Nah aqu mau ceritakan pengalaman ketika kuliah dikerjain putri tunggal Bosku yg panggulnya sangat bahenol, dgn bokong yg lingkaran serta payudara yg wah.
Awal mulanya ayahku memerlukan seorang tenaga dinas luar untuk bab pemasangan iklan, namun alasannya ialah jam kerjanya tidak terlalu panjang ajuan ayahku ditolak oleh bossnya jikalau harus memperkejakan orang khusus untuk bab ini. Entah ilham dari mana aqu yg ketika itu masih kuliah ditarik ayah untuk mengisi bab tersebut, dgn jam kerja pukul 13:00 hingga dgn pukul 17:00, terang aqu sanggup kerjakan sesudah pulang sekolah.
Hari-hari pertama bekerja aqu di-training ke perwakilan resmi harian ibukota yg kesemuanya bermarkas di jalan Gajah Mada Jakarta. Semua info harian nasional aqu telah kenal, dan dari sekian banyak distributor iklan yg ke sana, hanya aqulah yg paling muda. Setiap selesai aqu diwajibkan kembali ke kantorku yg di tempat Kota. Bosku telah cukup umur, dan kalau hitungan teliti sekali, namun lamanya minta ampun, biasanya menunggu Bosku menghitung, aqu duduk- duduk di belakang ruangan kantor yg memang khusus tempat ngumpulnya para sales dari divisi lain. Dan di ruangan kantor depan hanya ada 4 orang, satu di antaranya ialah putri tunggal Bosku yg menjabat sebagai eksekutif operasional, orangnya putih bersih, tinggi sekali mungkin 180 cm-an, ketika itu kalau bangun aqu paling sepundaknya. Selalu mengenakan span pendek dgn stoking hitam. Panggulnya ketika berjalan hampir dipastikan seluruh orang menengoknya. Bokongnya yg lingkaran dan dadanya yg membusung menambah daya tariknya sebagai wanita.
Sebenarnya putri Bosku ini pengantin baru, namun entah kenapa malah tidak betah di rumah, kadang kala aqu kalau lagi telat sanggup hingga jam 19.00 malam dan Doi masih ada di kantor. Menurut gosip yg beredar di kalangan sales (aqu sering menguping). Suaminya impoten dan aqu tahu bahwa panggul, bokong dan payudaranya manis pun dari hasil nguping, alasannya ialah ketika itu aqu kurang mengerti duduk masalah itu, yg terang melihat paha sedikit saja, kemaluanku eksklusif bangun dgn tegaknya, ditambah lagi aqu sering baca buku porno, terang jadinya onani 3-5 kali per hari. Setiap ada kesempatan niscaya aqu eksklusif onani, kebanyakan di WC, terutama di WC kantor, pokoknya setiap ada kesempatan.
Aqu sering sekali membaygkan putri Bosku ini ketika onani, terutama kalau di WC kantor. Sebenarnya aqu sih tidak bodoh-bodoh amat dalem urusan itu, perjakaqu pun telah kulepas di lokasi WTS Kali Jodo, namun kan tidak mungkin aqu ke situ setiap hari, dari mana uangnya?Padahal buat pertarungan, aqu punya modal yg cukup. Aqu pernah di WC sekolah dgn kawwan kawwan mengukur besar gagang kemaluan, dan ternyata aqu jadi pemenang, baik dalem panjang maupun Diameternya. Alhasil aqu pun dijuluki di sekolah “konde” alias “kemaluan gede”. Nah ketika onani aqu pun berkhayal begitu, aqu bagai seorang jagoan yg sanggup memuaskan wanita-wanita kawwan onaniku dgn senjata kebanggaanku.
Tak terasa 3 bulan telah aqu bekerja, hingga pada suatu hari, alasannya ialah ada iklan kolom yg jumlah uangnya besar dan pada teksnya terdapat kesalahan, aqu harus menunggu hingga malam, dan sialnya hasil perbaikannya malah menciptakan salah jumlah giro yg aqu bawa, untunglah bab kasir masih berbaik hati dan menukarkannya dgn tanda terima sementara. Pukul 19:30 aqu hingga di kantor, lampu telah dimatikan semua, hanya pos satpam dan ruangan putri Bosku saja yg masih menyala, aqu eksklusif ke ruangannya.
“Selamat malam Bu,” sapaqu sopan.
“Malam, gres selesai Ndra?”
“Yah Bu, tadi ada kesalahan, jadi harus menunggu.”
“Oh..”
“Sekarang aku mau laporan dgn siapa, Bu?” tanyaqu.
“Oh ya Mama telah pulang, sini aku yg hitung!” Aqu meyerahkan semua bon kepadanya.
“Saya tunggu di luar, Bu,” aqu pamitan.
“Silakan,” jawabnya singkat
Aqu menuju kantor belakang, ternyata tak ada seorangpun di sana, mungkin telah terlalu malam. Aqu segera ke kamar mandi dan mengkhayalkan making love dgn putri Bosku. Seiring dgn khayalanku yg semakin indah aqu mulai melepas celanaqu kemudian mulai mengocok-ngocok kemaluanku dgn perlahan, busa sabun yg melumuri gaganganku terasa nikmat sekali, gerakanku semakin cepat, dan mencoba mencapai puncak kenikmatan secepatnya. Namun alasannya ialah hari ini aqu telah 4 kali mengocok, di WC kampus, WC rumah dan terakhir di WC kantor 2 kali, aqu agak susah keluar, aqu lihat kepala gaganganku hingga memerah, namun tiba-tiba saja, “Brakk..” pintu terbuka dan menyembullah wajah yg ada dalem khayalanku, aqu kaget setengah mati, begitu pula Doi hingga berteriak. Aqu segera mencari celanaqu, namun sialnya alasannya ialah pintu terbuka terang aqu tidak sanggup mengambil celanaqu yg berada di balik pintu kamar mandi.
