Kumpulan dongeng xxx tante kesepian, kisah mesum tukar pasangan critasex org ngentot berjamaah,sekandal seks bergedok arisan, kepuasan seks dengan suami tetangga - Awalmula ketika saya sedang jalan jalan dan bertemu sahabat temanku mereka memperlihatkan ku bermain arisan sex tante, saya terkejut mendengarnya..
Kejadian ini tidak pernah kuduga sebelumnya, Selama ini rumah tanggaku berjalan baik dan saya tdk pernah melaksanakan kekerabatan sex selain dengan suamiku sendiri. Sam, suamiku seorang kontraktor yg cukup besar di kota Malang Jawa Timur, hampir setiap hari waktunya habis dikantor untuk mengurus proyek dan proyeknya. Aku sendiri Sasa menikah dengan Sam, abang tingkat kuliahku di Perguaruan Tinggi Bandung, 2 tahun diatasku.
Kehidupan seksku biasa-biasa saja, dan cenderung membosankan padahal kurasakan hingga kini gairahku cepat sekali memuncak dan kalau melaksanakan kekerabatan intim saya suka sekali berlama- usang menikmati dengan aneka macam variasi, tetpi suamiku orangnya kuno dalam melaksanakan kekerabatan sex dengan cara yg biasa-biasa saja, ia diatas dan saya dibawah, kadang saya kepingin jg cara lain menyerupai pada video xxx yg pernah kulihat dikala suamiku pergi, tp tdk pernah kesampaian, alasannya yakni pernah kuutarakan pada suamiku ia tdk menjawab apapun, sehingga kadang saya merasa tdk puas.
Untuk mengisi waktu luang saya sempatkan mengikuti kegiatan kesehatan berupa senam pada sanggar senam tertentu hal ini saya lakukan untuk menjaga stamina dan jg tubuhku supaya tdk gemuk, dan hasilnya tidak mengecewakan dikala ini tinggi badanku 165 cm, rambutku hitam pekat, mata coklat, pinggangku cukup ramping pantat jg berisi dan yg penting payudaraku tdk kendor walaupn pernah menyusui dan ukurannya cukup menciptakan orang menelan ludah 36C.
Aku sengaja mengambil kegiatan pagi alasannya yakni siang sedikit saya harus sdh rapi berada dikantor pribadiku. Setelah membereskan urusan rumah saya bersiap berangkat menuju daerah senam, dengan menggunakan T shirt Kuning cukup ketat dan celana senam saya memagut diri dikaca, Yach,… tidak mengecewakan jg pikirku, dengan tshirt tersebut payudaraku seakan tertekan dan hendak melompat keluar, saya sadari itu.
Pagi ini berbeda sekali daerah senam hampir penuh, saya duduk sendiri ditepi sambil mempersiapkan baju senamku, saya menuju kekamar ganti kudengarkan ada beberapa bunyi ibu-ibu cekikikan sambil menceritakan pengalamannya, Ah,… gila pikirku, mereka suka sekali sama pria muda usia untuk permainan sexnya.
“Iya Jeng Liss,… tadi malam itu seru lho, saya tdk menygka Doni begitu perkasa, saya dibuatnya tak berkutik dalam 4 ronde sekaligus, padahal kelihatan ia paling pendiam ya disini, dan permainannya,………. Yahuuut lho, memekku hingga menyerupai mati rasa,……” Cerita salah satu ibu akseptor senam.
“Ah,…. Masak sih jeng Yuli,….. yach,… sayang saya nggak dapet ya,… kalau sama Doni gimana jeng,……… itu lho anak Sekolah Menengan Atas 3 yg kita temukan bersama waktu nongkrong di cafĂ© Regent,….. yg itunya item dan gede.” Timpal temannya.
”Oh,….. Kalo yg itu sih lumayan, tp permainannya masih hebat si Doni, Awalnya saja saya sdh keder dibuatnya.”
”Masa,… saya jadi pengin mencobanya jeng,…… Lihat aja ya nanti,… saya habisin ia dengan segala tenagaku,…” celetuknya dengan geregetan.
Pembicaraan terus berlangsung secara tdk sadar saya terbawa ikut memikirkan Doni,… Apakah Doni itu instruktur senam yg gres 2 bulan melatih ditempatku, kalo lihat cirinya pendiam dan hirau sih memang dia,…tanpa terasa tanganku telah berada diantara dua pahaku terasa hangat dan kuraba pelan memeku dari luar baju sanam ah,…. Cepat-cepat kubuang pikiran jelek itu saya tdk ingin terjadi sesuatu. Semakin kupikir semakin berkecamuk pikiran itu ada.
Aku ingat waktu itu Doni memang sempat menjadi buah bibir dikalangan ibu-ibu tempatku senam tp saya tdk pernah sedikitpun ikut didalamnya. Apakah Doni itu ya yg dibicarakan ibu-ibu. Pertama kali masuk Doni memang sempat grogi disoraki oleh ibu-ibu bahkan sempat menciptakan wajahnya memerah ketika perkenalan ibu-ibu menanyakan statusnya. Bahkan salah satu ibu ada yg nyeletuk menanyakan besar tdknya ukuran vital Doni, dan hanya dijawab dengan senyum saja.
”Tok,.. Tok,… Tok,…..” Aku terkejut mendengar pintu kamar ganti diketok dari luar, ah kiranya cukup usang jg saya berada dikamar ganti, cepat cepat kekemasi barangku dan keluar menuju hall senam, disana masih banyak ibu bergerombol menunggu waktu senam berlangsung.
Aku duduk sendiri sambil minum teh hangat, tiba-tiba disebelahku duduk empat ibu-ibu yg nampaknya cukup centil dengan usia yg bervariasi. Sambil berbasa-basi ia memperkenalkan diri dan saya agak terkejut alasannya yakni bunyi dan namanya sama dengan yg ada di kamar ganti sebelahku tadi.
