Cewek Perawan umur 17 Tahun yang Cerita 17+: Ngentot Diana - Siswi Sekolah Menengan Atas 17 Tahun - Cerita Dewasa Cerita Sex Gadis Berjilbab 17 Tahun - CERITA HOT 18+ | CERITA Cerita Dewasa Cerita Dewasa Terbaru Blog Cerita Dewasa Cerita Hot Terbaru Cerita Mesum Terbaru Cerita Mesum, Cerita 18 Plus, Cerita Hot Terbaru : Cerita Dewasa Sex dengan Gadis beljilbab 17 Tahun - aku mempunyai saudara yang sangat seksi dengan payudara molek sekali dan mereka gres saja berumur 17 Tahun. ini ceritaku dengan saudara ku yang binal.
sebentar lagi 17 tahun” “Oooh…udah gede-gede ya” kataku sambil melirik payudara Dina, uh penisku perlahan lahan mengeras, membayangkan bisa meremas2 empat buah payudara dibalik jilbab gadis gadis ini. “ya iyalah om, kan udah sma” jawab Dita yang tak sadar apa bahwasanya yang saya maksud.
ikeh-ikeh..
“kalian nggak pulang, udah sore begini masak gadis2 bagus ibarat kalian masi blum pulang” “om bisa aja ah, masi mau minum2 dulu om bentar lagi juga pulang” jawab Dina sambil ngobrol kuperhatikan kedua gadis ini, walaupun kembar namun saya mulai bisa membedakan antara Dina dengan Dita.
Dina yang berusia lebih renta beberapa menit dari Dita ini mempunyai buah dada yang sedikit lebih besar dari adiknya.selebihnya tak ada perbedaan. “ ah seandainya bisa kutelanjangi kedua gadis berjilbab ini, apa mungkin rasa jepitan Vagina 2 orang saudara kembar berbeda yah” kataku dalam hati yang sudah penuh nafsu. “Kalian udah punya pacar belum ??” tanyaku.
“Dina udah tuh om, nama pacarnya andi, hihi…” “Iiih….apaan sih git, beliau tuh cuma temen deket aja juga…” katanya malu kulihat ada yang aneh dengan kedua bakir balig cukup akal berjilbab ini. Mengapa tampaknya sangat gampang bersahabat dengan orang yang belum dikenal ibarat aku. Aku mulai berpikir tampaknya dua gadis ini bisa kupakai malam ini.
Akupun mulai mengeluarkan jurus mautku. “Kalian udah pernah pacaran kan ?” “Iya udah Om…tapi ya gitu deh namanya juga anak sma.” jawab Dita
“Umm tapi maaf nih yah, kalian udah pernah begitu belum ??” tanyaku sambil tersenyum nakal. Dina sedikit kaget “begitu gimana om??” “umm begini.. kayak ciuman pelukan, dan main2 itu sama pacar kalian belum” Sejenak mereka kaget dengan pertanyaanku kemudian Dita balas menjawab
“Iiiih…om apaan sih…kok nanyanya begituan” “Ya kan om mau tau ??” Mereka melamun sejenak kemudian saling berbisik. “Emang bener om mau tau ???” tanya Dina menggoda. “ya iya dong dik Dina yang cantik” kataku sambil mengedipkan mata tampaknya mereka sadar maksud gerak gerikku, kemudian dengan tersenyum nakal Dita menjawab.
“om, jikalau mau kita bisa jalan2 sama om tapi kaloo…
” Dita berhenti berbicara kemudian mengambil handponnya dan mengetik kemudian menawarkan handponnya padaku. Astaga pikirku, inilah saatnya. Saat yang dari tadi kunantikan. Dita ternyata meminta sejumlah uang dan persyaratan. Kesempatan ini tak boleh kulewatkan. Akupun tersenyum lebar dan jantungku semakin berdegup kencang.
Tiba2 saya tersadar suatu hal “eh maaf yah Dina, Dita, kalo kalian mau nemenin om kok kenapa kalian menggunakan jilbab” “oh ini, ini kan ketentuan wajib disekolah harus pakai jilbab om” jawab Dina oh saya gres menyadari segala sesuatunya, kenapa menjelang malam hari kerja kedua gadis berjibab ini masi dipusat perbelanjaaan, kenapa mereka menggunakan barang2 mahal, kenapa mereka gampang sekali untuk diajak ngobrol hingga ke hal2 yang nakal.
“ok kalo gitu yuk kita pergi, om ke atm dulu ngambil uang saku untuk gadis2nya om” kataku sambil mengedipkan mata yang dijawab dengan sedikit tawa dan tatapan nakal.
Sekitar jam 6 sore, saya ersama kedua gadis berjilbab ini keluar dari mall dan menuju sebuah atm dibasement mall tersebut. Ternyata basement tersebut agak sepi, hanya berisi mobil2 dan beberapa supir, tukang parkir dan satpam yang sempat memandangku iri, alasannya ialah saya yang asyik bercanda dengan kedua gadis berjiblab ini.
Atm tersebut ternyata cukup tertutup, dengan ruangan yang cukup besar. Akupun mulai mengakses mesin tersebut sambil berbincang2 dengan kedua gadis berjilbab ini. Sambil memencet tombol2 saya lirik keadaan diluar, tampaknya posisiku cukup tertutup dan tak ada orang yang melihat, ah saya yang sudah tak tahan dari tadi mulai melancarkan aksiku.
