Cerita Hitam Menikmati Kenyal Nya Buah Dada Tanteku Yang Seksi

cerita xxx anak cukup umur mesum dengan perempuan stw , dongeng berondong ,cerita kimcil kepolen ml, dongeng panas terbaru 2017 susu tante memang nikmat susu janda muda  - Pengalaman seks ini berawal pada tahun 2015 dan tragedi itu terjadi di rumah istri om-ku. Om-ku itu bekerja pada bidang marketing, jadi kadang sanggup meninggalkan rumah hingga satu ahad lamanya, dan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka berdua bersama tiga anaknya yang masih kecil, mendirikan sebuah warung di depan rumah.
cerita xxx anak cukup umur mesum dengan perempuan stw  Cerita Hitam Menikmati kenyal nya Buah Dada Tanteku yang seksi
Tanteku itu orangnya tidak mengecewakan menarik dengan postur tubuh setinggi 170 cm dengan ukuran dada 34B, berumur kira-kira 29 tahun. Sebenarnya dulu saya suka sekali melihat tubuh mulus tanteku, secara tidak sengaja ketika beliau sedang mandi sebab memang di tempat kami kamar mandi pada dikala itu atasnya tidak tertutup genteng dan tanpa berpintu, jadi kalau ada yang mandi di situ hanya dengan melampirkan handuk di tembok yang mengakibatkan tanda bahwa kamar mandi sedang dipakai.

Tidak hingga di situ saja, kadang tanteku ini suka menggunakan baju tidur yang model susukan tipis tanpa menggunakan BH dan itu sering sekali kulihat ketika di pagi hari. Apalagi saya sering sekali bangun pagi sudah dipastikan tanteku sedang menyapu halaman depan dan itu otomatis ketika beliau menunduk menampakkan buah dadanya yang tidak mengecewakan besar dan montok.

Hal ini dilakukan sebelum beliau menyiapkan keperluan sekolah anaknya, kalau om-ku biasanya tidak ada di rumah sebab sering bertugas di luar kota selama empat hari. Pernah saya melamunkan bagaimana rasanya kalau saya melaksanakan persetubuhan dengan tanteku itu, namun kesannya paling-paling kutumpahkan di kamar mandi sambil ber-onani.

Rupanya angan-anganku itu sanggup terkabul ketika saya sedang menumpang nonton TV di rumah tanteku pada siang hari dimana ketiga anaknya sedang sekolah dan om-ku sedang bertugas keluar kota pada pagi harinya.

Kejadian itu terjadi ketika saya sedang menonton TV sendirian yang bersebelahan dengan warung tanteku. Ketika itu saya ingin mengambil rokok, saya pribadi menuju ke sebelah. Rupanya tanteku sedang menulis sesuatu, mungkin menulis barang belanjaan yang akan dibelanjakan nanti.

“Tante, Diko mau ambil rokok, nanti Diko bayar belakangan ya!” sapaku kepada tanteku. “Ambil saja, Ko!” balas tanteku tanpa menoleh ke arahku yang sempurna di belakangnya sambil meneruskan menulis dengan posisi membungkuk.

Karena toples rokok ketengan yang akan kuambil ada di sebelah tanteku tanpa sengaja saya menyentuh buah dadanya yang kebetulan tanpa menggunakan BH.

“Aduh! hati-hati dong kalau mau mengambil rokok. Kena tanganmu, dada tante kan jadi nyeri!” seru tanteku sambil mengurut-urut kecil di dadanya yang sebelah samping kirinya. Namun sebab tidak menggunakan BH, nampak dengan terperinci pentil susu tanteku yang tidak mengecewakan besar itu. “Maaf Tan, saya tidak sengaja. Begini aja deh Tan, Diko ambilin minyak supaya dada Tante tidak sakit bagaimana!” tawarku kepada tanteku. “Ya sudah, sana kau ambil cepat!” ringis tanteku sambil masih mengurut dadanya.

