Cerita Hitam Dongeng Sex Remaja Paling Saru Gadis Sma Yang Berjilbab Seksi Dan Doyanan

Cerita Sex Bergambar Perawan ABG Anak Sekolah Menengan Atas | Novel Hot Cerita Sex Dengan Siswi SMU Berjilbab - Cerita Sex Kisah Remaja Cewek Sekolah Menengan Atas Jilbab Penuh Nafsu Pengalaman Ngentot Ayu siswi Sekolah Menengan Atas - news kisah video ngentot Cerita Ngentot Gadis Sekolah Menengan Atas Alim dan Mengairahkan | Cerita Dewasa Putri, kisah 18 tahun, kisah mesum sma, cerpen panas, kisah sma ml, kisah seks siswi, kisah seks lengkap, kisah bokep sekolah, kisah 18 sma.
Cerita Dewasa Putri | Siang itu saya sedang melintas di sebuah tempat pemukiman untuk mengantarkan komputer pesanan pelangganku ke rumahnya.
Cerita Sex Bergambar Perawan ABG Anak Sekolah Menengan Atas  Cerita Hitam Cerita sex Dewasa paling saru gadis Sekolah Menengan Atas Yang Berjilbab Seksi dan doyanan

Saat itu saya gres aja melewati Sekolah Menengan Atas yang terletak di tempat pemukiman tersebut dimana jam pelajaran gres aja usai. tampak para pelajar sekolah itu sedang berjalan bergerombol keluar dari gerbang sekolah.

Aku ngak begitu peduli dikala itu, yg ada dalam pikiranku hamyalah mencari alamat pelangganku.

Disaat saya sedang mencari-cari alamat yg hendak kutuju, sekilas kulihat serombongan siswi sekolah Sekolah Menengan Atas tersebut lengkap dengan seragam sekolah.

Seragam putih dan rok abu-abu panjang sedang berjalan pulang sekolah. Sebelumnya saya tidak terlalu mempedulikan mereka sebab sibuk mencari rumah tujuanku.

Sesaat saya memperlahan laju mobilku. Saat itulah rombongan pelajar putri tersebut itu hampir berpapasan dengan kendaraanku. Terlihat betapa cerianya mereka berjalan bersama dengan bersenda gurau beramai-ramai diselingi tawa kecil sebab candaan masing-masing.

Namun dari serombongan siswi berjilbab itu ada sosok yg membetot perhatianku yaitu sosok dewasa berjilbab yg berjalan sendirian dibelakang rombongan tersebut.

Aku lihat ia sedang mencuri pandang ke arahku seraya tersenyum manis.

Dari tatapan mata dan senyuman di bibirnya itu bisa dibilang menarik hati atau bisa juga disebut “nakal”.

Akupun tersenyum seakan membalas sinyal yg dilontarkan siswi berjilbab itu. Lalu dengan seksama kuperhatikan sosok itu dari ujung kepala hingga kaki.

Wajahnya yg tidak mengecewakan anggun mengingatkanku kalau ia ibarat model majalah yang seksi. Apalagi kulit mukanya juga agak putih disertai pipi agak tembam kemerahan ibarat ciri-ciri foto model.

Yang membuatku menelan ludah yakni bentuk teteknya yg kelihatan bundar sempurna, yg membusung dari balik seragam Sekolah Menengan Atas tersebut. Walaupun tak terlalu besar tapi cukup yummy di pandang.

Lalu saya hentikan laju mobilku sambil terus menatap siswi berjilbab itu.dia pun tersenyum lebar tatkala melihat mobilku berhenti. Sambil melihat matanya kuberi ia kode tangan biar mendatangiku.

Dan tanpa disadari oleh kawan-kawannya yg terus berjalan sambil bersenda gurau, ia berjalan perlahan mendekatiku. Basa-basi kutanya alamat yg kucari padanya. Kebetulan gadis jilbab itu tahu alamat yang kucari.

Akupun meminta padanya biar ia memberi tahuku alamat tersebut.