Kedua gadis berjilbab ini bangun dikanan kiriku, sambil menunggu mesin atm bekerja, saya tarik kedua tanganku kebelakang kemudian meremas2 kedua buah pantat Dina dan Dita yang kenyal itu. “ iihh om nakal, masi dibasement juga” jawab Dita dan sebuah cubitan kecil dipinggangku oleh Dina.
“Iya deh iya deh om nggak nakal” jawabku sambil menarik tanganku dari pantat kedua gadis ini, kemudian kurangkul pinggang kedua gadis berjilbab ini dan menarik mereka kearah tubuhku, uhhhh payudara payudara dibalik jilbab kedua gadis berjilbab ini sungguh sama kenyal dan nikmatnya.
“ihhh si om ini nakal banget sih” kata mereka dengan senyum manja. Lalu tanganku mulai meraba naik kepunggungnya kemudian bergeser masuk keketiak mereka menyelusup kebelakang jilbab mengikuti alur bh mereka dan menggenggam payudara payudara gadis gadis ini yang tidak bersentuhan dengan dadaku.” iiiiihh si ooomm daritadi pembangkang banget sihhh” kata Dina sambil kedua gadis ini mencoba melepaskan diri dari genggaman tanganku pada buah dada mereka.
“duh Dina Dita, jangan begitu dong, ini uangnya” kataku ketika tiba2 mesin atm tersebut mengeluarkan uang beberapa juta rupiah” akupun mengambil uang tersebut kemudian menunjukkan uang tersebut kepada mereka, tampaknya kali ini mereka luluh dan mata mereka tampak berbinar2 melihat uang yang cukup banyak tersebut dan mulai tersenyum genit.
Akupun dengan nakalnya menyampirkan jilbab Dina dan Dita kepundaknya kemudian membuka 3 buah kancing paling, dan kulihat yang daritadi menciptakan penisku sangat keras, empat buah payudara gadis smu yang sangat menggemaskan terbungkus bra yang sangat sexy dengan jilbab yang menutupi kepala mereka, akupun menyelipkan beberapa lembar ratusan ribu rupiah kedalam bra mereka sambil mencicipi kenyalnya payudara mereka kemudian saya lanjutkan dengan meremas2 payudara molek kedua gadis ini. Cerita Sex 17 Tahun Berjilbab
“uhhhh, dada Dina lebih besar sedikit tapi sama nikmatnya dan sama cantiknya dengan Dita, om udah bener bener nggak berpengaruh nih, ini uangnya dp dulu yah nanti kalo udah selese nemenin om semua uang ini boleh kalian miliki” kataku dengan penuh nafsu.
Dita dan Dinapun hanya tersenyum genit sambil keenakan menikmati remasan demi remasan dan plintiran pada payudara dan putting mereka. Tanpa disadari ada orang mengetuk pintu atm. Kami bertigapun kaget bukan kepalang, saya gres menyadari ada orang antri menunggu dari tadi.
Akupun segera menarik kedua tanganku dari payudara mereka, Dita dan Dinapun kaget luar biasa dan eksklusif mengancingkan kembali baju mereka dan menjulurkan jilbab mereka untuk menutupi buah dada montoknya. “ih om si, untung nggak dibuka pintunya kan malu om” kata Dita “iya deh maaf, tapi om udah nggak berpengaruh nih, kita cari kawasan yuk nanti disambung lagi deh ditempat om” kataku “ih si om, kita bagus sih jadi om nggak berpengaruh deh” kata Dina dan disambut tawa mereka cekikian.
“yaudah, yuk, eh ayo gandeng tangan om dong” bisikku manja kekeduanya kamipun keluar dari kotak atm yang sudah dinantikan 3 orang yang mengantri dari tadi.mereka tampak kesal namun agak kaget ketika melihat seorang lelaki digandeng dua orang gadis smu kembar yang masih segar dan berjilbab.
Ah biarin ajah, emang gua pikirin, akupun menarik kedua daun muda yang sungguh menggemaskan ini kesudut lapangan parkir kawasan mobilku berada yang jauh dari kawasan tunggu supir dan satpam. Sambil berjalan kedua lengan atasku mencicipi lembutnya kepingan luar buah dada Dina dan Dita yang terus bersenggolan dengan tanganku yang mereka rangkul.
Aduh sungguh nikmat rasanya, batang penisku semakin tak berpengaruh ingin segera menikmati kedua gadis kembar ini. Gedung parkir di mall ini hanya setengah kendaraan beroda empat kebawah yang tertutupi tembok, selebihnya hanya ditutupi oleh kawat2 besi sehingga walaupun gelap namun samar2 bisa terlihat dari luar gedung parkir.
Ide gilapun muncul dikepalaku saya akan menikmati kedua gadis berjilbab ini ditempat terbuka sebelum nanti kutelanjangi, kumandikan dan kusabuni setiap inci badan mereka dirumahku nanti. Setelah hingga disudut kawasan mobilku diparkir akupun mendorong perlahan kedua gadis berjilbab ini hingga bersandar ditembok dengan kedua tanganku menekan sebuah payudara Dina dan Dita.
“Dina, Dita, kita main disini dulu yuk, kan gelap nggak ada orang, om udah nggak tahan nih, nanti uang jajannya om tambah deh, tapi nanti malem main kerumah om dulu kita main2 lagi, besok pagi gres om anter kesekolah, gimana?”
