sudah usang terpesona dengan kemolekan tubuh Lina.
Ketika Tarni hendak mengantarkan keperluan tamunnya dengan sigap Joko menghentikannya “Bu’e berangkat saja…nanti kemaleman dijalan, biar saya saja yang mengantarkan keperluan tamu”, ujar Joko. “Baiklah pa’e..titip rumah sama villa ya..bu’e sama Tole (anak laki2nya) paling cuma pergi 2hari”, dan tidak usang sesudah itu Tarni pulang kerumah yang memang berada dibelakang villa untuk kemudian pergi. Joko pun tersenyum lebar mendengar ucapan Tarni.
Sementara itu didalam kamar Ardi sedang mengusut kado yang memang sudah dibawanya. Hari itu Lina memang sedang berulang tahun dan Ardi bermaksud ingin memperlihatkan kejutan kepada Lina.
” Yank saya punya kado special niy buat kau ” sambil menunjukan sebuah bungkasan kecil kepada Lina. ” Apa itu Yank…? ” Tanya Lina sambil tersenyum. ” Wah tapi ada saratnya nih “. Jawab Ardi.
” Apa sih saratnya? kau bikin ingin tau aja dech” ujar Lina. ” Mata kau harus ditutup dulu dan jgn dibuka hingga saya yang bukain “. ” OKe..!! “jawab Lina bersemangat. Setelah menutup rapat mata Lina , Ardi berniat memasangkan cincin ketika Lina sedang bugil,
dan mereka dikelilingi lilin2 ketika bercinta. Ketika sedang asik dengan lili2nnya Ardi terkejut mendengar bunyi pintu kamar mereka diketuk. ” Sebentar ya yank itu paling Bu Tarni nganterin anduk sama sabun ” ujar Ardi. Mendengar ucapan Ardi, Lina hanya menganggukan kepalanya.
Sempet kaget juga pas membuka pintu yang mengantarkan bukannya Bu Tarni tapi malah Pak Joko. “Loh kok malah Bapak yang nganterin ??”, tanya Ardi bingung. “iya mas istri gres saja menjenguk sodaranya yang sakit diSurabaya, sebab takut kemalaman makanya biar saya saja yang mengantarkan”, jawab Joko ramah. Ketika sedang memperlihatkan handuknya, tiba2 saja Joko eksklusif mendekap tubuh Ardi yang memang lebih kecil dari belakang.
Lalu leher belahan belakang Ardi dipukul dan seketika itu pula Ardi pingsan. Sebenarnya letak villa itu jauh dari keramaian dan sedikit terpencil, namun supaya tidak menggangu agresi busuknya Joko mengikat tangan dan kaki Ardi juga tidak lupa menyumpal lisan Ardi dengan kertas dan diplester. Setelah merasa cukup kondusif Joko mengunci pintu dan mendudukan Ardi disebuah dingklik yang dihadapkan kespring bed. Ketika melihat Lina yang duduk diranjang dngn mata tertutup Joko tampak bahagia ” Wah gak perlu susah payah ngentot nih anak, niscaya beliau pikir saya pacarnya ” ucap Joko dalam hati. ” Yank kok usang sih surprisenya?? ” tanya Lina semakin. ” Apa Surprise ?”. Senyum Joko semakin mengembang.
Joko Cuma membisu dan beliau eksklusif menghampiri Lina kemudian coba membuka resleting jaketnya. Joko sangat terkejut sesudah menanggalkan jaket Lina, Karena ternyata beliau eksklusif bisa melihat dua bukit kembar sebesar jeruk bali hanya ditutupi bra sedikit trasnparan bewarna merah. Joko membantu Lina berdiri, sebab yakin itu Ardi Lina mulai membuka bra dan jeans ketatnya. Joko pun semakin melenelan ludah dalam2 dan setengah tak percaya apa yang sedang dilihatnya. “mimpi apa saya semalem?” pikir Joko. Lina coba meranggkul dan mencium Joko sebab beliau pikir itu Ardi.
Tapi buru2 Joko menahan bibir mungil Lina “ssssssssttttttt,,,,,,”. Lina pun terdiam. Joko menuntun Lina berbaring diranjang dan mengikat kedua pergelangan tangannya diujung ranjang. Lina terlihat pasrah sambil berucap, “aduuh yank kok pake diiket2 segala sih, eksklusif kesurprisenya aja dong saya dah gak tahan nih…”. Mendengar bunyi Lina yang manja Joko eksklusif memulai menjilati kaki Lina yang sengaja tak diikatnya, “ sssshhh geli yank “ Lina mendesah mencicipi ada pengecap yg mengjilati seluruh kakinya. Desahan Lina semakin menjadi ketika pengecap Joko mulai mengarah kepaha dan selangkangan. Lidah Joko sempat terhenti didepan m***k yang masih terbungkus G-string.