Dengan segera kuambilkan minyak urut yang ada di dalam, namun ketika saya masuk kembali di dalam warung secara perlahan, saya melihat tante sedang mengurut dadanya tapi melepaskan baju terusannya yang episode atasnya saja. “Ini Tante, minyak urutnya!” sengaja saya berkata agak keras sambil berpura-pura tidak melihat apa yang tanteku lakukan.

Mendengar suaraku, tanteku agak terkejut dan segera merapikan episode atas bajunya yang masih menggelantung di episode pinggangnya. Tampak gugup tanteku mendapatkan minyak urut itu tapi tidak menyuruhku untuk lekas keluar. Tanpa membuang kesempatan saya pribadi memperlihatkan jasaku untuk mengurut dadanya yang sakit, namun tanteku agak takut.
Pelan-pelan dengan sedikit memaksa saya berhasil membujuknya dan kesannya saya sanggup ijinnya untuk mengurut namun dilakukan dari belakang.

Sedikit demi sedikit kuoleskan minyak di samping buah dadanya dari belakang namun secara perlahan pula kumemainkan jariku dari belakang menuju ke depan. Sempat kaget juga ketika tanteku mengetahui agresi nakalku. “Diko! kau jangan pembangkang ya!

” seru tanteku namun tidak menepis tanganku dari badannya yang sebagian ditutupi baju. Mendapati kesempatan itu saya tidak menyia-nyiakan dan secara aktif saya mulai menggunakan kedua tanganku untuk mengurut-urut secara perlahan kedua bukit kembar yang masih ditutupi dari depan oleh selembar baju itu.

“Ohh.. oohh..” seru tanteku ketika tanganku sudah mulai memegang susunya dari belakang sambil memilin-milin ujung susunya. “Jangan.. Diko.. jang..” tante masih merintih namun tidak kuacuhkan malah dengan sigap kubalikkan tubuh tanteku hingga berhadapan pribadi dengan diriku. Kemudian dengan leluasa kumulai menciumi susu yang di sebelah kiri sambil masih mengurut-urut susu di sebelahnya. Kemudian saya mulai mencucupi kedua puting susunya secara bergantian dan tanteku mulai terangsang dengan mengerasnya kedua susunya.

Tidak hingga di situ, rupanya tangan tanteku mulai menjelajahi ke bawah perutku berusaha untuk memegang kemaluanku yang sudah dari tadi mengencang.

Ketika beliau mendapatkannya secara perlahan, dikocok-kocok batang kemaluanku secara perlahan dan tiba-tiba tanteku mengambil perilaku jongkok namun sambil memegang kemaluanku yang lamayan panjang. Untuk diketahui, batang kemaluanku panjangnya kurang lebih 20 cm dengan diameter 3,5 cm.

Tanteku rupanya sedikit terkejut dengan ukuran kemaluanku apalagi sedikit bengkok, namun dengan sigap tapi perlahan tanteku mulai mengulum kemaluanku secara perlahan dan semakin usang semakin cepat. “Ah.. ah.. ah.. yak.. begitu.. terus.. terus..” erangku sambil memegangi kepala tanteku yang maju mundur mengulum batang kemaluanku. Kemudian sebab saya sudah tidak tahan, tubuh tante kuangkat biar duduk di pinggir meja dimana tadi beliau menulis, dan dengan sedikit gerakan paha tanteku kupaksa biar meregang.

Rupanya tanteku masih mengenakan CD dan dengan perlahan kubuka CD-nya ke samping dan terlihatlah gundukan kemaluannya yang sudah basah.