”Eh jeng Sasa kan sdh usang ikut disini, udah pernah nyoba-nyoba rasa lain nggak selain rasa suami,……Dengan cara arisan bersama,… lezat lho jeng, rugi kalo nggak mencobanya” celetuknya berbisik hati-hati,……
Sambil sesekali melirik Lilis. Merah wajahku rasanya, alasannya yakni selama ini tdk pernah saya temukan orang yg bicara terbuka menyerupai itu,…
“E,…. E,….. ti,… ti,… dak kog,.. ini apa ya,…. Aku gelagapan. Dan serempak dua ibu tadi tertawa berbahak-bahak,…… Ah,… masa jeng Sasa, lha wong kini kemudahan sdh banyak kog tdk dipergunakan, yach,… JUST FOR FUN saja kog, kalo habis yg dibuang to jangan dibawa pulang bungkusnya bisa ancaman ya jeng Lilis,”
“Iya lho Jeng Sasa kita ini kan punya kelompok disini yg kadang bikin program enjoy bersama dan tertutup sekali lho, tdk semua ibu boleh ikutan disini, Tak lihat jeng Sasa mulai pertama ikut senam tdk pernah ada sahabat dan menyendiri, apa salahnya kalo bergabung dan menikmati sajian gres kami.”
Gila orang-orang ini Jeng Lilis berilmu jg ngomong gituan, belum sempat saya berpikir dan menjawab mereka menyela lagi.
“Sdh lah jeng Sasa ,…. Ikut aja belakang layar niscaya terjamin kok,.. dan yg penting ada sajian gres tiap bertemu”. Sambil menarik tanganku menuju hall senam.
hotrKonsentrasiku bubar selama senam saya secara tdk sengaja hanyut oleh pikiran ibu-ibu, dan kebetulan pelatihku hari ini Doni. Kuperhatikan seksama Doni cukup keren jg Tongkrongannya bodinya bagus, otot-ototnya nampak menyembul, dan,…. Ayooo,… hap,… satu,… dua,… renggangkan kaki,… perintahnya. Dia menghadap akseptor senam dan,… Alamak,… otot diantara kedua selangkangannya tertekan oleh baju senamnya nampak menyembul keras dan cukup panjang, saya jadi berpikiran yg bukan bukan, seandainya bisa kugenggam dan kulakukan menyerupai di video porno itu lezat kali ya,…….Gila,… pikirku saya kok jadi gini.
Senam sdh usai, kendaraan beroda empat merangkak pelan menuju garasi, kuhempaskan tubuhku diatas kasur, pikiranku berkecamuk membayangkan perkataan ibu-ibu perihal sajian gres penuh belakang layar tadi, tiba-tiba pikranku menerawang dan melintaslah bayangan Doni dengan mesra saya merinding, Doni seolah tiba dan memelukku, tangannya mulai membelai punggung dan turun ke pantat. Diremasnya pelan dan kurasakan benda keras diantara selangkangannya melekat ketat dibaju senamku, saya kegelian, dan,….. Lambat namun niscaya kurasakan tangannya mulai menyentuh dadaku yg kenyal, kurasakan pelintirannya menciptakan pentilku mulai kaku dan keras..
Aku mulai mengejang, tp tak dilepas tangannya didadaku bahkan mulai nakal, tangan kanannya berani menuju selangkanganku dikuaknya kuat-kuat celanaku hingga kudengar robekan kain Oh,……. Jari-jemarinya membelai lembut gumpalan daging lunak penuh bulu dan,… Mulutnya tak tinggal diam, Doni mulai mengeluarkan lidaknya menjilati memekku yg mulai basah,…. Aaaaaahhhhhhh,,,, Zzzzzzzt,….. saya tak besar lengan berkuasa menahan, Doni masih terus menjilat dan menjilat klentitku mulai kaku dan memekku semakin berair dan,….
Kriinngggg,….. Krriiingggg,…. Suara telepon berdering saya tertegun,…Gila cing saya bisa membayangkan dengan Doni begitu hebaaat, badanku meriang rasanya dan satu lagi yg kurasakan berair diselangkanganku. Aku bangkit bermalas-malasan dan kuangkat telepon.
”Hallo,…. Jeng Sasa ada”,….. ” Ya saya sendiri, siapa ini ya,…”
”Aduh,…. Masak lupa saya Yuli yg senam tadi,….. Wah sedang apa ini kog kayaknya malas-malasan saja,…….. Terasa sekali memang agak serak suaraku dikala ini habis membayangkan dengan Doni kering rasanya tenggorakkan.
“Oh,…. Tdk jeng ini lho sedang membersihkan rumah kacau balau gini, kalau jeng Yuli sedang apa ini kok tumben telpon saya”
“Jeng Yuli apa suami jeng nggak curiga,……..” Belum selesai saya bicara, Yuli menimpali dengan amat berapi-api.
Malam larut saya sangat menginginkan kekerabatan intim malam ini, kucoba dekati suamiku ia sdh tertidur lelap tergambar kelelehan diwajahnya tp memekku sdh mulai berair ingin dijenguk oleh kemaluan suamiku. Kucoba membangunkan dia, tp ia menolak dan hanya kekecewaan yg kudapat malam ini dan tanpa tersadar saya sdh terlelap.
Suasana hingar bingar ruang senam kembali kudengar dan kulihat sekeliling kembali bergerombol sekelompok ibu-ibu yg 3 hari kemarin mengajakku ikut dalam kelompoknya.
enam kali ini saya benar-benar tdk konsentrasi dan galau apa yg harus saya lakukan, hampir semua gerakanku tdk ada yg benar. Senam telah berakhir dan ibu-ibu mengajak menuju daerah yg telah disediakan, sebuah rumah yg cukup anggun dengan halam luas dibelakang terdapat bak renang, saya membuka dengan kunci yg telah disediakan, dan kulihat ada 3 kamar yg tertutup sehabis omong-omong sejenak, beberapa ibu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri tak usang kemudian mereka ada yg minta diri untuk pulang.
”Begini jeng Sasa itu kuncinya ada lima kan ?… salah satunya kunci diruangan yg tertutup ini nah nanti kalo jeng Sasa sdh siap buka aja kamarnya dan lihat sendiri deh ada apa disana dan enjoy saja rumah ini kondusif kog, ini punya jeng Lilis dan memang khusus untuk kegiatan Arisan ini, kebutuhan makan dan minum ada di kulkas, dan silahkan saja Sasakmati hingga jeng Sasa suka kalo pulang ya eksklusif aja pulang, kuncinya jangan dibawa lho jeng,… liriknya menggoda”.
Aku termanggu mendengarkan ocehan jeng Yuli sementara temanya hanya tersenyum dambil memainkan matanya. Aku semakin galau bagaimana nantinya. Tak usang kemudian mereka berdua mohon pamit pulang terlebih dahulu dan saya tinggal sendirian. Aku galau melangkah antara iya dan tdk, saya jg teringat kisah khayalanku dengan Doni,…… saya tercenung ingin mencobanya, kulangkahkan kaki dengan berdebar Klik,.. !!!! pintu pertama kubuka tp kulihat sekeliling tdk ada seorangpun, pintu kedua kubuka dan,…. Darahku berdesir hebat kuluhat seorang lelaki tegap dan cukup ganteng dengan kulit higienis menggunakan T shirt hitam dan celana pendek biru renta ia tersenyum, saya membalas kecut dan kuurungkan langkah kakiku masuk kamar tersebut, saya kembali duduk diruang tamu.