Dita dan Dina hanya berpandangan kemudian salah satunya mengangguk, “boleh om tapi ati2 yah kalo ada orang, kan malu om diliatin orang” akupun tersenyum dan tanpa basa bau eksklusif kusampirkan jilbab Dina dan Dita, eksklusif kubuka kancing2 bajunya dan kubuka seragam sekolah mereka, dan eksklusif kulepas bra mereka, kulemparkan bra mereka kejok belakang mobilku kemudian kupakaikan kembali baju seragam mereka tanpa kukancingi lagi, sungguh indah badan saudara kembar ini.
Dengan jilbab putih yang masih mereka kenakan dan payudara yang putih dan empat buah putting berwarna coklat yang kecil sungguh indah sekali, akupun tak bisa menahan nafsuku, segera kumainkan empat buah payudara gadis kembar ini bergantian, dari remasan, plintiran pada puting2 payudara mereka hingga hisapan hisapan dan giDitan2 kecil menciptakan mereka menggelinjang mendesah menikmati permainanku.
Lalu kuhentikan permainanku, kuperintahkan kedua gadis ini untuk mengangkat kedua roknya perlahan. Pelan2 kulihat kaki mungil mereka yang dibungkus sepatu dan kaus kaki menutup betis mereka, lutut, dan aww, paha paha yang putih dan mulus kemudian kemaluan yang masih tertutup celana dalam putih yang tipis. Aku sungguh tak kuat, eksklusif kutarik turun celana dalam mereka dan kupandangi Vagina Dina dan Dita yang kecil alasannya ialah umur mereka yang masih 16 tahun. Kuambil celana dalam mereka dan kulemparkan ke jok belakang mobil. Lalu kututup pintu mobilku.
“lho om kok kita nggak dimobil om ajah, kan takut ada yang ngeliat om” kata Dita khawatir dengan keadaanya yang berjilbab namun baju seragam yang terbuka yang menunjukkan dua buah payudaranya yang menggantung sambil mengangkat rok hingga pinggang yang menunjukkan Vaginanya.
“Nggak papa Dina, nanti kau tau, jauh lebih nikmat rasanya kalo ditempat begini lho” kataku sambil menarik kedua gadis itu dan kusuruh duduk dikap depan mobilku yang posisinya didinding lapangan parkir, yang hanya tertutup jeruji2 besi dan tampak dari luar samar2.
“iii om malu” jawab Dita sambil duduk dan menutup rok dan bajunya sambil melipat tangan didadanya. Tampak didepanku dua orang gadis kembar berjilbab yang siap kunikmati beberapa ketika lagi, disebuah gedung parkir, dan gilanya lagi walaupun agak gelap tapi niscaya secara samar2 terlihat dari jalan raya diluar gedung. Tanpa memperdulikan ucapan Dita akupun menarik kepala kedua gadis berjilbab ini dan mencium bibir merkea bersamaan, ah nikmat rasanya ketika mencium mereka bersamaan.
Tampaknya mereka menyukainya, kemudian tanpa basa bau kuangkat rok sekolah Dina dan kujilat2 Vaginanya, juga tangan kananku masuk kedalam rok diantara kaki Dita dan mengelitik Vagina dan klitorisnya sambil saya memuaskan kakaknya. Kedua gadis berjilbab ini hanya bisa menggelinjang dan mendesah pelan, perlahan nafsu mulai merasuki keduanya yang tampaknya sudah tak malu lagi dan mulai meremas remas payudara mereka sendiri.
Kurasakan cairan mulai membasahi Vagina kedua saudara kembar ini. Akupun semakin tak tahan, eksklusif kubuka celanaku dan mengeluarkan penisku dan kumasukkan kedalam Vagina Dina sambil terus mengaduk2 Vagina Dita dengan 3 buah jariku. Ahh penisku serasa dipijit2 didalam Vaginanya.
Walaupun sempit tapi ketika mulai kusodok pelan2 serasa tak ada yang menghalangi, ternyata Dina sudah tidak perawan lagi, begitujuga dengan Dita yang sedari tadi pasrah penuh kenikmatan dengan tiga buah jariku diVaginanya. Akupun dengan cepat memajumundurkan penisku didalam Vagina Dina bergantian dengan Dita.
Wajah mereka yang terbungkus jilbab sungguh tampak menggemaskan membuatku semakin bernafsu meremas2 payudara2 mereka.
Aku memerintahkan kedua saudara ini untuk menunduk dan bertumpu pada terali2 besi gedung parkir. Kuangkat rok panjang mereka dan kulipat dan kuselipkan dipinggang mereka, sehingga dengan bebasnya saya bisa melihat pantat, Vagina dan kepingan kaki gadis gadis ini.
Mungkin karnea kedua gadis kembar ini belum orgasme mereka tampak mau melaksanakan apa saja asalkan terus kuaduk2 Vagina mereka. Mereka tak malu walaupun samar2 terlihat dari jalan raya didepan gedung parkir ini. Akupun semakin bernafsu dengan menyodokkan penisku kedalam Vagina Dita dan Dina bergantian dari belakang sambil kutarik jilbab mereka yang menciptakan mereka mendongak keatas sambil menikmati hentakan demi hentakan penisku dilubang Vagina mereka secara bergantian. Cerita Hot 17 Tahun
Tak usang kemudian Dina merintih2 “om oomm remes payudaraku yang keras, terus masukin penisnya cepetan sedikit saya udah nggak tahan mau keluar” akupun yang memang penuh nafsu segera menuruti ajakan Dina, kucengkram kedua payudaranya dari belakang, dan kupercepat hentakan penisku jauh lebih dalam kelubang Vaginanya.yang menciptakan Dina semakin menjerit2 kecil menikmatinya.