Joko sedikit menggeser dan mulai memainkan lidahnya dibibir vagina Lina. Sesekali lidahnya dimasukan dalam2 ke m***k yang memang jauh lebih wangi dibandingkan milik istrinya. Lina sedikit kaget ketika jari yang lebih besar mulai dimasukkan kedalam lobang nikmatnya. Tapi Lina hanya bisa menikmati perlakuan “terus yank..lebih dalam lagi”. Ujarnya semakin lirih sebab birahinya mulai memuncak. Hampir 10 menit Joko menjilat klirotis dan mengocok m***k Lina ketika tiba2 seluruh tubuh Lina menegang dan menyemburkan cairan kewajah Joko. Tubuh Lina masih lemas sebab orgasme pertamanya ketika Joko bangun dan membuka seluruh pakainnya.
Tamparan keras menyadarkan Ardi . “ Hey terbelakang jgn pingsan aja, kau harus liat pacar kau bakal ketagihan ngerasain rudal saya yang besar ini…hahaha”. kalimat itu yang dibisikan Joko ketelinga Ardi. “ Hhmmmmppphhhh”. Cuma itu yang bisa Ardi ucapkan. Ardi sempat terpaku ketika melihat ukuran k****l Joko yg 3x lebih besar dibanding miliknya. Tampak pas dengan tubuh kekar dan hitamnya. Tapi Ardi hanya bisa menggoyang-goyangkan dingklik sambil mengeluarkan suara2 abnormal dari mulutnya yang terhalang plester. Tampak wajah penuh penolakan melihat sebentar lagi perempuan yang sangat dikasihinya akan digenjot oleh laki-laki lain yang mempunyai konti 3x lipat lebih besar dari miliknya. Ardi hanya bisa pasrah menyaksikan kejadian itu.
Ardi hanya bisa melihat dari samping ranjang dengan tangan dan kaki terikat serta lisan yang disumpal ketika Joko mulai menaiki ranjang melepas epilog terakhir di tubuh Lina. Joko melirik sambil tersenyum kearah Ardi ketika rudal miliknya digesek-gesekkan kevagina Lina yang memang gres dicukur. “ Ssssshhh Yank ayo dimasukin saya udah gatel banget nih “. Desah Lina. Joko yang memang sudah sangat kasar mulai mencoba memasukan k****lnya perlahan, gres topi bajanya yang masuk bibir vagina & klirotis Lina sudah ikut tertarik kedalam .
4 hingga 5 kali dorongan barulah seluruh k****l Joko menghilang ditelan m***k sempit Lina.” aaaaaacchh “, erangan panjang dari lisan Lina. Dia sangat galau kenapa konti Ardi bisa jadi sangat besar , “apa ini surprise dari Ardi…? “ pikir Lina. Yang terang ada sensasi yg jauh lebih nikmat dirasakan Lina ketika k****l yang jauh lebih besar menyundul lisan rahimnya seakan2 tidak ada tempat lagi dilobang vaginanya. “ Kok bisa lobang sesempit itu dimasukin konti sebesar itu???”, pikir Ardi. Joko yg memang jauh lebih pengalaman coba memainkan birahi Lina.
Sambil memejamkan mata beliau hanya mendiamkan k****l besarnya dilobang Lina. Dan ketika merasa Lina sudah mulai bisa mendapatkan barulah Joko memaju mundurkan pantatnya pelan2. “aaachh sssshh”,hanya bunyi itu yang bisa Lina ucapkan. Joko pun makin bersemangat mendengarkan desahan2 Lina. Melihat belahan ini tanpa sadar Batang Ardi menegang. Karena belum pernah Ardi melihat Lina digenjot laki-laki lain didepan matanya.
Hampir 20 menit tubuh putih mulus Lina digarap Joko. Lina tampak lemas sebab selama ditunggangi Joko sempet 2x Lina orgasme. Ardi hingga terheran2 sebab biasanya Lina jarang bisa orgasme. Apalagi sering kali Ardi sudah keburu keluar ketika Lina gres mau sampai. Mengetahui Lina melemah Joko menghentikan gerakannya. Ada rasa lega tapi juga kehilangan dirasakan Lina ketika k****l Joko dicabut dari lobangnya.
Memahami kelelahan Lina , kedua puting mungil Lina dihisap dalam2 oleh Joko. Lidah Joko perpetualang keseluruh dada dan leher Lina. Sambil sesekali Joko memasukan kepala k****lnya ke lobang Lina. Terlihat bekas merah bekas cupangan Joko didaerah dada dan leher Lina. Menerima serangan ini birahi Lina kembali naik . “Yank masukin lagi ya” , ucapan terakhir Lina sebab ketika Joko kembali menggenjot m***k sempit Lina hanya rintihan dan erangan yang keluar dari bibir Lina. 5 menit berselah Joko masih terlalu perkasa hingga hasilnya terpikir oleh Joko untuk membuka epilog mata Lina supaya beliau tau bahwa yang sebenanya sedang menungganginya bukan pacarnya melainkan Lelaki biadab berjulukan Joko.
Sambil menghisap puting Lina , Joko coba membuka kain yang dipakai untuk menutup matanya. “Paaachh ooch jaanggannh’’, Lina tak percaya apa yg sedang terjadi. Dihadapannya ada Bapak2 renta yg sedang mengerjainya. “ampuuunnhh paaacckh , suudaaahh “, pinta Lina memelas. Saat matanya menatap Ardi tak berdaya ada rasa sedih tapi rasa itu bermetamorfosis nikmat ketika k****l Joko terus menghujam vagina yang selama ini hanya diberikan kepada Ardi.