Kunyalakan televisi untuk menepis kegugupanku kuganti channel per channel tp tak ada yg menarik tiba-tiba…
“Hai ,.. Aku Dandy,.. Kenapa kog tdk ngobrol didalam saja tadi kan udah buka pintu tak tunggu lho,…..” pintanya sambil mengulurkan tangan perkenalan.
”Eh,.. e….Aku Sasa,,.. Eh… Ah nggak kog Aku cuman pengen tahu aja,” jawabku gugup dan tanganku mulai berkeringat dingin.
4 Variasi Seks yg menguntungkanKuperhatikan wajahnya ada bulu halus didagu masih gres dicukur dan dadanya cukup bidang dengan tinggi tubuh berkisar 175 Cm, otot-ototnya menonjol kuat. Dandy dengan santai duduk disebelahku sambil ikut mengawasi televisi yg remotenya masih ditanganku, ia tahu kalo saya gugup diambilkannya saya minum susu hangat dan ia menuju ke televisi diputarnya Film laser disk. Aku membisu saja dan ia mulai membuka pembicaraan basa-basi untuk melemaskan suasana.
Aku kaget dua kali alasannya yakni begitu saya menoleh ke televisi, kulihat film porno yg diputar, disana terlihat orang kulit putih sedang asyik menghisap kemaluan orang kulit gelap yg tegang dan panjang, saya risih dan aib tp badanku mulai hangat terutama ada rasa geli disekitar pahaku, Dandy kelihatan mulai lebih mendekatiku saya tak menghiraukan mataku tetap kearah televisi, tanpa kusadari saya mulai ikut hanyut dan kurasakan ada benda asing yg melekat didadaku, kulirik ternyata tangan Dandy kutoleh ia hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatnnya.
Aku membisu mencicipi dan ia semakin berani, diselusuri leherku dengan bibirnya,… turun kebahuku,… ditariknya pelan kaosku hingga kelihatan tali Bh. ku saya tak tahan, disofa saya direbahkan perlahan, ia tambah semangat, tanpa bicara ia mulai mengupas kulitku perlahan, tak pernah kurasakan hal ini sebelumnya, saya seolah melayg kegelian.
Dandy membuka sendiri kaosnya dan kulihat dada bidang itu ditumbuhi bulu doggyshalus. Dia bekerja sendiri ditariknya kaosku hingga beberapa kancing terlepas dan diangkat keatas hingga kini hanya tinggal Bh da rokku saja, tanganya kurasakan melekat lagi pada susuku dipelintirnya ujung susuku dan kurasakan mengeras,dia mulai menindihku, saya terpejam kurasakan bulu-bulu halus mulai menyentuh dadaku…
Ditariknya lepas BHku sehingga susuku yg besar seolah melompat keluar dadaku Dandy terkejut melihat besarnya susuku dengan warna kuning langsat dengan bulatan kecil coklat renta kemerahan serta putting kecil menantang mulutnyapun menuju putingku… kurasakan lidahnya lincah menciptakan nafsuku memuncak, putingku semakin mengeras sesekali kurasakan gigitan kecil giginya menggores putingku.
Diatas perut kurasakan ada benda yg membonggol mendesak hebat. Bibirku terasa habis dilumat bibirnya, hingga saya tak bisa bernafas, saya mulai berkeringat dan tangan kanannya mulai menuju kearah memek, diselipkan diantara pahaku, saya gak besar lengan berkuasa kupeluk ia dan ia semakin berani ditariknya rokku hingga terlepas, ditarik perlahan celana dalamku sambil tersenyum dan dengan sigap direnggangkannya kakiku sehingga ia dengan leluasa Dandy melihat memekku yg padat dengan bulu hitam keriting, tangannya mengocek memekku yg sdh basah.
Dimasukkannya jari tengah sedangkan ibu jari dan jempolnya membuka jalan dengan meminggirkan rambut kemaluanku. Klentitku kaku, dijilat dan disedotnya susuku hingga saya kegelian dan kini kurasakan mulutnya sdh diatas memekku. Aku semakin geli lidahnya menyapu higienis ruang dalam memekku yg berair sambil tangan kanannya ikut membantu memainkan.
”Eeeeeeeh… Dandy… aduuuuuh… ” saya mengerang kegelian, tp ia tdk perduli diteruskannya mempermainkan klentitku.
Aku sdh tak tahan, dengan berjongkok kududukkan Dandy dan saya kaget melihat benda menggelantung tegak menghadap ke atas disela selangkangannya. Dia hanya tersenyum memegang leher k0ntol dan digerak-gerakkan dengan tangannya, kudekati dan kupegang.
Alamak.. tanganku tak cukup melingkar pada k0ntolnya dan panjangnya 2 cm dibawah pusarnya. Aku geli dan takut melihatnya Hitam, mendongak menyerupai pisang ambon besarnya, Kutaksir panjangnya sekitar 17 Cm, sedangkan yg pernah kurasakan hanya 12 CM.
”Kenapa kok dilihatin menyerupai itu?” tanyanya.
”Eh… saya heran kok kayak gini ya… cukup nggak ya ini lewat punyaku nanti?” Jawabku sambil tetap memegangnya.
sedot spermaBelum selesai saya melanjutkan omonganku disorongkakn ujung k0ntolnya kemulutku, dan ehm… mulutku tak muat menampung semua k0ntolnya kedalam… kurasakan nikmat jg, selama ini saya tak pernah menyerupai ini… Sedotanku keluar masuk k0ntolnya menyembul tenggelem dalam mulutku tangannya jg tdk membisu menggapai semua bab tubuhku yg sensitif, saya semakin terangsang. Tak lupa pula Bola k0ntol dua buah menjadi target lidahku, kurasakan ada cairan bening sedikit cukup manis dan terus kuhisap hingga mulutku tak bisa lagi menahan.
Tiba-tiba terlintas dipikiranku bahwa Aku akan berbuat menyerupai yg di Laser Disk itu. Ingin mencicipi air mani Dandy yg segar nanti akan kuhabiskan.