Tiba2 dari jauh kulihat seseorang haltebus yang mengarah kegedung parkir diseberang jalan tampaknya melihat episode yang kulakukan, dan Dina walaupuan daritadi merem melek menikmati permainanku menyadari ada seseorang yang ikut menikmati tubuhnya dari jauh. “om ada orang tuh dihalte ngeliatin kita, tapi saya udah nggak berpengaruh om dikit lagi mau keluaarr.
Ah biarin ajaaaahhh…” jawabnya yang tampak semakin bernafsu alasannya ialah dilihat orang tersebut. Akupun semakin bernafsu mempertontonkan episode mesra ini keorang tersebut yang semakin membuatku terpacu.tiba2 “ahhhh ahhhh ahhh” Dina merintih dan kurasakan Vaginanya mengeluarkan cairan yang sangat banyak dan risikonya Dina melamun lemas walaupun saya tetap memacu penisku keVaginanya.
Akupun menghentikan aksiku. “duh om udah nggak kuat, om lanjutin sama Dita aja yah..” katanya dengan tersenyum penuh kepuasan. “Iyah nggak papa sayang,tapi kau disini aja ya temenin om main dengan adikmu ini” kataku sambil menjulurkan rok Dina sehingga menutupi kepingan bawah tubuhnya kemudian kubalikkan tubuhnya kucium mesra, dan kupandangi adiknya.
“ihh omm kan udah sama kak Dina tadi, saya dicuekin, daritadi udah nggak tahan om” katanya dengan cemberut nakal. Ternyata walaupun payudara Dita sedikit lebih kecil dari kakaknya, namun hasrat sexnya jauh melebihi kakaknya. “Dita juga mau om, ayo cepet tu orang dihalte depan lagi ngeliatin, Dita udah nggak tahann ayo omm cepettt” kata Dita memelas. Wah ternyata adiknya jauh lebih berangasan dan maniak dari kakaknya.
Akupun eksklusif menancapkan penisku ke Vagina Dita dari belakang yang sudah memasang posisi menunduk dengan menumpukan tangannya pada jeruji besi didinding gedung parkir ini.sambil kugenjot Vaginanya, kuremas2 payudara kiri Dita dari belakang dengan tangan kiriku sementara tangan kananku kugunakan untuk memeluk Dina sambil mencium bibirnya dan meraba2 payudaranya.tak disangka Dita ternyata begitu exebisionis, dalam genjotanku beliau melambaikan tangan dan tersenyum genit kepada lelaki yang menatap aksi kita dari tadi.akupun tak peduli terus saja kupermainkan Vaginanya.
Tapi usang kelamaan saya bosan dengan posisi ini, kubalikkan badan Dita, dan kugendong kemudian kududukkan ditepi kap depan kendaraan beroda empat jeepku dan kusandarkan Dina bangun disampingnya, akupun melanjutkan aksiku menancapkan penisku keVagina Dita sambil mencium dan menjilat jilat putting payudaranya bergantian dengan mencium bibir Dina kakaknya, sambil tangan kiriku meremas2 payudara Dina.
ohhh sungguh berlipat2 rasanya menikmati badan dua orang gadis kembar yang masih mengenakan jilbab putih namun 4 buah payudara mereka terbuka bebas dan sedang kujamah, sedangkan Vagina Dita sedang kunikmati dengan penisku dan Vagina Dina sesekali kuremas2 dari balik rok yang kuangkat keatas.
Tak usang kemudian, Ditapun mencapai titik puncaknya,dia menggelinjang dan mendongak keatas sambil memeluk kepalaku diantara dua buah payudaranya dengan erat dan tiba2 tiga kali kurasakan semprotan cairan didalam Vagina Dita bersamaan dengan semprotan spermaku didalamnya.. “aahahhchhhhh ommmm saya ahhhhh” jeritnya… Dinapun hanya tersenyum melihat ulah adiknya yang sedang dalam titik puncaknya.
Setelah beberapa ketika kurapihkan pakaian kedua gadis kembar ini, kurapihkan rok mereka, kemudian kukancingkan kembali baju mereka, kujulurkan lagi jilbab mereka menutupi payudara dan Vagina yang sekarang tak mengenakan bh dan celana dalam. “Yuk kita belanja, kita nonton juga yuk, nanti kita lanjut lagi dirumah om yah” kataku genit. Foto Hot Berjilbab 17 Tahun
Dina dan Dita hanya tersipu malu. Lalu kedua gadis kembar ini kurangkul dan kuajak kedalam mall sambil dengan nakalnya kuraba payudara mereka yang kali ini dengan gampang kuplintir dari luar pakaian mereka putting yang menonjol dibalik bajunya, namun sengaja ditutupi jilbab mereka biar tak ketahuan, namun buah dada buah dada yang tak disanggah itu tampak lebih menarik hati bergoyang goyang dibalik pakaian mereka walaupun sudah ditutupi jilbab, ukiran demi ukiran dan remasan tanganku dipayudara mereka sungguh nikmat, walaupun batang kemaluanku sudah lemas, tapi saya masih ingin menikmati badan gadis kembar berjilbab ini.