Sekilas mataku melirik mesra dikala ia hendak duduk di sampingku. Kulihat lekukan pantatnya yg terlihat sangat tebal. Kebetulan model rok yg ia pakai itu ibarat mengetat dari pinggang hingga kebagian pangkal paha.

Saat ia duduk kusempatkan pula melirik bentuk paha siswi berjilbab ini dan nampaknya ia ibarat sengaja menarik-narik roknya itu seolah-olah ingin terlihat lebih ketat lagi hingga memperlihatkan bentuk pahanya yang aduhai.

Belum lagi tatkala kulihat tonjolan tetek yg cukup menggairahkan itu. Hhhmmm... Betapa binalnya perempuan ini"dalam pikirku

Singkat kisah kami banyak ngobrol ngaler-ngidul di dalam kendaraan beroda empat tersebut. Setelah selesai mengirim barang ke pelanggan, Lalu basa-basi kuajak ia ngobrol perihal latar belakang dirinya.

Namanya Mona dari 3 bersaudari. Yah, ternyata abang dan adiknya perempuan juga. Mona juga bertutur kalau bekerjsama ia bersekolah di Madrasah itu sebab kemampuan orang tuanya yang pas-pasan.

Sebenarnya ia menginginkan bersekolah di Sekolah Menengan Atas negeri favorit pilihannya. Makara jilbab yang ia kenakan itupun lebih sebab peraturan wajib Madrasah. Gaya bicaranya yg terdengar agak genit, sedikit bernafsu dan serba ceplas-ceplos seakan mengisyaratkan kalau rasanya tidak akan sulit bagiku untuk menaklukan siswi berjilbab ini.

Beberapa dikala kemudian kuajak Mona itu makan siang disebuah mall. Sembari menyantap hidangan dan iseng-iseng kutanya, bagaimana reaksi orang tuanya kalau hingga tahu ia telat pulang dari sekolah.

Ternyata dengan terus jelas ia menjawab orang tuanya tidak bakalan bertanya macam-macam.

Betapa girangnya diriku mendengar penuturannya itu. Karena kesempatan untuk menjadikannya sebagai pemuas birahiku ini semakin terbuka lebar. Setelah makan siang itu, saya mengajaknya pergi jalan-jalan ke sebuah taman rekreasi.

Dalam perjalanan saya coba-coba memulai niatanku ini dengan sengaja memegang tangannya dan tidak ada sama sekali penolakan dari gerak-geriknya tersebut.

Kulanjutkan dengan mendaratkan tanganku di atas pahanya. Perlahan-lahan dengan lembut kuusap pahanya dari luar rokny. Namun, sekali lagi ia ibarat membiarkan tindakanku ini. Hatiku bersorak kegirangan kala melihat gadis berjilbab ini bakal dengan gampang kunikmati.

Setibanya di taman rekreasi itu, kuparkirkan mobilku agak memojok dan jauh dari mobil-mobil lain yg parkir. Kemudian saya memberitahunya bahwa saya akan memenuhi janjiku untuk memberi imbalan sejumlah uang sebagai ganjaran membantuku mencari rumah pelangganku tadi.

Tak lupa diujung janjiku tadi saya memberi syarat kalau ia menginginkan ganjaran tersebut. Maka Mona terlihat sangat besar hati sebab membayangkan hadiah uang yg sudah didepan dimata. Gadis berjilbab ini menyatakan kalau ia tidak akan mempermasalahkan dengan syarat apapun yg kuminta, yang terpenting hadiah uang itu.

Hmmmm.. betapa senangnya diriku tatkala bayangan untuk menyetubuhi Mona yg sedikit lagi akan terlaksana.
Kemudian kuberitahu bahwa saya akan menyerahkan uang itu manakala saya bisa bebas mencium bibirnya. Ketika mendengar ucapan itu, Mona hanya membisu tidak menjawab namun juga tidak kelihatan terkejut.

Malah sesaat berikutnya ia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan keinginanku itu.

Tanpa buang-buang waktu, saya pun merapat ketubuhnya dan mengecup mesra bibirnya. Mona tampak bereaksi membuka bibirnya sedikit demi sekit sambil memejamkan mata. Ku cipok abis bibir itu dan mulai memainkan lidahku ke dalam mulutnya.