”Sas coba kau ngadep belakang dan pegangi ujung sofa itu.” Perintahnya.
Aku tdk menolak, kulakukan perintahnya tiba-tiba kurasakan k0ntol Dandy dipukul-pukulkan pada pantatku saya kegelian.
Diserudukkan k0ntolnya ke memekku dari belakang sulit sekali.. ia coba lagi dan gagal.
”Aaaaaaah… seret sekali ya kayak perawan..” omongnya.
Aku semakin tersanjung alasannya yakni anakku sdh 2 tp memekku dibilang seret kayak perawan. Aku berbalik ku bantu Dandy dengan mengolomohi k0ntolnya dengan ludahku tp masih jg tdk berhasil menembus memekku.
Kulihat Dandy tdk kehilangan nalar diambilnya hand bodi dan dioleskan pada k0ntolnya yg besar dan perlahan masuk pada memekku yg kecil, kurasakan agak pedih.
”Dandy,.. udah ah… nggak bisa masuk lho…terlalu besar sih,”pintaku.
”Sebentar… tahan dulu ya… ini udah nyampai sepertiga lho..” Jawabnya sambil didesaknya memekku dengan k0ntol dan… sreeet… sret… sreeeeetttttt.
“AaaaaUUUUUU…” Aku menjerit kurasakan k0ntol Dandy terasa tembus ke kerongkonganku, digerak gerakan pantatnya saya kegielian… kesannya banjir jg memekku dan kurasakan kenikmatan dikala k0ntol Dandy maju mundur diruang memekku.
Sesekali pantatku ditepuknya untuk menambah semangatku menggenjot k0ntolnya, susuku dibiarkan bergelantungan bergerak bebas sementara tangan Dandy sibuk memegang pinggulku memaju mundurkan pantatku. Saat k0ntol masuk badanku terasa tertusuk geli tak karuan. Sesekali jg Dandy menciumi punggungku sambil k0ntolnya terus bergerak keluar masuk memekku. Aku jg berusaha dengan menggerakkan pantatku kiri kanan dan k0ntol Dandy seakan terjepit diapun mengerang kuat. Dipegangnya susuku kuat-kuat dan ditarik masukkan k0ntol besar tersebut berulang hingga saya kelelahan.
”Aaaahhhhhh…Sasa… saya mau keluar nih……” Erangnya.
”Sebentar ya……” Kutarik k0ntol Dandy dan tak kusia-siakan, kumasukkan lagi dalam mulutku sambil kugerakkan maju mundur tanganku, dan ia semakin kegelian, tak usang kemudian…
Creeet…. Creeet.. Creeettt.. kurasakan mulutku penuh dengan tumpahan air mani Dandy, segar rasanya. Kubersihkan k0ntol Dandy dengan lisan dan lidahku dari air maninya, dipegangnya kepalaku seakan ia tak mau saya membuang maninya keluar. Dan Dandy tergeletak kelelahan dengan keringat yg luar biasa.
Kubersihkan diriku dan kulihat Dandy masih istirahat dengan telanjang. Kuciumi tubuh Dandy (kini saya tdk aib lagi) perlahan ia tersenyum dan kulihat k0ntolnya mengecil lemas… kupegang, remas perlahan dan saya masih kurang nampaknya. Mulutku dengan sigap melahap k0ntol Dandy yg lemas itu, dalam kondisi lemas, masuk semua bab k0ntol kemulutku, terus kupermainkan menyerupai dalam LD yg diputar Dandy tadi. Tak usang kemudian mulutku sdh tak muat menampung k0ntol Dandy untuk kukulum. Akhirnya kurelakan sebagian batang k0ntol Dandy keluar dari mulutku.
PA317079Dandy pun mulai bangkit dan aggresif, diusapnya memekku yg sdh kucuci dan mulai berair oleh tangannya. Dandy berbalik menciumi memekku sementara saya menciumi k0ntolnya yg tambah mengeras (posis 69)
Dandy tambah menggila dimasukkan semua bab lidahnya ke memekku saya menjerit kegelian. Dandy memindah posisi ditaruh tubuhnya diatas karpet dan diangkatnya tubuhku menindihnya… k0ntol Dandy ditutuntun menuju lubang kemaluanku dan tanpa ampun lagi kemaluanku diucek-ucek oleh k0ntolnya.
Kurasakan k0ntol Dandy tdk masuk semuanya atau memang memekku yg dangkal saya tak tahu, yg ada dalam benakku kini hanya nafsu dan nafsu saja.
Kugerakkan naik turun pantatku menduduki pahanya sementara memekku sibuk melahap k0ntol Dandy yg kekar dan arogan itu. Tangan Dandy sesekali mengucek susuku tak kuhiraupan alasannya yakni nikmatnya tak seberapa diDandyng dengan k0ntolnya yg mengisi penuh memekku. Kurebahkan tubuhku alasannya yakni payah sambil kulumat bibir Dandy yg terus mengerang itu dan terus kugoyang pantat sesuai irama nafsuku. Dandypun demikian. Aku mulai mencicipi memekku semakin longgar alasannya yakni becek berair dan geliku memuncak… Kugigit dada Dandy kuat-kuat untuk menahan kepuasan dan bersamaan dengan itu pula kudengar erangan Dandy yg menyatakan bahwa air maninya akan tumpah… Kupercepat menggoyang pantat alasannya yakni saya tak mau menyia-nyiakan keadaan ini saya ingin kepuasan maksimal…… Dan…… Aaaaaaaahhhhhhhhh…… Sreeeeet… Sreeetttt… sreet…
jilat sperma Kurasakan ada fatwa hangat menyemprot memekku dan terasa penuh. Dandy masih mengerang hebat saya gigit dadanya sekali lagi sambil kucakar punggungnya untuk menahan kenikmatan yg tiada taranya ini. Kuangkat pantatku pelan-pelan dan masih kulihat sisa-sisa ketegangan dik0ntol Dandy. Kuraih k0ntol itu dan kubersihkan kembali dengan lisan mungilku yg serakah tiada habisnya melihat k0ntol tegang besar dan keras itu. Dandy pun tersenyum puas layaknya aku, ciuman mesranya mendarat dujung bibirku, dan diapun tak mau ketinggalan mengusap memekku dengan lidahnya… akup un geli.
Tak terasa hari sdh siang. Tak usang kemudian saya pamit dan saya menjadi keterusan mengikuti program ibu-ibu itu dengan berganti-ganti pasangan yg hebat.