Kamipun masuk kedalam mall dan mulai jaga image, Dina dan Dita jalan disampingku dengan biasa2 saja biar tak terlalu menarik perhatian.. kamipun menuju bioskop dilantai atas dan membeli tiket film, tapi sebelum masuk ke bioskop, Dita mengajak kakaknya ketoilet untuk membersihkan sisa2 cairan Vagina dan spermaku yang masih membasahi Vagina nya.
Itulah Cerita Dewasa dengan gadis 17 Tahun nikamtnya terasa endull masbro.hahahahaaaaaa
![]() |
| Cerita Dewasa Gadis Berjilbab 17 Tahun |
ikeh-ikeh..
“kalian nggak pulang, udah sore begini masak gadis2 bagus ibarat kalian masi blum pulang” “om bisa aja ah, masi mau minum2 dulu om bentar lagi juga pulang” jawab Dina sambil ngobrol kuperhatikan kedua gadis ini, walaupun kembar namun saya mulai bisa membedakan antara Dina dengan Dita.
Dina yang berusia lebih renta beberapa menit dari Dita ini mempunyai buah dada yang sedikit lebih besar dari adiknya.selebihnya tak ada perbedaan. “ ah seandainya bisa kutelanjangi kedua gadis berjilbab ini, apa mungkin rasa jepitan Vagina 2 orang saudara kembar berbeda yah” kataku dalam hati yang sudah penuh nafsu. “Kalian udah punya pacar belum ??” tanyaku.
“Dina udah tuh om, nama pacarnya andi, hihi…” “Iiih….apaan sih git, beliau tuh cuma temen deket aja juga…” katanya malu kulihat ada yang aneh dengan kedua bakir balig cukup akal berjilbab ini. Mengapa tampaknya sangat gampang bersahabat dengan orang yang belum dikenal ibarat aku. Aku mulai berpikir tampaknya dua gadis ini bisa kupakai malam ini.
Akupun mulai mengeluarkan jurus mautku. “Kalian udah pernah pacaran kan ?” “Iya udah Om…tapi ya gitu deh namanya juga anak sma.” jawab Dita
“Umm tapi maaf nih yah, kalian udah pernah begitu belum ??” tanyaku sambil tersenyum nakal. Dina sedikit kaget “begitu gimana om??” “umm begini.. kayak ciuman pelukan, dan main2 itu sama pacar kalian belum” Sejenak mereka kaget dengan pertanyaanku kemudian Dita balas menjawab
“Iiiih…om apaan sih…kok nanyanya begituan” “Ya kan om mau tau ??” Mereka melamun sejenak kemudian saling berbisik. “Emang bener om mau tau ???” tanya Dina menggoda. “ya iya dong dik Dina yang cantik” kataku sambil mengedipkan mata tampaknya mereka sadar maksud gerak gerikku, kemudian dengan tersenyum nakal Dita menjawab.
“om, jikalau mau kita bisa jalan2 sama om tapi kaloo…
” Dita berhenti berbicara kemudian mengambil handponnya dan mengetik kemudian menawarkan handponnya padaku. Astaga pikirku, inilah saatnya. Saat yang dari tadi kunantikan. Dita ternyata meminta sejumlah uang dan persyaratan. Kesempatan ini tak boleh kulewatkan. Akupun tersenyum lebar dan jantungku semakin berdegup kencang.
Tiba2 saya tersadar suatu hal “eh maaf yah Dina, Dita, kalo kalian mau nemenin om kok kenapa kalian menggunakan jilbab” “oh ini, ini kan ketentuan wajib disekolah harus pakai jilbab om” jawab Dina oh saya gres menyadari segala sesuatunya, kenapa menjelang malam hari kerja kedua gadis berjibab ini masi dipusat perbelanjaaan, kenapa mereka menggunakan barang2 mahal, kenapa mereka gampang sekali untuk diajak ngobrol hingga ke hal2 yang nakal.
“ok kalo gitu yuk kita pergi, om ke atm dulu ngambil uang saku untuk gadis2nya om” kataku sambil mengedipkan mata yang dijawab dengan sedikit tawa dan tatapan nakal.
Sekitar jam 6 sore, saya ersama kedua gadis berjilbab ini keluar dari mall dan menuju sebuah atm dibasement mall tersebut. Ternyata basement tersebut agak sepi, hanya berisi mobil2 dan beberapa supir, tukang parkir dan satpam yang sempat memandangku iri, alasannya ialah saya yang asyik bercanda dengan kedua gadis berjiblab ini.
Atm tersebut ternyata cukup tertutup, dengan ruangan yang cukup besar. Akupun mulai mengakses mesin tersebut sambil berbincang2 dengan kedua gadis berjilbab ini. Sambil memencet tombol2 saya lirik keadaan diluar, tampaknya posisiku cukup tertutup dan tak ada orang yang melihat, ah saya yang sudah tak tahan dari tadi mulai melancarkan aksiku.
Kedua gadis berjilbab ini bangun dikanan kiriku, sambil menunggu mesin atm bekerja, saya tarik kedua tanganku kebelakang kemudian meremas2 kedua buah pantat Dina dan Dita yang kenyal itu. “ iihh om nakal, masi dibasement juga” jawab Dita dan sebuah cubitan kecil dipinggangku oleh Dina.
“Iya deh iya deh om nggak nakal” jawabku sambil menarik tanganku dari pantat kedua gadis ini, kemudian kurangkul pinggang kedua gadis berjilbab ini dan menarik mereka kearah tubuhku, uhhhh payudara payudara dibalik jilbab kedua gadis berjilbab ini sungguh sama kenyal dan nikmatnya.