Lina juga kagum mencicipi keperkasaan Joko sebab sudah hampir 1 jam Lina digarap Joko belum ada tanda2 Joko mau mengeluarkan spermanya malahan Lina terus mengalami orgasme beruntun. “ ssssshhhh aaaccch suuudaaah paaakkhh “, sesekali ucapan itu keluar ketika serangan rudal raksasa milik Joko terus menerus diterimanya. Sebenarnya Lina juga menikmati pergumulan itu hanya saja di selalu memalingkan wajahnya dari hadapan Ardi yang dari tadi memperhatikan mereka. Lina masih menjaga perasaan Ardi.
Lagi2 Lina hampir mencapai puncak begitupun Joko, mengetahui hal itu Joko mempercepat gerakannya, tak hanya itu Joko juga membuka ikatan tangan Lina. “aakkuu keeeluuarrh paakhh” , Teriak Lina. “ Iyaaa Saayaangg akkuu juuggaa..aaachhhh “. Dan yang menciptakan Ardi sangat tercengang melihat kejadian itu , dimana tangan Lina yang sudah tidak terikat menekan erat2 pantat Pak Joko seakan tau mau melepasnya ketika cairan hangat menyembur dari m***k sempitnya.
Disaat yang sama Joko menumpahkan begitu banyak sperma di liang vagina Lina, hal yang belum pernah dilakukan Ardi sebelumnya karna takut Lina hamil. Tapi memang birahi Lina yang sudah tidak terkontrol lagi Lina sudah tidak peduli akan hal itu. Ardi berpikir Lina juga menikmati perlakuan Joko terhadapnya. Dan yang lebih menciptakan Ardi cemburu sekaligus murka ketika sadar atau tidak Lina melumat Joko dengan penuh mesra dan tanpa paksaan layaknya suami istri yang kelelahan sesudah habis2an bertarung diranjang. Setelah rudal Joko mulai mengecil barulah beliau menariknya dan bangun. Lina tampak sangat kelelahan .
“ Nak bagus kini ayo kita mandi dan jangan melawan jikalau masih mau selamat “ ujar Joko dengan nada mengancam. Lina sempat melihat Ardi dan bilang “ sorry honey “. Ardi pun hanya pasrah melihat Lina digiring kekamar mandi yang ada sudut kamar. Dan Ardi hanya bisa membayangkan apa yang bakalan terjadi disana.
Akal bulus Joko tidak berhenti hingga disitu sesampainya dikamar mandi Joko teringat ucapan Lina wacana Surprise hasilnya beliau coba menghasut Lina. “ maaf ya cantik, saya sebenernya tidak mau melaksanakan hal ini ke perempuan baik2 ibarat kamu”. Ujar Joko coba mempengaruhi Lina. “ Tapi bersama-sama semua ini rencana pacar kau itu. Dia meminta saya menjalankan kemauannya untuk menciptakan kejutan kepadamu”. “Pacarmu bilang beliau pengen ngeliat kau dientot lelaki lain”. Joko memperjelas lagi. “ Apaaa…!! Kaprikornus ini scenarionya Ardi. Sial betul dia, memang saya cewe apaan..” Lina naik darah mulai terhasut kebohongan Joko. “ Baiklah klo itu mau nya, beliau akan melihat semuanya.” Ucap Lina lagi.
Lina yang emosi sebab tipuan Joko bermetamorfosis binal. Dia membuka pintu kamar mandi dan menarik Joko disudut kamar mandi. Dari arah itu Ardi sanggup melihat dengan sangat terang Lina dan Joko saling bertukar pengecap sambil berpelukan mesra. Ardi pun semakin binggung melihat perubahan perilaku Lina itu. Lina yang tadinya pendiam dan sempat iba melihat Ardi berubah menjadi binal dengan tatapan matanya seakan ingin menunjukan sesuatu kepada Ardi.
“ aaachhh enakkhh sayaaanghh “ ringis Joko keenakan ketika pengecap Lina mulai menjalar keleher dan menghisap puting hitam Joko. Tidak berhenti hingga kesitu jilatan Lina mulai turun keselangkangan Joko. K****l besar itu mulai dihisap Lina, walau terlihat agak kesulitan tapi batang Joko bisa dihisapnya dalam2 sambil sesekali jilatannya diarah kan ke buah pelir Joko dengan lihai.
Joko menarik Lina berdiri dan membalik tubuh sexy Lina menghadap ke pintu. Joko jongkok dan mulai menghisap rakus kemaluan Lina. “ Yaa sayaanggh isaaaph teerrruuuzz sshhhh”, racau Lina mulai bangun lagi birahinya. Joko mulai kesetanan beliau berdiri dan mulai memasukan batangnya kevagina Lina. “ sssshhh ooohhh” Desah Lina ketika seluruh batang Joko dimasukkan. Joko mulai menggenjot sambil tangannya meraba dan memutar2 kedua puting Lina dari belakang.