“Maaf, Bu, aku lupa mengunci pintu,” aqu segera minta maaf tanpa menghiraukan gaganganku yg
masih ereksi,
“Eh.. tidak apa,” Bosku pun agak gugup dan kulihat pandangan matanya tertuju pada gaganganku yg masih mengacung menunjuk langit-langit, dan tanpa disangka-sangka Doi eksklusif masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya,
“Ehh, Ibu mau ngapain?” aqu masih kebingungan atas sikapnya.
“Kamu hening aja yah Ndra,” kata Bosku.
Doi eksklusif menanggalkan seluruh pakaiannya dan telanjang lingkaran di depanku, aqu pun mulai menyadari keinginannya, namun aqu masih taqut alasannya ialah Doi ialah Bosku, untunglah Doi dulu yg mulai. Aqu yg masih mengenakan baju eksklusif dilepaskannya, dan Bosku eksklusif dgn liarnya menciumi seluruh badanku, tangannya eksklusif saja menggenggam gaganganku dan menarik-nariknya dgn keras. Sungguh nikmatnya luar biasa.
“Ndra, kemaluan kau gede, bikin aku puas yah!” aqu pun tak sanggup tinggal Diam, seluruh imajinasiku yg kudapat dari buku stensilan kupraktekan.
Aqu mulai melumat bibir Bosku sambil tanganku bermain di keduapayudaranya yg membusung padat. Pentilnya yg kecil dan kemerahan aqu pilin-pilin, kadang aqu usap perlahan. Bibir dan lidahku terus menjalar menelusuri leher dan melumat payudaranya, Bosku hanya mengerang pelan. Rejeki ini benar-benar aqu manfaatkan sebaik-baiknya untuk memuaskan imajinasiku, seluruh bab tubuh Bosku tak ada yg luput dari jilatanku, mulai dari jari tangan, leher, payudara, perut, panggul, bokong, liang kemaluannya yg lebat hingga paha dan jari kakinya kujilat dan kucium.
Dan ketika lidahku bermain di liang kemaluannya Doi mengangkat sebelah kakinya ke bathup, dgn begitu aqu semakin leluasa menyedot klitorisnya dan memasukkan lidahku ke dalem lubang kemaluannya, Bosku meremas-remas rambutku semakin kuat, sambil terus menjilat kedua tanganku, meremas dan memilin kedua pentil payudaranya,
“Achh, Ndra..” rambutku terasa mau tertarik dari akarnya ketika Bosku melepas klimaksnya yg pertama. Aqu tak begitu perduli, aqu terus menciumi seluruh bab badannya, dan ketika aqu menciumi punggungnya, senjataqu terasa nikmat terganjal di antara pecahan bokongnya yg besar, namun mungkin Bosku telah naik lagi nafsunya. Dibimbingnya senjataqu dari belakang,
“Dorong, Ndra!” aqu eksklusif memajukan panggulku dan senjataqu terasa memasuki lorong hangat yg sempit, “Achh, yummy Ndra, terus yg dalem!” Bosku makin meracau, sementara aqu sendiripun mencicipi nikmat yg luarbiasa, jepitan liang kemaluannya terasa sekali meremas gagang kemaluanku.
Perlahan aqu gerakkan panggulku maju-mundur, sementara tanganku tak tinggal Diam meremas danmemilin payudaranya, kian usang gerakanku semakin cepat. Seluruh urat syarafku terasa agak kaqu dan pedoman darahku semakin cepat. Aqu mencoba mengeluarkan spermaqu secepatnya, namun mungkin akhir terlalu banyak onani aqu malah susah keluar, sanpai Bosku titik puncak 8 kali dan mengalami banyak sekali macam gaya barulah aqu mulai mencicipi spermaqu telah terasa di ujung gaganganku,
“Bu.. aku mau keluar..”
“Sebentar, Ndra, tahan!”
Doi kemudian menggerakan panggulnya ke depan sehingga gaganganku tercopot, Doi eksklusif mengocok gagang kemaluanku dgn tangannya yg halus, sementara bibir dan lidahnya menggelitik ujung dadaqu dgn raqusnya. Nafasku bagai terhenti ketika dgn kuatnya Doi melumat ujung dadaqu dan mempercepat kocokan tangannya di gagang kemaluanku. Akhirnya seluruh badanku bagai merinding dan bergetar ketika spermaqu terpancar dgn beberapa kali denyutan-denyutan kenikmatan di seluruh gagang kemaluanku. Kulihat Bosku tersenyum puas,
“Ndra, kau termasuk jago dalem urusan ini, besok-besok kawwanin Ibu lagi, yah!” aqu hanya mengangguk, dan tanpa banyak kata-kata lagi Bosku eksklusif mengenakan pakaiannya kembali dan meninggalkanku sendirian di kamar mandi. Entah mimpi apa aqu semalam sanggup bercinta dgn Bosku, yg terang semenjak ketika itu aqu jadi tidak kekurangan uang. Sayg kini Doi telah keluar negeri mengikuti suaminya, kalau tidak niscaya masih berlanjut hingga sekarang.

0 Komentar untuk "Cerita Hitam Kepuasan Seks Untuk Anak Boss Ku"