“ihhh si om ini nakal banget sih” kata mereka dengan senyum manja. Lalu tanganku mulai meraba naik kepunggungnya kemudian bergeser masuk keketiak mereka menyelusup kebelakang jilbab mengikuti alur bh mereka dan menggenggam payudara payudara gadis gadis ini yang tidak bersentuhan dengan dadaku.” iiiiihh si ooomm daritadi pembangkang banget sihhh” kata Dina sambil kedua gadis ini mencoba melepaskan diri dari genggaman tanganku pada buah dada mereka.
“duh Dina Dita, jangan begitu dong, ini uangnya” kataku ketika tiba2 mesin atm tersebut mengeluarkan uang beberapa juta rupiah” akupun mengambil uang tersebut kemudian menunjukkan uang tersebut kepada mereka, tampaknya kali ini mereka luluh dan mata mereka tampak berbinar2 melihat uang yang cukup banyak tersebut dan mulai tersenyum genit.
Akupun dengan nakalnya menyampirkan jilbab Dina dan Dita kepundaknya kemudian membuka 3 buah kancing paling, dan kulihat yang daritadi menciptakan penisku sangat keras, empat buah payudara gadis smu yang sangat menggemaskan terbungkus bra yang sangat sexy dengan jilbab yang menutupi kepala mereka, akupun menyelipkan beberapa lembar ratusan ribu rupiah kedalam bra mereka sambil mencicipi kenyalnya payudara mereka kemudian saya lanjutkan dengan meremas2 payudara molek kedua gadis ini. Cerita Sex 17 Tahun Berjilbab
“uhhhh, dada Dina lebih besar sedikit tapi sama nikmatnya dan sama cantiknya dengan Dita, om udah bener bener nggak berpengaruh nih, ini uangnya dp dulu yah nanti kalo udah selese nemenin om semua uang ini boleh kalian miliki” kataku dengan penuh nafsu.
Dita dan Dinapun hanya tersenyum genit sambil keenakan menikmati remasan demi remasan dan plintiran pada payudara dan putting mereka. Tanpa disadari ada orang mengetuk pintu atm. Kami bertigapun kaget bukan kepalang, saya gres menyadari ada orang antri menunggu dari tadi.
Akupun segera menarik kedua tanganku dari payudara mereka, Dita dan Dinapun kaget luar biasa dan eksklusif mengancingkan kembali baju mereka dan menjulurkan jilbab mereka untuk menutupi buah dada montoknya. “ih om si, untung nggak dibuka pintunya kan malu om” kata Dita “iya deh maaf, tapi om udah nggak berpengaruh nih, kita cari kawasan yuk nanti disambung lagi deh ditempat om” kataku “ih si om, kita bagus sih jadi om nggak berpengaruh deh” kata Dina dan disambut tawa mereka cekikian.
“yaudah, yuk, eh ayo gandeng tangan om dong” bisikku manja kekeduanya kamipun keluar dari kotak atm yang sudah dinantikan 3 orang yang mengantri dari tadi.mereka tampak kesal namun agak kaget ketika melihat seorang lelaki digandeng dua orang gadis smu kembar yang masih segar dan berjilbab.
Ah biarin ajah, emang gua pikirin, akupun menarik kedua daun muda yang sungguh menggemaskan ini kesudut lapangan parkir kawasan mobilku berada yang jauh dari kawasan tunggu supir dan satpam. Sambil berjalan kedua lengan atasku mencicipi lembutnya kepingan luar buah dada Dina dan Dita yang terus bersenggolan dengan tanganku yang mereka rangkul.
Aduh sungguh nikmat rasanya, batang penisku semakin tak berpengaruh ingin segera menikmati kedua gadis kembar ini. Gedung parkir di mall ini hanya setengah kendaraan beroda empat kebawah yang tertutupi tembok, selebihnya hanya ditutupi oleh kawat2 besi sehingga walaupun gelap namun samar2 bisa terlihat dari luar gedung parkir.
Ide gilapun muncul dikepalaku saya akan menikmati kedua gadis berjilbab ini ditempat terbuka sebelum nanti kutelanjangi, kumandikan dan kusabuni setiap inci badan mereka dirumahku nanti. Setelah hingga disudut kawasan mobilku diparkir akupun mendorong perlahan kedua gadis berjilbab ini hingga bersandar ditembok dengan kedua tanganku menekan sebuah payudara Dina dan Dita.
“Dina, Dita, kita main disini dulu yuk, kan gelap nggak ada orang, om udah nggak tahan nih, nanti uang jajannya om tambah deh, tapi nanti malem main kerumah om dulu kita main2 lagi, besok pagi gres om anter kesekolah, gimana?”
Dita dan Dina hanya berpandangan kemudian salah satunya mengangguk, “boleh om tapi ati2 yah kalo ada orang, kan malu om diliatin orang” akupun tersenyum dan tanpa basa bau eksklusif kusampirkan jilbab Dina dan Dita, eksklusif kubuka kancing2 bajunya dan kubuka seragam sekolah mereka, dan eksklusif kulepas bra mereka, kulemparkan bra mereka kejok belakang mobilku kemudian kupakaikan kembali baju seragam mereka tanpa kukancingi lagi, sungguh indah badan saudara kembar ini.