Sedangkan hubunganku dengan suami tetap tdk terganggu alasannya yakni suamiku tdk pernah minta yg aneh-aneh,… jadi asal saya terlentang ia masuk… kocek-kocek sebentar selesai. Untuk kepuasan lainnya saya dapatkan dari yg lain.
Inilah Kumpulan dari Cerita Sex Arisan Tante pengen ML dari kami semoga artikel ini menciptakan kalian tambah sangek lagi danlagi.. woyoo..
Kehidupan seksku biasa-biasa saja, dan cenderung membosankan padahal kurasakan hingga kini gairahku cepat sekali memuncak dan kalau melaksanakan kekerabatan intim saya suka sekali berlama- usang menikmati dengan aneka macam variasi, tetpi suamiku orangnya kuno dalam melaksanakan kekerabatan sex dengan cara yg biasa-biasa saja, ia diatas dan saya dibawah, kadang saya kepingin jg cara lain menyerupai pada video xxx yg pernah kulihat dikala suamiku pergi, tp tdk pernah kesampaian, alasannya yakni pernah kuutarakan pada suamiku ia tdk menjawab apapun, sehingga kadang saya merasa tdk puas.Untuk mengisi waktu luang saya sempatkan mengikuti kegiatan kesehatan berupa senam pada sanggar senam tertentu hal ini saya lakukan untuk menjaga stamina dan jg tubuhku supaya tdk gemuk, dan hasilnya tidak mengecewakan dikala ini tinggi badanku 165 cm, rambutku hitam pekat, mata coklat, pinggangku cukup ramping pantat jg berisi dan yg penting payudaraku tdk kendor walaupn pernah menyusui dan ukurannya cukup menciptakan orang menelan ludah 36C.
Aku sengaja mengambil kegiatan pagi alasannya yakni siang sedikit saya harus sdh rapi berada dikantor pribadiku. Setelah membereskan urusan rumah saya bersiap berangkat menuju daerah senam, dengan menggunakan T shirt Kuning cukup ketat dan celana senam saya memagut diri dikaca, Yach,… tidak mengecewakan jg pikirku, dengan tshirt tersebut payudaraku seakan tertekan dan hendak melompat keluar, saya sadari itu.
Pagi ini berbeda sekali daerah senam hampir penuh, saya duduk sendiri ditepi sambil mempersiapkan baju senamku, saya menuju kekamar ganti kudengarkan ada beberapa bunyi ibu-ibu cekikikan sambil menceritakan pengalamannya, Ah,… gila pikirku, mereka suka sekali sama pria muda usia untuk permainan sexnya.
“Iya Jeng Liss,… tadi malam itu seru lho, saya tdk menygka Doni begitu perkasa, saya dibuatnya tak berkutik dalam 4 ronde sekaligus, padahal kelihatan ia paling pendiam ya disini, dan permainannya,………. Yahuuut lho, memekku hingga menyerupai mati rasa,……” Cerita salah satu ibu akseptor senam.
“Ah,…. Masak sih jeng Yuli,….. yach,… sayang saya nggak dapet ya,… kalau sama Doni gimana jeng,……… itu lho anak Sekolah Menengan Atas 3 yg kita temukan bersama waktu nongkrong di cafĂ© Regent,….. yg itunya item dan gede.” Timpal temannya.
”Oh,….. Kalo yg itu sih lumayan, tp permainannya masih hebat si Doni, Awalnya saja saya sdh keder dibuatnya.”
”Masa,… saya jadi pengin mencobanya jeng,…… Lihat aja ya nanti,… saya habisin ia dengan segala tenagaku,…” celetuknya dengan geregetan.
Pembicaraan terus berlangsung secara tdk sadar saya terbawa ikut memikirkan Doni,… Apakah Doni itu instruktur senam yg gres 2 bulan melatih ditempatku, kalo lihat cirinya pendiam dan hirau sih memang dia,…tanpa terasa tanganku telah berada diantara dua pahaku terasa hangat dan kuraba pelan memeku dari luar baju sanam ah,…. Cepat-cepat kubuang pikiran jelek itu saya tdk ingin terjadi sesuatu. Semakin kupikir semakin berkecamuk pikiran itu ada.
Aku ingat waktu itu Doni memang sempat menjadi buah bibir dikalangan ibu-ibu tempatku senam tp saya tdk pernah sedikitpun ikut didalamnya. Apakah Doni itu ya yg dibicarakan ibu-ibu. Pertama kali masuk Doni memang sempat grogi disoraki oleh ibu-ibu bahkan sempat menciptakan wajahnya memerah ketika perkenalan ibu-ibu menanyakan statusnya. Bahkan salah satu ibu ada yg nyeletuk menanyakan besar tdknya ukuran vital Doni, dan hanya dijawab dengan senyum saja.
”Tok,.. Tok,… Tok,…..” Aku terkejut mendengar pintu kamar ganti diketok dari luar, ah kiranya cukup usang jg saya berada dikamar ganti, cepat cepat kekemasi barangku dan keluar menuju hall senam, disana masih banyak ibu bergerombol menunggu waktu senam berlangsung.
Aku duduk sendiri sambil minum teh hangat, tiba-tiba disebelahku duduk empat ibu-ibu yg nampaknya cukup centil dengan usia yg bervariasi. Sambil berbasa-basi ia memperkenalkan diri dan saya agak terkejut alasannya yakni bunyi dan namanya sama dengan yg ada di kamar ganti sebelahku tadi.
”Eh jeng Sasa kan sdh usang ikut disini, udah pernah nyoba-nyoba rasa lain nggak selain rasa suami,……Dengan cara arisan bersama,… lezat lho jeng, rugi kalo nggak mencobanya” celetuknya berbisik hati-hati,……
Sambil sesekali melirik Lilis. Merah wajahku rasanya, alasannya yakni selama ini tdk pernah saya temukan orang yg bicara terbuka menyerupai itu,…
“E,…. E,….. ti,… ti,… dak kog,.. ini apa ya,…. Aku gelagapan. Dan serempak dua ibu tadi tertawa berbahak-bahak,…… Ah,… masa jeng Sasa, lha wong kini kemudahan sdh banyak kog tdk dipergunakan, yach,… JUST FOR FUN saja kog, kalo habis yg dibuang to jangan dibawa pulang bungkusnya bisa ancaman ya jeng Lilis,”
“Iya lho Jeng Sasa kita ini kan punya kelompok disini yg kadang bikin program enjoy bersama dan tertutup sekali lho, tdk semua ibu boleh ikutan disini, Tak lihat jeng Sasa mulai pertama ikut senam tdk pernah ada sahabat dan menyendiri, apa salahnya kalo bergabung dan menikmati sajian gres kami.”