“plok plok plok plok” terdengar bunyi dua kelamin yang beradu. “k****l muuu enaaak sayaangg…teruuuzz entooot akuu…”. Joko tidak bisa menjawab sebab tiba2 Lina menengok kebelakang dan eksklusif menyambar bibir Joko. Lina yang birahinya sudah tak beraturan menahan gerakan Joko dan melepaskan kemaluaannya, kemudian menyuruh Joko duduk diclosed dan menaiki batang perkasa Joko. Bak penunggang Rodeo Lina bergoyang sangat liar.
15 menit berselang Joko mencoba berdiri sambil menggendong Lina dengan k*****l yang masih menancap. Dan tanpa aba2 Joko menutup pintu kamar mandi untuk kemudian kembali mengerjai Lina sepuas hatinya. Ardi ingin tau akan apa yang terjadi didalam sana. Hanya jeritan kenikmatan Lina dan Joko yang bisa didengar Ardi.
Selama 40 menit didalam sana Ardi sempat mendengar beberapa kali Lina berteriak histeris mengambarkan lagi Lina menerima orgasme beruntun dan terakhir Joko melenguh panjang. Ardi gres bisa bernafas lega ketika jeritan2 tadi menghilang dan hanya terdengar bunyi kucuran shower mengambarkan 2 manusia didalamnya sedang mandi bersama layaknya kekasih yang sedang kasmaran.
Joko dan Lina sudah berlilitkan handuk sekeluarnya dari sana. Lina menggandeng tangan Joko dan bilang “ sayang abis ini kita makan dulu yuk, saya laper nih…” ajak Lina manja. Joko menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Kemudian mereka berpakaian , Lina sama sekali tidak melirik kearah Ardi seolah-olah hanya ada Lina dan Joko diruangan itu.
Akhirnnya Ardi hanya bisa mendengar pintu ditutup dan bunyi motor yang mulai menjauh meninggalkannya sendiri. Udara kota Batu yang hambar menciptakan Ardi tertidur.
2 jam berselang Ardi masih tertidur diposisinya semula. Sampai hasilnya Ardi terbangun dan melihat Joko berjongkok membelakanginya sambil bibirnya menjelajahi seluruh kemaluan Lina yang duduk dipinggir ranjang sambil tangannya menjambak rambut Joko. Menyadari korbannya terbangun Joko menghentikan aktifitasnya. “ Sayang saya mau liat dong , seberapa besar lengan berkuasa laki2 sialan ini “. Lina tersenyum seolah tau kemaun Joko dengan sigap Lina pun membuka celana Ardi dan eksklusif memasukan batang Ardi yang memang sudah berdiri melihat belahan Lina dan Joko barusan. Tanpa komando Lina mulai bergoyang dipangkuan Ardi. Lina mencicipi hambar sebab batang Ardi memang tidak seperkasa milik Joko.
15 detik bertahan hasilnya Ardi mengeluarkan spermanya. Lina semakin mempercepatnya kocokannya tapi tersadar sebab k****l Ardi tiba2 menciut dan keluar sendiri dari lobang Lina. Sambil berdiri Lina membersihkan vaginanya dengan handuk. “ Ach bikin kotornya aja nih..!!! emang dasar cowo loyo…!!!”, Lina marah2. Sambil tersenyum puas Joko mengampiri Ardi , “Hey tolol Cuma segitu kemampuanmu ?”. hardik Joko
“ Sekarang kau liat bagaimana seharusnya memperlakukan perempuan secantik ini” ucapnya terhadap Ardi.
Merasa tersanjung Lina pun memeluk mesra tubuh kekar Joko seraya berucap,
“ Ach sayang kau bisa aja, ayo kita mulai lagi…aku dah gak tahan disodok punyamu yang perkasa ini, gak kaya punya cowo sialan itu…LOYO …!!!sambil menggengam batang Joko. Ardi Cuma semakin lemas dan pasrah mendengar ucapan Lina tadi.
Sepanjang malam itu Lina dan Joko menumpahkan birahinya diatas ranjang tentunya dihadapan Ardi. Semua posisi dicoba oleh Joko . Entah berapa kali Joko sudah memuncratkan spermanya divagina sempit itu. Sedangkan Ardi juga berulang kali mendengar jeritan histeris dari Lina ketika mendapatkan orgamse. Barulah sekitar pukul 3 pagi Lina tertidur dipelukan Joko.
Ardi sanggup melihat Joko dan Lina yang tidak berbusana ketika tertidur sambil berpelukan mesra layaknya suami istri yang kelelahan sesudah bertarung habis-habisan diranjang. Ardi hanya bisa termenung menyaksikan kejadian itu dan hasilnya Ardi pun tertidur tanpa bisa berbuat apa-apa.
Tanpa sadar setiap mereka menginap di villa itu ada sepasang mata yang selalu mengawasi mereka terutama Lina. Sebut saja Joko (45) suami dari Tarni (37) perawat villa yang biasa mengantarkan handuk higienis dan sabun setiap ada tamu yang datang. Joko berkerja sebagai penjaga gerbang divilla itu. Dan Joko sangat hafal hari dan jam berapa Ardi dan Lina datang. Sore itu Tarni sudah berkemas2 sebab ada keluarganya yang sakit di Surabaya. Namun sebab ada tamu tiba beliau ingin menyiapkan keperluan tamunya dulu. Disinilah niat jahat Joko muncul, Karena bersama-sama Joko sudah usang terpesona dengan kemolekan tubuh Lina.