Dengan jilbab putih yang masih mereka kenakan dan payudara yang putih dan empat buah putting berwarna coklat yang kecil sungguh indah sekali, akupun tak bisa menahan nafsuku, segera kumainkan empat buah payudara gadis kembar ini bergantian, dari remasan, plintiran pada puting2 payudara mereka hingga hisapan hisapan dan giDitan2 kecil menciptakan mereka menggelinjang mendesah menikmati permainanku.
Lalu kuhentikan permainanku, kuperintahkan kedua gadis ini untuk mengangkat kedua roknya perlahan. Pelan2 kulihat kaki mungil mereka yang dibungkus sepatu dan kaus kaki menutup betis mereka, lutut, dan aww, paha paha yang putih dan mulus kemudian kemaluan yang masih tertutup celana dalam putih yang tipis. Aku sungguh tak kuat, eksklusif kutarik turun celana dalam mereka dan kupandangi Vagina Dina dan Dita yang kecil alasannya ialah umur mereka yang masih 16 tahun. Kuambil celana dalam mereka dan kulemparkan ke jok belakang mobil. Lalu kututup pintu mobilku.
“lho om kok kita nggak dimobil om ajah, kan takut ada yang ngeliat om” kata Dita khawatir dengan keadaanya yang berjilbab namun baju seragam yang terbuka yang menunjukkan dua buah payudaranya yang menggantung sambil mengangkat rok hingga pinggang yang menunjukkan Vaginanya.
“Nggak papa Dina, nanti kau tau, jauh lebih nikmat rasanya kalo ditempat begini lho” kataku sambil menarik kedua gadis itu dan kusuruh duduk dikap depan mobilku yang posisinya didinding lapangan parkir, yang hanya tertutup jeruji2 besi dan tampak dari luar samar2.
“iii om malu” jawab Dita sambil duduk dan menutup rok dan bajunya sambil melipat tangan didadanya. Tampak didepanku dua orang gadis kembar berjilbab yang siap kunikmati beberapa ketika lagi, disebuah gedung parkir, dan gilanya lagi walaupun agak gelap tapi niscaya secara samar2 terlihat dari jalan raya diluar gedung. Tanpa memperdulikan ucapan Dita akupun menarik kepala kedua gadis berjilbab ini dan mencium bibir merkea bersamaan, ah nikmat rasanya ketika mencium mereka bersamaan.
Tampaknya mereka menyukainya, kemudian tanpa basa bau kuangkat rok sekolah Dina dan kujilat2 Vaginanya, juga tangan kananku masuk kedalam rok diantara kaki Dita dan mengelitik Vagina dan klitorisnya sambil saya memuaskan kakaknya. Kedua gadis berjilbab ini hanya bisa menggelinjang dan mendesah pelan, perlahan nafsu mulai merasuki keduanya yang tampaknya sudah tak malu lagi dan mulai meremas remas payudara mereka sendiri.
Kurasakan cairan mulai membasahi Vagina kedua saudara kembar ini. Akupun semakin tak tahan, eksklusif kubuka celanaku dan mengeluarkan penisku dan kumasukkan kedalam Vagina Dina sambil terus mengaduk2 Vagina Dita dengan 3 buah jariku. Ahh penisku serasa dipijit2 didalam Vaginanya.
Walaupun sempit tapi ketika mulai kusodok pelan2 serasa tak ada yang menghalangi, ternyata Dina sudah tidak perawan lagi, begitujuga dengan Dita yang sedari tadi pasrah penuh kenikmatan dengan tiga buah jariku diVaginanya. Akupun dengan cepat memajumundurkan penisku didalam Vagina Dina bergantian dengan Dita.
Wajah mereka yang terbungkus jilbab sungguh tampak menggemaskan membuatku semakin bernafsu meremas2 payudara2 mereka.
Aku memerintahkan kedua saudara ini untuk menunduk dan bertumpu pada terali2 besi gedung parkir. Kuangkat rok panjang mereka dan kulipat dan kuselipkan dipinggang mereka, sehingga dengan bebasnya saya bisa melihat pantat, Vagina dan kepingan kaki gadis gadis ini.
Mungkin karnea kedua gadis kembar ini belum orgasme mereka tampak mau melaksanakan apa saja asalkan terus kuaduk2 Vagina mereka. Mereka tak malu walaupun samar2 terlihat dari jalan raya didepan gedung parkir ini. Akupun semakin bernafsu dengan menyodokkan penisku kedalam Vagina Dita dan Dina bergantian dari belakang sambil kutarik jilbab mereka yang menciptakan mereka mendongak keatas sambil menikmati hentakan demi hentakan penisku dilubang Vagina mereka secara bergantian. Cerita Hot 17 Tahun
Tak usang kemudian Dina merintih2 “om oomm remes payudaraku yang keras, terus masukin penisnya cepetan sedikit saya udah nggak tahan mau keluar” akupun yang memang penuh nafsu segera menuruti ajakan Dina, kucengkram kedua payudaranya dari belakang, dan kupercepat hentakan penisku jauh lebih dalam kelubang Vaginanya.yang menciptakan Dina semakin menjerit2 kecil menikmatinya.
Tiba2 dari jauh kulihat seseorang haltebus yang mengarah kegedung parkir diseberang jalan tampaknya melihat episode yang kulakukan, dan Dina walaupuan daritadi merem melek menikmati permainanku menyadari ada seseorang yang ikut menikmati tubuhnya dari jauh. “om ada orang tuh dihalte ngeliatin kita, tapi saya udah nggak berpengaruh om dikit lagi mau keluaarr.