Gila orang-orang ini Jeng Lilis berilmu jg ngomong gituan, belum sempat saya berpikir dan menjawab mereka menyela lagi.
“Sdh lah jeng Sasa ,…. Ikut aja belakang layar niscaya terjamin kok,.. dan yg penting ada sajian gres tiap bertemu”. Sambil menarik tanganku menuju hall senam.
hotrKonsentrasiku bubar selama senam saya secara tdk sengaja hanyut oleh pikiran ibu-ibu, dan kebetulan pelatihku hari ini Doni. Kuperhatikan seksama Doni cukup keren jg Tongkrongannya bodinya bagus, otot-ototnya nampak menyembul, dan,…. Ayooo,… hap,… satu,… dua,… renggangkan kaki,… perintahnya. Dia menghadap akseptor senam dan,… Alamak,… otot diantara kedua selangkangannya tertekan oleh baju senamnya nampak menyembul keras dan cukup panjang, saya jadi berpikiran yg bukan bukan, seandainya bisa kugenggam dan kulakukan menyerupai di video porno itu lezat kali ya,…….Gila,… pikirku saya kok jadi gini.
Senam sdh usai, kendaraan beroda empat merangkak pelan menuju garasi, kuhempaskan tubuhku diatas kasur, pikiranku berkecamuk membayangkan perkataan ibu-ibu perihal sajian gres penuh belakang layar tadi, tiba-tiba pikranku menerawang dan melintaslah bayangan Doni dengan mesra saya merinding, Doni seolah tiba dan memelukku, tangannya mulai membelai punggung dan turun ke pantat. Diremasnya pelan dan kurasakan benda keras diantara selangkangannya melekat ketat dibaju senamku, saya kegelian, dan,….. Lambat namun niscaya kurasakan tangannya mulai menyentuh dadaku yg kenyal, kurasakan pelintirannya menciptakan pentilku mulai kaku dan keras..
Aku mulai mengejang, tp tak dilepas tangannya didadaku bahkan mulai nakal, tangan kanannya berani menuju selangkanganku dikuaknya kuat-kuat celanaku hingga kudengar robekan kain Oh,……. Jari-jemarinya membelai lembut gumpalan daging lunak penuh bulu dan,… Mulutnya tak tinggal diam, Doni mulai mengeluarkan lidaknya menjilati memekku yg mulai basah,…. Aaaaaahhhhhhh,,,, Zzzzzzzt,….. saya tak besar lengan berkuasa menahan, Doni masih terus menjilat dan menjilat klentitku mulai kaku dan memekku semakin berair dan,….
Kriinngggg,….. Krriiingggg,…. Suara telepon berdering saya tertegun,…Gila cing saya bisa membayangkan dengan Doni begitu hebaaat, badanku meriang rasanya dan satu lagi yg kurasakan berair diselangkanganku. Aku bangkit bermalas-malasan dan kuangkat telepon.
”Hallo,…. Jeng Sasa ada”,….. ” Ya saya sendiri, siapa ini ya,…”
”Aduh,…. Masak lupa saya Yuli yg senam tadi,….. Wah sedang apa ini kog kayaknya malas-malasan saja,…….. Terasa sekali memang agak serak suaraku dikala ini habis membayangkan dengan Doni kering rasanya tenggorakkan.
“Oh,…. Tdk jeng ini lho sedang membersihkan rumah kacau balau gini, kalau jeng Yuli sedang apa ini kok tumben telpon saya”
“Jeng Yuli apa suami jeng nggak curiga,……..” Belum selesai saya bicara, Yuli menimpali dengan amat berapi-api.
Malam larut saya sangat menginginkan kekerabatan intim malam ini, kucoba dekati suamiku ia sdh tertidur lelap tergambar kelelehan diwajahnya tp memekku sdh mulai berair ingin dijenguk oleh kemaluan suamiku. Kucoba membangunkan dia, tp ia menolak dan hanya kekecewaan yg kudapat malam ini dan tanpa tersadar saya sdh terlelap.
Suasana hingar bingar ruang senam kembali kudengar dan kulihat sekeliling kembali bergerombol sekelompok ibu-ibu yg 3 hari kemarin mengajakku ikut dalam kelompoknya.
enam kali ini saya benar-benar tdk konsentrasi dan galau apa yg harus saya lakukan, hampir semua gerakanku tdk ada yg benar. Senam telah berakhir dan ibu-ibu mengajak menuju daerah yg telah disediakan, sebuah rumah yg cukup anggun dengan halam luas dibelakang terdapat bak renang, saya membuka dengan kunci yg telah disediakan, dan kulihat ada 3 kamar yg tertutup sehabis omong-omong sejenak, beberapa ibu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri tak usang kemudian mereka ada yg minta diri untuk pulang.
”Begini jeng Sasa itu kuncinya ada lima kan ?… salah satunya kunci diruangan yg tertutup ini nah nanti kalo jeng Sasa sdh siap buka aja kamarnya dan lihat sendiri deh ada apa disana dan enjoy saja rumah ini kondusif kog, ini punya jeng Lilis dan memang khusus untuk kegiatan Arisan ini, kebutuhan makan dan minum ada di kulkas, dan silahkan saja Sasakmati hingga jeng Sasa suka kalo pulang ya eksklusif aja pulang, kuncinya jangan dibawa lho jeng,… liriknya menggoda”.
Aku termanggu mendengarkan ocehan jeng Yuli sementara temanya hanya tersenyum dambil memainkan matanya. Aku semakin galau bagaimana nantinya. Tak usang kemudian mereka berdua mohon pamit pulang terlebih dahulu dan saya tinggal sendirian. Aku galau melangkah antara iya dan tdk, saya jg teringat kisah khayalanku dengan Doni,…… saya tercenung ingin mencobanya, kulangkahkan kaki dengan berdebar Klik,.. !!!! pintu pertama kubuka tp kulihat sekeliling tdk ada seorangpun, pintu kedua kubuka dan,…. Darahku berdesir hebat kuluhat seorang lelaki tegap dan cukup ganteng dengan kulit higienis menggunakan T shirt hitam dan celana pendek biru renta ia tersenyum, saya membalas kecut dan kuurungkan langkah kakiku masuk kamar tersebut, saya kembali duduk diruang tamu.