Ketika Tarni hendak mengantarkan keperluan tamunnya dengan sigap Joko menghentikannya “Bu’e berangkat saja…nanti kemaleman dijalan, biar saya saja yang mengantarkan keperluan tamu”, ujar Joko. “Baiklah pa’e..titip rumah sama villa ya..bu’e sama Tole (anak laki2nya) paling cuma pergi 2hari”, dan tidak usang sesudah itu Tarni pulang kerumah yang memang berada dibelakang villa untuk kemudian pergi. Joko pun tersenyum lebar mendengar ucapan Tarni.
Sementara itu didalam kamar Ardi sedang mengusut kado yang memang sudah dibawanya. Hari itu Lina memang sedang berulang tahun dan Ardi bermaksud ingin memperlihatkan kejutan kepada Lina.
” Yank saya punya kado special niy buat kau ” sambil menunjukan sebuah bungkasan kecil kepada Lina. ” Apa itu Yank…? ” Tanya Lina sambil tersenyum. ” Wah tapi ada saratnya nih “. Jawab Ardi.
” Apa sih saratnya? kau bikin ingin tau aja dech” ujar Lina. ” Mata kau harus ditutup dulu dan jgn dibuka hingga saya yang bukain “. ” OKe..!! “jawab Lina bersemangat. Setelah menutup rapat mata Lina , Ardi berniat memasangkan cincin ketika Lina sedang bugil,
dan mereka dikelilingi lilin2 ketika bercinta. Ketika sedang asik dengan lili2nnya Ardi terkejut mendengar bunyi pintu kamar mereka diketuk. ” Sebentar ya yank itu paling Bu Tarni nganterin anduk sama sabun ” ujar Ardi. Mendengar ucapan Ardi, Lina hanya menganggukan kepalanya.
Sempet kaget juga pas membuka pintu yang mengantarkan bukannya Bu Tarni tapi malah Pak Joko. “Loh kok malah Bapak yang nganterin ??”, tanya Ardi bingung. “iya mas istri gres saja menjenguk sodaranya yang sakit diSurabaya, sebab takut kemalaman makanya biar saya saja yang mengantarkan”, jawab Joko ramah. Ketika sedang memperlihatkan handuknya, tiba2 saja Joko eksklusif mendekap tubuh Ardi yang memang lebih kecil dari belakang.
Lalu leher belahan belakang Ardi dipukul dan seketika itu pula Ardi pingsan. Sebenarnya letak villa itu jauh dari keramaian dan sedikit terpencil, namun supaya tidak menggangu agresi busuknya Joko mengikat tangan dan kaki Ardi juga tidak lupa menyumpal lisan Ardi dengan kertas dan diplester. Setelah merasa cukup kondusif Joko mengunci pintu dan mendudukan Ardi disebuah dingklik yang dihadapkan kespring bed. Ketika melihat Lina yang duduk diranjang dngn mata tertutup Joko tampak bahagia ” Wah gak perlu susah payah ngentot nih anak, niscaya beliau pikir saya pacarnya ” ucap Joko dalam hati. ” Yank kok usang sih surprisenya?? ” tanya Lina semakin. ” Apa Surprise ?”. Senyum Joko semakin mengembang.
Joko Cuma membisu dan beliau eksklusif menghampiri Lina kemudian coba membuka resleting jaketnya. Joko sangat terkejut sesudah menanggalkan jaket Lina, Karena ternyata beliau eksklusif bisa melihat dua bukit kembar sebesar jeruk bali hanya ditutupi bra sedikit trasnparan bewarna merah. Joko membantu Lina berdiri, sebab yakin itu Ardi Lina mulai membuka bra dan jeans ketatnya. Joko pun semakin melenelan ludah dalam2 dan setengah tak percaya apa yang sedang dilihatnya. “mimpi apa saya semalem?” pikir Joko. Lina coba meranggkul dan mencium Joko sebab beliau pikir itu Ardi.
Tapi buru2 Joko menahan bibir mungil Lina “ssssssssttttttt,,,,,,”. Lina pun terdiam. Joko menuntun Lina berbaring diranjang dan mengikat kedua pergelangan tangannya diujung ranjang. Lina terlihat pasrah sambil berucap, “aduuh yank kok pake diiket2 segala sih, eksklusif kesurprisenya aja dong saya dah gak tahan nih…”. Mendengar bunyi Lina yang manja Joko eksklusif memulai menjilati kaki Lina yang sengaja tak diikatnya, “ sssshhh geli yank “ Lina mendesah mencicipi ada pengecap yg mengjilati seluruh kakinya. Desahan Lina semakin menjadi ketika pengecap Joko mulai mengarah kepaha dan selangkangan. Lidah Joko sempat terhenti didepan m***k yang masih terbungkus G-string.