Ah biarin ajaaaahhh…” jawabnya yang tampak semakin bernafsu alasannya ialah dilihat orang tersebut. Akupun semakin bernafsu mempertontonkan episode mesra ini keorang tersebut yang semakin membuatku terpacu.tiba2 “ahhhh ahhhh ahhh” Dina merintih dan kurasakan Vaginanya mengeluarkan cairan yang sangat banyak dan risikonya Dina melamun lemas walaupun saya tetap memacu penisku keVaginanya.
Akupun menghentikan aksiku. “duh om udah nggak kuat, om lanjutin sama Dita aja yah..” katanya dengan tersenyum penuh kepuasan. “Iyah nggak papa sayang,tapi kau disini aja ya temenin om main dengan adikmu ini” kataku sambil menjulurkan rok Dina sehingga menutupi kepingan bawah tubuhnya kemudian kubalikkan tubuhnya kucium mesra, dan kupandangi adiknya.
“ihh omm kan udah sama kak Dina tadi, saya dicuekin, daritadi udah nggak tahan om” katanya dengan cemberut nakal. Ternyata walaupun payudara Dita sedikit lebih kecil dari kakaknya, namun hasrat sexnya jauh melebihi kakaknya. “Dita juga mau om, ayo cepet tu orang dihalte depan lagi ngeliatin, Dita udah nggak tahann ayo omm cepettt” kata Dita memelas. Wah ternyata adiknya jauh lebih berangasan dan maniak dari kakaknya.
Akupun eksklusif menancapkan penisku ke Vagina Dita dari belakang yang sudah memasang posisi menunduk dengan menumpukan tangannya pada jeruji besi didinding gedung parkir ini.sambil kugenjot Vaginanya, kuremas2 payudara kiri Dita dari belakang dengan tangan kiriku sementara tangan kananku kugunakan untuk memeluk Dina sambil mencium bibirnya dan meraba2 payudaranya.tak disangka Dita ternyata begitu exebisionis, dalam genjotanku beliau melambaikan tangan dan tersenyum genit kepada lelaki yang menatap aksi kita dari tadi.akupun tak peduli terus saja kupermainkan Vaginanya.
Tapi usang kelamaan saya bosan dengan posisi ini, kubalikkan badan Dita, dan kugendong kemudian kududukkan ditepi kap depan kendaraan beroda empat jeepku dan kusandarkan Dina bangun disampingnya, akupun melanjutkan aksiku menancapkan penisku keVagina Dita sambil mencium dan menjilat jilat putting payudaranya bergantian dengan mencium bibir Dina kakaknya, sambil tangan kiriku meremas2 payudara Dina.
ohhh sungguh berlipat2 rasanya menikmati badan dua orang gadis kembar yang masih mengenakan jilbab putih namun 4 buah payudara mereka terbuka bebas dan sedang kujamah, sedangkan Vagina Dita sedang kunikmati dengan penisku dan Vagina Dina sesekali kuremas2 dari balik rok yang kuangkat keatas.
Tak usang kemudian, Ditapun mencapai titik puncaknya,dia menggelinjang dan mendongak keatas sambil memeluk kepalaku diantara dua buah payudaranya dengan erat dan tiba2 tiga kali kurasakan semprotan cairan didalam Vagina Dita bersamaan dengan semprotan spermaku didalamnya.. “aahahhchhhhh ommmm saya ahhhhh” jeritnya… Dinapun hanya tersenyum melihat ulah adiknya yang sedang dalam titik puncaknya.
Setelah beberapa ketika kurapihkan pakaian kedua gadis kembar ini, kurapihkan rok mereka, kemudian kukancingkan kembali baju mereka, kujulurkan lagi jilbab mereka menutupi payudara dan Vagina yang sekarang tak mengenakan bh dan celana dalam. “Yuk kita belanja, kita nonton juga yuk, nanti kita lanjut lagi dirumah om yah” kataku genit. Foto Hot Berjilbab 17 Tahun
Dina dan Dita hanya tersipu malu. Lalu kedua gadis kembar ini kurangkul dan kuajak kedalam mall sambil dengan nakalnya kuraba payudara mereka yang kali ini dengan gampang kuplintir dari luar pakaian mereka putting yang menonjol dibalik bajunya, namun sengaja ditutupi jilbab mereka biar tak ketahuan, namun buah dada buah dada yang tak disanggah itu tampak lebih menarik hati bergoyang goyang dibalik pakaian mereka walaupun sudah ditutupi jilbab, ukiran demi ukiran dan remasan tanganku dipayudara mereka sungguh nikmat, walaupun batang kemaluanku sudah lemas, tapi saya masih ingin menikmati badan gadis kembar berjilbab ini.
Kamipun masuk kedalam mall dan mulai jaga image, Dina dan Dita jalan disampingku dengan biasa2 saja biar tak terlalu menarik perhatian.. kamipun menuju bioskop dilantai atas dan membeli tiket film, tapi sebelum masuk ke bioskop, Dita mengajak kakaknya ketoilet untuk membersihkan sisa2 cairan Vagina dan spermaku yang masih membasahi Vagina nya.
Itulah Cerita Dewasa dengan gadis 17 Tahun nikamtnya terasa endull masbro.hahahahaaaaaa

0 Komentar untuk "Cerita Hitam Dongeng Sex Panas Terbaik Gadis Berjilbab 17 Tahun"