Kunyalakan televisi untuk menepis kegugupanku kuganti channel per channel tp tak ada yg menarik tiba-tiba…
“Hai ,.. Aku Dandy,.. Kenapa kog tdk ngobrol didalam saja tadi kan udah buka pintu tak tunggu lho,…..” pintanya sambil mengulurkan tangan perkenalan.
”Eh,.. e….Aku Sasa,,.. Eh… Ah nggak kog Aku cuman pengen tahu aja,” jawabku gugup dan tanganku mulai berkeringat dingin.
4 Variasi Seks yg menguntungkanKuperhatikan wajahnya ada bulu halus didagu masih gres dicukur dan dadanya cukup bidang dengan tinggi tubuh berkisar 175 Cm, otot-ototnya menonjol kuat. Dandy dengan santai duduk disebelahku sambil ikut mengawasi televisi yg remotenya masih ditanganku, ia tahu kalo saya gugup diambilkannya saya minum susu hangat dan ia menuju ke televisi diputarnya Film laser disk. Aku membisu saja dan ia mulai membuka pembicaraan basa-basi untuk melemaskan suasana.
Aku kaget dua kali alasannya yakni begitu saya menoleh ke televisi, kulihat film porno yg diputar, disana terlihat orang kulit putih sedang asyik menghisap kemaluan orang kulit gelap yg tegang dan panjang, saya risih dan aib tp badanku mulai hangat terutama ada rasa geli disekitar pahaku, Dandy kelihatan mulai lebih mendekatiku saya tak menghiraukan mataku tetap kearah televisi, tanpa kusadari saya mulai ikut hanyut dan kurasakan ada benda asing yg melekat didadaku, kulirik ternyata tangan Dandy kutoleh ia hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatnnya.
Aku membisu mencicipi dan ia semakin berani, diselusuri leherku dengan bibirnya,… turun kebahuku,… ditariknya pelan kaosku hingga kelihatan tali Bh. ku saya tak tahan, disofa saya direbahkan perlahan, ia tambah semangat, tanpa bicara ia mulai mengupas kulitku perlahan, tak pernah kurasakan hal ini sebelumnya, saya seolah melayg kegelian.
Dandy membuka sendiri kaosnya dan kulihat dada bidang itu ditumbuhi bulu doggyshalus. Dia bekerja sendiri ditariknya kaosku hingga beberapa kancing terlepas dan diangkat keatas hingga kini hanya tinggal Bh da rokku saja, tanganya kurasakan melekat lagi pada susuku dipelintirnya ujung susuku dan kurasakan mengeras,dia mulai menindihku, saya terpejam kurasakan bulu-bulu halus mulai menyentuh dadaku…
Ditariknya lepas BHku sehingga susuku yg besar seolah melompat keluar dadaku Dandy terkejut melihat besarnya susuku dengan warna kuning langsat dengan bulatan kecil coklat renta kemerahan serta putting kecil menantang mulutnyapun menuju putingku… kurasakan lidahnya lincah menciptakan nafsuku memuncak, putingku semakin mengeras sesekali kurasakan gigitan kecil giginya menggores putingku.
Diatas perut kurasakan ada benda yg membonggol mendesak hebat. Bibirku terasa habis dilumat bibirnya, hingga saya tak bisa bernafas, saya mulai berkeringat dan tangan kanannya mulai menuju kearah memek, diselipkan diantara pahaku, saya gak besar lengan berkuasa kupeluk ia dan ia semakin berani ditariknya rokku hingga terlepas, ditarik perlahan celana dalamku sambil tersenyum dan dengan sigap direnggangkannya kakiku sehingga ia dengan leluasa Dandy melihat memekku yg padat dengan bulu hitam keriting, tangannya mengocek memekku yg sdh basah.
Dimasukkannya jari tengah sedangkan ibu jari dan jempolnya membuka jalan dengan meminggirkan rambut kemaluanku. Klentitku kaku, dijilat dan disedotnya susuku hingga saya kegelian dan kini kurasakan mulutnya sdh diatas memekku. Aku semakin geli lidahnya menyapu higienis ruang dalam memekku yg berair sambil tangan kanannya ikut membantu memainkan.
”Eeeeeeeh… Dandy… aduuuuuh… ” saya mengerang kegelian, tp ia tdk perduli diteruskannya mempermainkan klentitku.
Aku sdh tak tahan, dengan berjongkok kududukkan Dandy dan saya kaget melihat benda menggelantung tegak menghadap ke atas disela selangkangannya. Dia hanya tersenyum memegang leher k0ntol dan digerak-gerakkan dengan tangannya, kudekati dan kupegang.
Alamak.. tanganku tak cukup melingkar pada k0ntolnya dan panjangnya 2 cm dibawah pusarnya. Aku geli dan takut melihatnya Hitam, mendongak menyerupai pisang ambon besarnya, Kutaksir panjangnya sekitar 17 Cm, sedangkan yg pernah kurasakan hanya 12 CM.
”Kenapa kok dilihatin menyerupai itu?” tanyanya.
”Eh… saya heran kok kayak gini ya… cukup nggak ya ini lewat punyaku nanti?” Jawabku sambil tetap memegangnya.
sedot spermaBelum selesai saya melanjutkan omonganku disorongkakn ujung k0ntolnya kemulutku, dan ehm… mulutku tak muat menampung semua k0ntolnya kedalam… kurasakan nikmat jg, selama ini saya tak pernah menyerupai ini… Sedotanku keluar masuk k0ntolnya menyembul tenggelem dalam mulutku tangannya jg tdk membisu menggapai semua bab tubuhku yg sensitif, saya semakin terangsang. Tak lupa pula Bola k0ntol dua buah menjadi target lidahku, kurasakan ada cairan bening sedikit cukup manis dan terus kuhisap hingga mulutku tak bisa lagi menahan.
Tiba-tiba terlintas dipikiranku bahwa Aku akan berbuat menyerupai yg di Laser Disk itu. Ingin mencicipi air mani Dandy yg segar nanti akan kuhabiskan.
”Sas coba kau ngadep belakang dan pegangi ujung sofa itu.” Perintahnya.
Aku tdk menolak, kulakukan perintahnya tiba-tiba kurasakan k0ntol Dandy dipukul-pukulkan pada pantatku saya kegelian.
Diserudukkan k0ntolnya ke memekku dari belakang sulit sekali.. ia coba lagi dan gagal.
”Aaaaaaah… seret sekali ya kayak perawan..” omongnya.