Joko sedikit menggeser dan mulai memainkan lidahnya dibibir vagina Lina. Sesekali lidahnya dimasukan dalam2 ke m***k yang memang jauh lebih wangi dibandingkan milik istrinya. Lina sedikit kaget ketika jari yang lebih besar mulai dimasukkan kedalam lobang nikmatnya. Tapi Lina hanya bisa menikmati perlakuan “terus yank..lebih dalam lagi”. Ujarnya semakin lirih sebab birahinya mulai memuncak. Hampir 10 menit Joko menjilat klirotis dan mengocok m***k Lina ketika tiba2 seluruh tubuh Lina menegang dan menyemburkan cairan kewajah Joko. Tubuh Lina masih lemas sebab orgasme pertamanya ketika Joko bangun dan membuka seluruh pakainnya.
Tamparan keras menyadarkan Ardi . “ Hey terbelakang jgn pingsan aja, kau harus liat pacar kau bakal ketagihan ngerasain rudal saya yang besar ini…hahaha”. kalimat itu yang dibisikan Joko ketelinga Ardi. “ Hhmmmmppphhhh”. Cuma itu yang bisa Ardi ucapkan. Ardi sempat terpaku ketika melihat ukuran k****l Joko yg 3x lebih besar dibanding miliknya. Tampak pas dengan tubuh kekar dan hitamnya. Tapi Ardi hanya bisa menggoyang-goyangkan dingklik sambil mengeluarkan suara2 abnormal dari mulutnya yang terhalang plester. Tampak wajah penuh penolakan melihat sebentar lagi perempuan yang sangat dikasihinya akan digenjot oleh laki-laki lain yang mempunyai konti 3x lipat lebih besar dari miliknya. Ardi hanya bisa pasrah menyaksikan kejadian itu.
Ardi hanya bisa melihat dari samping ranjang dengan tangan dan kaki terikat serta lisan yang disumpal ketika Joko mulai menaiki ranjang melepas epilog terakhir di tubuh Lina. Joko melirik sambil tersenyum kearah Ardi ketika rudal miliknya digesek-gesekkan kevagina Lina yang memang gres dicukur. “ Ssssshhh Yank ayo dimasukin saya udah gatel banget nih “. Desah Lina. Joko yang memang sudah sangat kasar mulai mencoba memasukan k****lnya perlahan, gres topi bajanya yang masuk bibir vagina & klirotis Lina sudah ikut tertarik kedalam .
4 hingga 5 kali dorongan barulah seluruh k****l Joko menghilang ditelan m***k sempit Lina.” aaaaaacchh “, erangan panjang dari lisan Lina. Dia sangat galau kenapa konti Ardi bisa jadi sangat besar , “apa ini surprise dari Ardi…? “ pikir Lina. Yang terang ada sensasi yg jauh lebih nikmat dirasakan Lina ketika k****l yang jauh lebih besar menyundul lisan rahimnya seakan2 tidak ada tempat lagi dilobang vaginanya. “ Kok bisa lobang sesempit itu dimasukin konti sebesar itu???”, pikir Ardi. Joko yg memang jauh lebih pengalaman coba memainkan birahi Lina.
Sambil memejamkan mata beliau hanya mendiamkan k****l besarnya dilobang Lina. Dan ketika merasa Lina sudah mulai bisa mendapatkan barulah Joko memaju mundurkan pantatnya pelan2. “aaachh sssshh”,hanya bunyi itu yang bisa Lina ucapkan. Joko pun makin bersemangat mendengarkan desahan2 Lina. Melihat belahan ini tanpa sadar Batang Ardi menegang. Karena belum pernah Ardi melihat Lina digenjot laki-laki lain didepan matanya.
Hampir 20 menit tubuh putih mulus Lina digarap Joko. Lina tampak lemas sebab selama ditunggangi Joko sempet 2x Lina orgasme. Ardi hingga terheran2 sebab biasanya Lina jarang bisa orgasme. Apalagi sering kali Ardi sudah keburu keluar ketika Lina gres mau sampai. Mengetahui Lina melemah Joko menghentikan gerakannya. Ada rasa lega tapi juga kehilangan dirasakan Lina ketika k****l Joko dicabut dari lobangnya.
Memahami kelelahan Lina , kedua puting mungil Lina dihisap dalam2 oleh Joko. Lidah Joko perpetualang keseluruh dada dan leher Lina. Sambil sesekali Joko memasukan kepala k****lnya ke lobang Lina. Terlihat bekas merah bekas cupangan Joko didaerah dada dan leher Lina. Menerima serangan ini birahi Lina kembali naik . “Yank masukin lagi ya” , ucapan terakhir Lina sebab ketika Joko kembali menggenjot m***k sempit Lina hanya rintihan dan erangan yang keluar dari bibir Lina. 5 menit berselah Joko masih terlalu perkasa hingga hasilnya terpikir oleh Joko untuk membuka epilog mata Lina supaya beliau tau bahwa yang sebenanya sedang menungganginya bukan pacarnya melainkan Lelaki biadab berjulukan Joko.