Secara perlahan kuciumi kemaluan tanteku dan kumain-mainkan klirotisnya. “Ah.. ahh.. Diko, Tante mau keluuaarr..” Beberapa dikala lalu rupanya tanteku akan mengalami orgasme, beliau pribadi memegangi kepalaku biar tetap di belahan kemaluannya dan lalu mengeluarkan cairan surganya di mulutku,
“Crett.. crett.. cret..” mulutku hingga lembap terkena cairan nirwana tanteku. Kemudian tanteku agak lemas namun masih kujilati kemaluannya yang kesannya membangkitkan nafsu untuk bersetubuh denganku. Kuangkat tubuh tante ke bawah warung, dan dengan sedikit agak keras saya sanggup merubah posisinya menelentang di depanku, kubukakan semakin lebar kedua kakinya dan mulai kuarahkan ujung kemaluanku ke verbal lubang kemaluannya.

Agak susah memang sebab memang saya agak kurang berpengalaman dibidang ini namun rupanya tanteku sanggup memahaminya. Dengan sabarnya dituntunnya ujung kemaluanku sempurna di lubang kemaluannya. “Pelan-pelan ya, Diko!” lirih tanteku sambil menggenggam kemaluanku.

Ketika gres masuk kepala kemaluanku tanteku mulai agak meringis tetapi saya sudah tidak berpengaruh lagi dengan agak sedikit paksa kesannya kemaluanku sanggup masuk seluruhnya. “Diko.. akh..” jerit kecil tanteku ketika kumasukkan seluruh batang kemaluanku di dalam lubang kemaluannya yang tidak mengecewakan lembap namun agak sempit itu sambil merapatkan kedua kakinya ke pinggangku.

Perlahan saya melaksanakan gerakan maju mundur sambil meremas-remas dua susunya. Hampir tiga puluh menit lalu gerakanku makin usang main cepat. Rupanya saya hampir mencapai puncak. “Tan.. aku.. saya mauu.. keluar..” bisikku sambil mempercepat gerakanku. “Dikeluarkan di dalam saja, Dik!” balas tanteku sambil menggeleng-gelengkan kecil kepalanya dan menggoyangkan pantatnya secara beraturan.

“Tan.. aku.. keluarr..” pekikku sambil menancapkan kemaluanku secara mendalam sambil masih memegangi susunya. Rupanya tanteku juga mengalami hal yang sama denganku, beliau memajukan pantatnya biar kemaluanku sanggup masuk seluruhnya sambil menyemburkan air surganya untuk ketiga kalinya.

“Cret.. cret.. cret..” hampir lima kali saya memuntahkan air nirwana ke dalam lubang kemaluan tanteku dan itu juga di campur dengan air nirwana tanteku yang hampir berbarengan keluar bersamaku. “Cret.. cret.. cret.. ahh..” tanteku melengkungkan badannya ketika mengeluarkan air nirwana yang dari lubang kemaluannya.

Akhirnya kami tergeletak di bawah dan tanteku secara perlahan bangun untuk berdiri sambil mencoba melihat kemaluannya yang masih dibanjiri oleh air surga. “Diko! kau pembangkang sekali, berani sekali kau berbuat ini kepada Tante, tapi Tante bahagia kok, Tante puas atas kenakalan kamu,” bisik tanteku perlahan.

Aku hanya sanggup terseyum, sambil menaikkan kembali celanaku yang tadi dipelorotkan oleh tanteku. Tanteku kesannya berjalan keluar, namun sebelum itu beliau masih menyempatkan dirinya untuk memegang kemaluanku yang tidak mengecewakan besar ini.

Inilah pengalamanku yang pertama, dan semenjak itu kami kadang mencuri waktu untuk mengulangi hal tersebut, apalagi kalau saya atau tanteku ingin mencoba posisi gres dan niscaya ketika Om-ku dan belum dewasa tanteku berangkat sekolah. Sekarang hal itu sudah tidak kulakukan lagi sebab tanteku kini ikut Om-ku yang menerima kiprah di daerah.

Untuk saudara-saudara sekalian yang mau membutuhkan jasaku sanggup anda hubungiku lewat e-mail yang ada di sini asalkan anda ialah perempuan tulen, kalau sanggup menyerupai tanteku.

0 Komentar untuk "Cerita Hitam Menikmati Kenyal Nya Buah Dada Tanteku Yang Seksi"

Back To Top