Aku semakin tersanjung alasannya yakni anakku sdh 2 tp memekku dibilang seret kayak perawan. Aku berbalik ku bantu Dandy dengan mengolomohi k0ntolnya dengan ludahku tp masih jg tdk berhasil menembus memekku.
Kulihat Dandy tdk kehilangan nalar diambilnya hand bodi dan dioleskan pada k0ntolnya yg besar dan perlahan masuk pada memekku yg kecil, kurasakan agak pedih.
”Dandy,.. udah ah… nggak bisa masuk lho…terlalu besar sih,”pintaku.
”Sebentar… tahan dulu ya… ini udah nyampai sepertiga lho..” Jawabnya sambil didesaknya memekku dengan k0ntol dan… sreeet… sret… sreeeeetttttt.
“AaaaaUUUUUU…” Aku menjerit kurasakan k0ntol Dandy terasa tembus ke kerongkonganku, digerak gerakan pantatnya saya kegielian… kesannya banjir jg memekku dan kurasakan kenikmatan dikala k0ntol Dandy maju mundur diruang memekku.
Sesekali pantatku ditepuknya untuk menambah semangatku menggenjot k0ntolnya, susuku dibiarkan bergelantungan bergerak bebas sementara tangan Dandy sibuk memegang pinggulku memaju mundurkan pantatku. Saat k0ntol masuk badanku terasa tertusuk geli tak karuan. Sesekali jg Dandy menciumi punggungku sambil k0ntolnya terus bergerak keluar masuk memekku. Aku jg berusaha dengan menggerakkan pantatku kiri kanan dan k0ntol Dandy seakan terjepit diapun mengerang kuat. Dipegangnya susuku kuat-kuat dan ditarik masukkan k0ntol besar tersebut berulang hingga saya kelelahan.
”Aaaahhhhhh…Sasa… saya mau keluar nih……” Erangnya.
”Sebentar ya……” Kutarik k0ntol Dandy dan tak kusia-siakan, kumasukkan lagi dalam mulutku sambil kugerakkan maju mundur tanganku, dan ia semakin kegelian, tak usang kemudian…
Creeet…. Creeet.. Creeettt.. kurasakan mulutku penuh dengan tumpahan air mani Dandy, segar rasanya. Kubersihkan k0ntol Dandy dengan lisan dan lidahku dari air maninya, dipegangnya kepalaku seakan ia tak mau saya membuang maninya keluar. Dan Dandy tergeletak kelelahan dengan keringat yg luar biasa.
Kubersihkan diriku dan kulihat Dandy masih istirahat dengan telanjang. Kuciumi tubuh Dandy (kini saya tdk aib lagi) perlahan ia tersenyum dan kulihat k0ntolnya mengecil lemas… kupegang, remas perlahan dan saya masih kurang nampaknya. Mulutku dengan sigap melahap k0ntol Dandy yg lemas itu, dalam kondisi lemas, masuk semua bab k0ntol kemulutku, terus kupermainkan menyerupai dalam LD yg diputar Dandy tadi. Tak usang kemudian mulutku sdh tak muat menampung k0ntol Dandy untuk kukulum. Akhirnya kurelakan sebagian batang k0ntol Dandy keluar dari mulutku.
PA317079Dandy pun mulai bangkit dan aggresif, diusapnya memekku yg sdh kucuci dan mulai berair oleh tangannya. Dandy berbalik menciumi memekku sementara saya menciumi k0ntolnya yg tambah mengeras (posis 69)
Dandy tambah menggila dimasukkan semua bab lidahnya ke memekku saya menjerit kegelian. Dandy memindah posisi ditaruh tubuhnya diatas karpet dan diangkatnya tubuhku menindihnya… k0ntol Dandy ditutuntun menuju lubang kemaluanku dan tanpa ampun lagi kemaluanku diucek-ucek oleh k0ntolnya.
Kurasakan k0ntol Dandy tdk masuk semuanya atau memang memekku yg dangkal saya tak tahu, yg ada dalam benakku kini hanya nafsu dan nafsu saja.
Kugerakkan naik turun pantatku menduduki pahanya sementara memekku sibuk melahap k0ntol Dandy yg kekar dan arogan itu. Tangan Dandy sesekali mengucek susuku tak kuhiraupan alasannya yakni nikmatnya tak seberapa diDandyng dengan k0ntolnya yg mengisi penuh memekku. Kurebahkan tubuhku alasannya yakni payah sambil kulumat bibir Dandy yg terus mengerang itu dan terus kugoyang pantat sesuai irama nafsuku. Dandypun demikian. Aku mulai mencicipi memekku semakin longgar alasannya yakni becek berair dan geliku memuncak… Kugigit dada Dandy kuat-kuat untuk menahan kepuasan dan bersamaan dengan itu pula kudengar erangan Dandy yg menyatakan bahwa air maninya akan tumpah… Kupercepat menggoyang pantat alasannya yakni saya tak mau menyia-nyiakan keadaan ini saya ingin kepuasan maksimal…… Dan…… Aaaaaaaahhhhhhhhh…… Sreeeeet… Sreeetttt… sreet…
jilat sperma Kurasakan ada fatwa hangat menyemprot memekku dan terasa penuh. Dandy masih mengerang hebat saya gigit dadanya sekali lagi sambil kucakar punggungnya untuk menahan kenikmatan yg tiada taranya ini. Kuangkat pantatku pelan-pelan dan masih kulihat sisa-sisa ketegangan dik0ntol Dandy. Kuraih k0ntol itu dan kubersihkan kembali dengan lisan mungilku yg serakah tiada habisnya melihat k0ntol tegang besar dan keras itu. Dandy pun tersenyum puas layaknya aku, ciuman mesranya mendarat dujung bibirku, dan diapun tak mau ketinggalan mengusap memekku dengan lidahnya… akup un geli.
Tak terasa hari sdh siang. Tak usang kemudian saya pamit dan saya menjadi keterusan mengikuti program ibu-ibu itu dengan berganti-ganti pasangan yg hebat.
Sedangkan hubunganku dengan suami tetap tdk terganggu alasannya yakni suamiku tdk pernah minta yg aneh-aneh,… jadi asal saya terlentang ia masuk… kocek-kocek sebentar selesai. Untuk kepuasan lainnya saya dapatkan dari yg lain.
Inilah Kumpulan dari Cerita Sex Arisan Tante pengen ML dari kami semoga artikel ini menciptakan kalian tambah sangek lagi danlagi.. woyoo..
0 Komentar untuk "Cerita Hitam Ketagihan Ngentot Gara Gara Arisan"