Sambil menghisap puting Lina , Joko coba membuka kain yang dipakai untuk menutup matanya. “Paaachh ooch jaanggannh’’, Lina tak percaya apa yg sedang terjadi. Dihadapannya ada Bapak2 renta yg sedang mengerjainya. “ampuuunnhh paaacckh , suudaaahh “, pinta Lina memelas. Saat matanya menatap Ardi tak berdaya ada rasa sedih tapi rasa itu bermetamorfosis nikmat ketika k****l Joko terus menghujam vagina yang selama ini hanya diberikan kepada Ardi.
Lina juga kagum mencicipi keperkasaan Joko sebab sudah hampir 1 jam Lina digarap Joko belum ada tanda2 Joko mau mengeluarkan spermanya malahan Lina terus mengalami orgasme beruntun. “ ssssshhhh aaaccch suuudaaah paaakkhh “, sesekali ucapan itu keluar ketika serangan rudal raksasa milik Joko terus menerus diterimanya. Sebenarnya Lina juga menikmati pergumulan itu hanya saja di selalu memalingkan wajahnya dari hadapan Ardi yang dari tadi memperhatikan mereka. Lina masih menjaga perasaan Ardi.
Lagi2 Lina hampir mencapai puncak begitupun Joko, mengetahui hal itu Joko mempercepat gerakannya, tak hanya itu Joko juga membuka ikatan tangan Lina. “aakkuu keeeluuarrh paakhh” , Teriak Lina. “ Iyaaa Saayaangg akkuu juuggaa..aaachhhh “. Dan yang menciptakan Ardi sangat tercengang melihat kejadian itu , dimana tangan Lina yang sudah tidak terikat menekan erat2 pantat Pak Joko seakan tau mau melepasnya ketika cairan hangat menyembur dari m***k sempitnya.
Disaat yang sama Joko menumpahkan begitu banyak sperma di liang vagina Lina, hal yang belum pernah dilakukan Ardi sebelumnya karna takut Lina hamil. Tapi memang birahi Lina yang sudah tidak terkontrol lagi Lina sudah tidak peduli akan hal itu. Ardi berpikir Lina juga menikmati perlakuan Joko terhadapnya. Dan yang lebih menciptakan Ardi cemburu sekaligus murka ketika sadar atau tidak Lina melumat Joko dengan penuh mesra dan tanpa paksaan layaknya suami istri yang kelelahan sesudah habis2an bertarung diranjang. Setelah rudal Joko mulai mengecil barulah beliau menariknya dan bangun. Lina tampak sangat kelelahan .
“ Nak bagus kini ayo kita mandi dan jangan melawan jikalau masih mau selamat “ ujar Joko dengan nada mengancam. Lina sempat melihat Ardi dan bilang “ sorry honey “. Ardi pun hanya pasrah melihat Lina digiring kekamar mandi yang ada sudut kamar. Dan Ardi hanya bisa membayangkan apa yang bakalan terjadi disana.
Akal bulus Joko tidak berhenti hingga disitu sesampainya dikamar mandi Joko teringat ucapan Lina wacana Surprise hasilnya beliau coba menghasut Lina. “ maaf ya cantik, saya sebenernya tidak mau melaksanakan hal ini ke perempuan baik2 ibarat kamu”. Ujar Joko coba mempengaruhi Lina. “ Tapi bersama-sama semua ini rencana pacar kau itu. Dia meminta saya menjalankan kemauannya untuk menciptakan kejutan kepadamu”. “Pacarmu bilang beliau pengen ngeliat kau dientot lelaki lain”. Joko memperjelas lagi. “ Apaaa…!! Kaprikornus ini scenarionya Ardi. Sial betul dia, memang saya cewe apaan..” Lina naik darah mulai terhasut kebohongan Joko. “ Baiklah klo itu mau nya, beliau akan melihat semuanya.” Ucap Lina lagi.
Lina yang emosi sebab tipuan Joko bermetamorfosis binal. Dia membuka pintu kamar mandi dan menarik Joko disudut kamar mandi. Dari arah itu Ardi sanggup melihat dengan sangat terang Lina dan Joko saling bertukar pengecap sambil berpelukan mesra. Ardi pun semakin binggung melihat perubahan perilaku Lina itu. Lina yang tadinya pendiam dan sempat iba melihat Ardi berubah menjadi binal dengan tatapan matanya seakan ingin menunjukan sesuatu kepada Ardi.
“ aaachhh enakkhh sayaaanghh “ ringis Joko keenakan ketika pengecap Lina mulai menjalar keleher dan menghisap puting hitam Joko. Tidak berhenti hingga kesitu jilatan Lina mulai turun keselangkangan Joko. K****l besar itu mulai dihisap Lina, walau terlihat agak kesulitan tapi batang Joko bisa dihisapnya dalam2 sambil sesekali jilatannya diarah kan ke buah pelir Joko dengan lihai.
Joko menarik Lina berdiri dan membalik tubuh sexy Lina menghadap ke pintu. Joko jongkok dan mulai menghisap rakus kemaluan Lina. “ Yaa sayaanggh isaaaph teerrruuuzz sshhhh”, racau Lina mulai bangun lagi birahinya. Joko mulai kesetanan beliau berdiri dan mulai memasukan batangnya kevagina Lina. “ sssshhh ooohhh” Desah Lina ketika seluruh batang Joko dimasukkan. Joko mulai menggenjot sambil tangannya meraba dan memutar2 kedua puting Lina dari belakang.