“Hhhmmm...Hhhmmm...”, desah Mona seakan menikmati ciuman dan kuluman bibirku.

Tanganku pun tidak ketinggalan meraba-raba setiap sudut tubuhnya. perlahan pula kubuka kancing seragam sekolahnya itu satu persatu hingga terbuka semua. Dan kini sepasang tetek berputing coklat kemerahan terpampang di depan mataku.

Dan mulai meremas-remas susu kembar milik Mona. “Hmmhhh.. Sssssshh”, desah Mona terdengar semakin kencang.

Wajahnya yang ibarat model seksi itu menghadap ke atas dengan mata sayu. Tampaknya Mona mulai menikmati gairah permainan ini."pikirku

Aku benar-benar terangsang sebab permainan ini, kemudian kukeluarkan kontolku yg sudah menegang dari tadi. Kuletakkan telapak tangan Mona di atas kontolku yg mulai mengeras itu.

Seakan-akan sudah tahu apa yg harus dilakukannya tanpa harus saya ucapkan, kemudian dipegangnya kontolku dan mulai mengocoknya naik turun dengan lembut.

Ouuuuh... Hhhmmmm..."suara desahanku terdengar ketika tangannya mulai mengocok penisku. Terasa sungguh nikmat tatkala telapak tangan halus itu memainkan kontolku.

Cukupa usang juga ia mengulum kontolku, dan kuhentikan sejenak agresi ini dan kemudian saya kembali mengecup bibirnya dan menggeser pantatku untuk duduk di dingklik dimana Mona berada.

Dengan posisi duduk kami berdua yg menyamping berhadap-hadapan menciptakan kontolku kini melekat persis di atas pahanya.

Kemudian kulepaskan kecupanku sambil ingin melihat eksklusif agresi kuluman/sepongan selanjutnya dengan mataku sendiri. Rasanya sungguh nikmat tak terkira yg saya rasakan apabila saya bisa melihat tangannya dan mulutnya yang lembut itu mengocok-ngocok kontolku.

Kemudian saya berkata kepadanya"Put, bahwa saya hari ini benar-benar ibarat sedang berada di nirwana kenikmatan, sebab perempuan anggun dan masih Sekolah Menengan Atas sedang mempermainkan batang kemaluanku".

Mendengar itu, Mona hanya tersenyum yang sambil terus menyepong batang penisku.

Tapi, lama-lama nafas Mona semakin naik turun tidak teratur. Genggaman tangannya juga semakin erat mengocok kontolku yg keras dan berurat itu.

Makin usang kocokan Mona makin cepat pula. Aku yg sudah semakin hampir titik puncak itu memberitahunya biar berkemas-kemas mendapatkan semprotan spermaku di dalam mulutnya.

Crooot... Crooot... Crooot.."spermaku muncrat sepenuhnya di dalam mulutnya.

Begitu deras spermaku mengalir keluar dari kontolku hingga lendir di mulutnya membasahi seluruh bibirnya.

Tangannya pun tak henti-hentinya mengulum batangku bagaikan memerah seekor api hingga tiada lagi air mani yang menetes. Spermaku yang membasahi tangannya di lap sekalian di bibirnya juga.

Kemudian saya memberinya sejumlah uang ibarat yang kujanjikan pada Mona. Setelah merapikan pakaian masing-masing, saya mengantarnya pulang dan memberinya nomor telepon Hpku untuk dihubungi. Dengan tersenyum pembangkang di bibirnya, Mona menyambar nomor teleponku dan turun dari mobil.

Tak lupa sebelum ia keluar, saya cipok lagi bibirnya sambil ku remas-remas adegan pantatnya yang mungkin akan belanjut kisah ngentotnya diriku dan ia di segmen terakhir.
0 Komentar untuk "Cerita Hitam Dongeng Sex Remaja Paling Saru Gadis Sma Yang Berjilbab Seksi Dan Doyanan"

Back To Top