“plok plok plok plok” terdengar bunyi dua kelamin yang beradu. “k****l muuu enaaak sayaangg…teruuuzz entooot akuu…”. Joko tidak bisa menjawab sebab tiba2 Lina menengok kebelakang dan eksklusif menyambar bibir Joko. Lina yang birahinya sudah tak beraturan menahan gerakan Joko dan melepaskan kemaluaannya, kemudian menyuruh Joko duduk diclosed dan menaiki batang perkasa Joko. Bak penunggang Rodeo Lina bergoyang sangat liar.
15 menit berselang Joko mencoba berdiri sambil menggendong Lina dengan k*****l yang masih menancap. Dan tanpa aba2 Joko menutup pintu kamar mandi untuk kemudian kembali mengerjai Lina sepuas hatinya. Ardi ingin tau akan apa yang terjadi didalam sana. Hanya jeritan kenikmatan Lina dan Joko yang bisa didengar Ardi.
Selama 40 menit didalam sana Ardi sempat mendengar beberapa kali Lina berteriak histeris mengambarkan lagi Lina menerima orgasme beruntun dan terakhir Joko melenguh panjang. Ardi gres bisa bernafas lega ketika jeritan2 tadi menghilang dan hanya terdengar bunyi kucuran shower mengambarkan 2 manusia didalamnya sedang mandi bersama layaknya kekasih yang sedang kasmaran.
Joko dan Lina sudah berlilitkan handuk sekeluarnya dari sana. Lina menggandeng tangan Joko dan bilang “ sayang abis ini kita makan dulu yuk, saya laper nih…” ajak Lina manja. Joko menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Kemudian mereka berpakaian , Lina sama sekali tidak melirik kearah Ardi seolah-olah hanya ada Lina dan Joko diruangan itu.
Akhirnnya Ardi hanya bisa mendengar pintu ditutup dan bunyi motor yang mulai menjauh meninggalkannya sendiri. Udara kota Batu yang hambar menciptakan Ardi tertidur.
2 jam berselang Ardi masih tertidur diposisinya semula. Sampai hasilnya Ardi terbangun dan melihat Joko berjongkok membelakanginya sambil bibirnya menjelajahi seluruh kemaluan Lina yang duduk dipinggir ranjang sambil tangannya menjambak rambut Joko. Menyadari korbannya terbangun Joko menghentikan aktifitasnya. “ Sayang saya mau liat dong , seberapa besar lengan berkuasa laki2 sialan ini “. Lina tersenyum seolah tau kemaun Joko dengan sigap Lina pun membuka celana Ardi dan eksklusif memasukan batang Ardi yang memang sudah berdiri melihat belahan Lina dan Joko barusan. Tanpa komando Lina mulai bergoyang dipangkuan Ardi. Lina mencicipi hambar sebab batang Ardi memang tidak seperkasa milik Joko.
15 detik bertahan hasilnya Ardi mengeluarkan spermanya. Lina semakin mempercepatnya kocokannya tapi tersadar sebab k****l Ardi tiba2 menciut dan keluar sendiri dari lobang Lina. Sambil berdiri Lina membersihkan vaginanya dengan handuk. “ Ach bikin kotornya aja nih..!!! emang dasar cowo loyo…!!!”, Lina marah2. Sambil tersenyum puas Joko mengampiri Ardi , “Hey tolol Cuma segitu kemampuanmu ?”. hardik Joko
“ Sekarang kau liat bagaimana seharusnya memperlakukan perempuan secantik ini” ucapnya terhadap Ardi.
Merasa tersanjung Lina pun memeluk mesra tubuh kekar Joko seraya berucap,
“ Ach sayang kau bisa aja, ayo kita mulai lagi…aku dah gak tahan disodok punyamu yang perkasa ini, gak kaya punya cowo sialan itu…LOYO …!!!sambil menggengam batang Joko. Ardi Cuma semakin lemas dan pasrah mendengar ucapan Lina tadi.
Sepanjang malam itu Lina dan Joko menumpahkan birahinya diatas ranjang tentunya dihadapan Ardi. Semua posisi dicoba oleh Joko . Entah berapa kali Joko sudah memuncratkan spermanya divagina sempit itu. Sedangkan Ardi juga berulang kali mendengar jeritan histeris dari Lina ketika mendapatkan orgamse. Barulah sekitar pukul 3 pagi Lina tertidur dipelukan Joko.
Ardi sanggup melihat Joko dan Lina yang tidak berbusana ketika tertidur sambil berpelukan mesra layaknya suami istri yang kelelahan sesudah bertarung habis-habisan diranjang. Ardi hanya bisa termenung menyaksikan kejadian itu dan hasilnya Ardi pun tertidur tanpa bisa berbuat apa-apa.
0 Komentar untuk "Cerita Hitam Dongeng Sex Bikin Panas Dikala Pacarku Disetubuhi Penjaga Gerbang"